Selasa, 04 Oktober 2011

SISTEM PERNAFASAN SUARA PARU-PARU

SISTEM PERNAFASAN SUARA PARU-PARU

Sistem pernafasan dapat dikategoikan menjadi 2 saluran yaitu:

1. saluran atas

2. saluran bawah

Saluran pernafasan atas terdiri dari hidung, paranasal sinus, pharynx, dan larynx. Fungsi dari saluran ini adalah untuk menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara sebelum mencapai unit pertukaran gas. Saluran bawah pernafasan dimulai dari trachea, bronchus utama kanan yang terbagi menjadi 3 lobar atau bagian paru (atas, tengah dan bawah), bronchus kiri yang terbagi menjadi 2 lobar, bronchioli, dan berakhir di alveoli, dimana terjadi pertukaran gas.

Suara paru-paru terjadi karena adanya turbulensi udara saat udara memasuki saluran pernafasan selama proses pernafasan. Turbulensi ini terjadi karena udara mengalir dari saluran udara yang lebih lebar ke saluran udara yang lebih sempit atau sebaliknya. Pada saat inspirasi, udara mengalir dari saluran udara yang lebih luas ke saluran udara yang lebih sempit sehingga turbulensi yang terjadi lebih kuat sedangkan pada saat ekspirasi terjadi sebaliknya. Ini menyebabkan pada saat inspirasi suara yang terdengar lebih keras.

Secara umum suara paru-paru dibagi menjadi 2 :

1. suara normal atau suara dasar paru

2. suara abnormal dan suara tambahan.

Suara-suara tersebut dibagi dalam beberapa kategori berdasar pitch, intensitas, lokasi serta rasio inspirasi dan ekspirasi

Perubahan yang dapat terjadi pada suara paru

  1. Suara pernafasan melemah atau menghilang

Keadaan suara paru seperti ini dapat ditemukan akibat adanya penebalan dinding dada, penurunan aliran udara pada satu segmen paru akibat adanya hiperinflasi atau terpisahnya paru dengan dinding dada akibat ada cairan atau udara pada rongga pleura.

  1. Suara pernafasan mengeras

Apabila terjadi perubahan pada massa jaringan paru mengakibatkan hantaran suara menjadi lebih baik, sehingga suara paru yang didengar lebih jelas, adakalanya kita dapat mendengar seperti suara trakheal pada lapangan paru tertentu. Keadaan seperti ini dapat ditemukan pada konsolidasi massa paru, misalnya pada pneumoni, atelektase, oedem paru, fibrosis jaringan paru yang luas.

Suara dasar paru

Suara dasar paru secara tradisional digolongkan menjadi 4 yaitu suara trakeal, bronkial, bronkovesikuler,dan vesikuler.

a. Suara trakheal

mempunyai ciri suara dengan frekuensi tinggi, kasar, disertai dengan masa istirahat(pause) antara fase inspirasi dan ekspirasi, dengan komponen ekspirasi terdengar sedikit lebih lama. Suara nafas trakeal dapat ditemukan dengan menempelkan membran diafragma pada bagian lateral leher atau pada fossa suprasternal. Sumber bunyinya adalah turbulensi aliran cepat pintu glottis.

b. Suara nafas bronkial

mempunyai bunyi yang juga sama kasar, frekuensi tinggi,dengan fase inspirasi sama dengan fase ekspirasi. Suara ini terdapat pada saluran nafas dengandiameter 4 mm atau lebih, misalnya pada bronkus utama. Suara nafas bronkial dapat didengarkan pada daerah antara kedua scapula.

c. Suara nafas bronkovesikuler

sedikit berbeda dari suara trakeobronkial, terdengar lebih distal dari jalan nafas. Bunyinya kurang keras, lebih halus, frekuensi lebih rendah dibanding suara bronkial, tetapi dengan komponen inspirasi dan ekspirasi yang masih sama panjang. Bunyi nafas ini pada orang normal dapat didengar pada segitiga auskultasi (area di bagian posteriorrongga dada yang dibatasi oleh m. trapezius, m. latissimus dorsi, dan m. rhomboideus mayor) dan lobus otot kanan paru). lebih distal, dengan karakteristiknya halus, lemah, dengan fase inspirasi merupakan bagian yang dominan, sedangkan fase ekspirasi hanya terdengar sepertiganya.

d. Suara vesikuler

berasal dari jalan nafas lobar dan segmental, ditransmisikan melalui parenkim paru normal. Bila terdapat konsolidasi atau atelektasis pada saluran nafas distal, maka suara yang normalnya vesikuler, akan menjadi suara bronkovesikuler atau trakeobronkial. Ini terjadi karen apenghantaran udara yang bertambah karena adanya pemadatan pada jaringan paru. Ada pula yang berpendapat hal ini terjadi karena suara vesikuler yang menurun pada daerah auskultasi,sehingga yang masih terdengar adalah suara dari bronkus (suara bronkial).

Suara Tambahan Paru

Suara tambahan paru adalah bising paru yang berasal dari alat respirasi dan dinding dada yang tidak dijumpai pada paru normal.

  1. Krepitasi pada emphycema subkuitis

Bila terjadi penumpukkan udara pada subkuitis, bila kulit ditekan akan terdengar suara gemericik halus seperti suara rambut diremas.

  1. Gesekan pleura

Suara ini dapat terjadi bila dinding pleura tidak licin lagi sebagai akibat proses radang, bunyi suara gesekan pleura ini mirip seperti gesekan jari tangan. Gesekan pleura dapat terdengar baik pada saat inspirasi maupun pada saat ekspirasi.

  1. Krepitasi

Suara ini timbul akibat alveoli yang mengempis tiba-tiba terbuka disaat inspirasi. Suara halus sekali dan biasanya terdengar pada saat akhir inspirasi.

  1. Ronkhi

Ronkhi adalah suara yang terjadi akibat penyumbatan pada bronkhus. Ronkhi dibagi menjadi 2 bahagian berdasarkan massa yang menyumbatnya, bila massa yang menyumbatnya mudah dipindahkan pada saat batuk disebut sebagai ronkhi basah, bila sumbatan tersebut sulit untuk dipindahkan disebut sebagai ronkhi kering. Baik ronkhi kering maupun ronkhi basah dapat terdengar jelas pada saat inspirasi, namun bisa juga didengar pada saat ekspirasi. Berdasarkan lumen bronkhus yang tersumbat, maka ronkhi dapat juga dibedakan atas gelembung kecil, sedang dan besar. Suara yang terdengar mirip seperti suara gelembung air ditimbulkan yang ditiup memakai pipa sedotan minuman, gemericik suara yang terjadi tergantung pada diameter sedotan yang dipergunakan.

  1. Wheezing (mengi)

Adalah bising paru yang terjadi akibat konstriksi / spasma dari bronkhus, bukan oleh penyumbatan seperti pada ronkhi, sehingga refleks batuk tidak dapat menghilangkannya. Suara wheezing ini mirip suara suitan dengan intensitas suara yang tinggi dan nyaring. Auskultasi pada trakhea sangat baik untuk mendengarkan wheezing.

  1. Bising paru kombinasi

Bising ini merupakan gabungan dari beberapa macam suara tambahan. Bila kombinasi antara vesikular dengan bronkhial terjadi, bila bising vesikular lebih menonjol maka bising kombinasi tersebut dinamakan dengan vesikobronkhial.

By : Faruq Akbar Al R (072010101064)