Rabu, 05 Oktober 2011

RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

  • RESUSTASI

Resustasi dapat diartikan sebagai dapat menghidupkan kembali atau memberikan hidup baru, atau dalam arti luas resustasi merupakan segala bentuk usaha medis yang dilakukan terhadap mereka yang berada dalam keadaan gawat darurat untuk mencegah kematian. Penyebab kematian itu berupa : kecelakaan lalu lintas, tenggelam, keracunan, shock, juga akibat serangan jantung dan kecelakaan rumah tangga.

  • INDIKASI

Infrak jantung, serangan adam’s stroke, hipoksia akut, keracunan dosis obat, serangan stroke, vagal refleks, tengelam atau kecelakaan yang masih ada peluang untuk hidup.

  • KOMPLIKASI RJP

Distensi lambung, patah tulang kosta, pneumothoraks, hemo thoraks, rusak jaringan paru, laserasi hati, emboli otak.

  • RJP GAGAL JIKA

Pupil lebar terus menerus, penderita tetap koma, pernafasan (-) selama 2 jam, tiak ada sirkulasi selama 30 menit.

  • RJP BOLEH DI HENTIKAN JIKA

Sirkukasi spontan dan efektif, respirasi kembali, ada tim yang lebih berwenang, ada dokter yang mengambil alih tangggung jawab, penderita ditampung di tempat yang lebih baik, penolong kelelahan, penyakit terminal (mis: hepatoma dan decomcordis)

  • FAKTOR – FAKTOR YANG MEMEPNGARUHI KEBERHASILAN RJP
    • Pengetahuan patofisiologi dan hentu nafas dan peredaran darah.
    • Kecepatan penerapan RJP
    • Efektifitas metode yang dipakai

  • TAHAP DAN LANGKAH RJP ADA TIGA, yaitu:
    • Basic live support / bantuan hidup dasar

Difokuskan pada bantuan nafas dan sirkulasi, terdiri dari:

A: airway control / kontrol jalan nafas

B: breathing support / bantuan pernafasan yaitu ventilasi buatan dan oksigenasi secara buatan.

C: circulasion support / bantuan sirkulasi yaitu menentukan ada tidaknya denyut nadi dan mengadakan sirkulasi buatan dengan kompres jantung

    • Advanced live support / bantuan hidup lanjut

Yaitu memulai lagi sirkulasi yang spontan dan memantapkan sistem paru dan jantung dengan memulihkan transfer oksigen arteri mendekati normal.

tahap ini terdiri dari:

D:drugs and fluids yaitu pemberian obat – obatan cairan melalui infuse intravena

E:elektrocardioskopi

F:fibrilasi treatment

    • Prolonged live support / bantuan hidup jangka panjang

Yaitu pengelolaan intensif pasca resusitasi

G:gauging / penilaian yaitu menentuakan dan memberi terapi penyebab kematian dan menilai sejauh mana bisa di selamatkan

H:human mentation / mentasi manusia diharapkan dapat di pulihkan dengan resusitasi otak

I:intensive care / perawatan intensif

Dari ketiga tahap tersebut tahap kedua dan ketiga dilakukan di tempat yang mempunyaiinstrumen terapi yang lengkap misalnya d rumah sakit.

  • URUTAN DARI RJP:
    • Tentukan lokasi pijatan dngan telunjuk dan jari tengah menelusuri batas bawah iga sampai titik temu dengan sternum.
    • Tempelkan tumit tangan satunya diatas sternum tepat disamping telunjuk tersebut.
    • Tumit tangan satunya diletakkan diatas tangan yang sudah beradatepat dititik pijat jantung
    • Jari – jari kedua tangan dirapatkan dan diangkat agar tidak ikut menekan
    • Penolong mengambil posisi tegak lurus diatas dada pasien dengan siku lengan lurus
    • Menekan sternum sedalam 4 – 5 cm
    • Setelah di beri pijatan 30 kali kemudian beri nafas bantuan 2 kali.
    • Dan seterusnya dengan perbandingan 30 pijatan – 2 nafas
    • Bila pasien / korban telah bernafas letakkan posisi recovery.

  • RESIKO RJP:
    • Vomiting
    • Miringkan kepala dan kelurkan muntahan → lanjutkan CPR
    • Perhatikan pasien trauma – jangan memiringkan kepala (resiko adanya fraktur servical)
    • Penularan infeksi
    • Belum ada bukti penularan HIV-AIDS karena CPR