Selasa, 04 Oktober 2011

DIVERTICULITIS

DIVERTICULITIS

Definisi Diverticulitis

Diverticulitis adalah suatu kondisi dimana diverticuli pada kolon (usus besar) pecah. Pecahnya berakibat pada infeksi pada jaringan-jaringan yang mengelilingi usus besar.

Definisi Diverticulosis

Kolon (usus besar) adalah suatu struktur seperti tabung yang panjang yang menyimpan dan kemudian mengeliminasi material sisa. Tekanan didalam usus besar menyebabkan kantong-kantong dari jaringan yang menonjol keluar yang mendorong keluar dari dinding-dinding usus besar ketika seseorang menua (menjadi tua). Suatu kantong yang menonjol yang mendorong keluar dari dinding usus besar disebut suatu diverticulum. Lebih dari satu kantong yang menonjol dirujuk sebagai diverticula. Diverticula dapat terjadi diselururuh usus besar namun adalah paling umum dekat ujung dari usus besar kiri yangdisebut sigmoid colon. Kondisi yang mempunyai diverticula ini pada usus besar disebut diverticulosis.

Seorang pasien dengan diverticulosis mungkin mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala. Ketika suatu diverticulum pecah dan menjadi infeksi, kondisi ini disebut diverticulitis. Seorang pasien yang menderita dari diverticulitis akan mempunyai nyeri perut, kepekaan perut, dan demam. Ketika perdarahan berasal dari suatu diverticulum, ia disebut perdarahan diverticular. Seorang pasien yang menderita konsekwensi-konsekwensi dari diverticulosis pada usus besar dirujuk sebagai mempunyai penyakit diverticular.

Penyakit diverticular adalah umum didunia barat namun sangat jarang di area-area seperti Asia dan Africa. Penyakit diverticular meningkat dengan umur. Ia adalah tidak umum sebelum umur empat puluh, dan terlihat pada lebih dari lima puluh persen dari orang-orang yang berumur lebih dari enam puluh tahun di Amerika. Mengingat kebanyakan pasien-pasien dengan penyakit diverticular tidak mempunyai atau mempunyai sedikit gejala-gejala, beberapa pasien-pasien akan mengembangkan perdarahan, pecah dan infeksi (diverticulitis), sembelit, kejang-kejang perut, dan bahkan halangan usus besar.

Patofisiologi Diverticula

Dinding yang berotot dari usus besar bertumbuh menjadi lebih tebal seiring dengan umur. Penebalan dinding usus besar mungkin mencerminkan peningkatan tekanan-tekanan yang diperlukan oleh usus besar untuk mengeliminasi feces (tinja). Suatu diet yang rendah serat dapat menjurus pada feces yang kecil dan keras yang adalah sulit untuk dikeluarkan. Seiring waktu, kontraksi-kontraksi yang bertenaga pada usus besar mendorong lapisan dalam usus keluar (burut) melalui retakan-retakan pada dinding-dinding yang berotot. Kantong-kantong yang berkembang ini disebut diverticula.

Gejala-Gejala Penyakit Diverticular

Kebanyakan pasien-pasien dengan diverticulosis mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala. Kondisi diverticulosis pada individu-individu ini ditemukan secara kebetulan sewaktu tes-tes untuk persoalan-persoalan usus lain. Dua puluh persen dari pasien-pasien dengan diverticulosis akan mengembangkan gejala-gejala yang berhubungan dengan diverticulosis. Gejala-gejala yang paling umum dari penyakit diverticular termasuk:

  • kejang perut,
  • sembelit, dan
  • diare.

Gejala-gejala ini berkaitan dengan kesulitan untuk mengeluarkan feces sepanjang usus besar kiri yang dipersempit oleh penyakit diverticular.

Komplikasi-komplikasi yang lebih serius termasuk:

  • diverticulitis,
  • terkumpulnya nanah (abscess) pada pelvis,
  • halangan usus besar,
  • infeksi umum dari rongga perut (bacterial peritonitis), dan
  • perdarahan kedalam usus besar.

Suatu diverticulum dapat pecah, dan bakteri didalam usus besar dapat menyebar kedalam jaringan-jaringan yang mengelilingi usus besar menyebabkan diverticulitis. Sembelit atau diare mungkin juga terjadi. Suatu kumpulan dari nanah dapat berkembang disekitar diverticulum yang meradang, menjurus pada pembentukan dari suatu bisul-bisul (abscess), umumnya pada pelvis. Pada kejadian-kejadian yang jarang, diverticula yang meradang dapat mengikis kedalam kandung kemih, menyebabkan infeksi kandung kemih dan mengeluarkan gas waktu membuang air kecil (kencing). Peradangan pada usus besar dapat juga menjurus pada halangan usus besar. Dengan jarang, suatu diverticulum pecah secara bebas kedalam rongga perut menyebabkan suatu infeksi yang membahayakan nyawa yang disebutperitonitis.

Perdarahan diverticular terjadi ketika diverticulum yang berkembang membesar mengikis kedalam suatu pembuluh darah pada dasar dari suatu diverticulum. Pengeluaran rektal dari darah dan gumpalan-gumpalan yang merah, gelap atau berwarna merah tua terjadi tanpa suatu nyeri perut yang berkaitan dengannya. Jarang, darah mungkin adalah hitam dari suatu diverticulum dari usus besar kanan. Perdarahan mungkin adalah terus menerus atau sebentar-sebentar, berlangsung beberapa hari.

Pasien-pasien dengan perdarahan yang aktif umumnya diopname di rumah sakit untuk pengamatan. Cairan-cairan intravena diberikan untuk mendukung tekanan darah. Transfusi-transfusi darah adalah perlu untuk mereka yang dengan kehilangan darah yang sedang sampai berat. Pada suatu individu yang jarang dengan perdarahan yang cepat dan berat, tekanan darah dapat jatuh (merosot), menyebabkan kepeningan, shock, dan kehilangan kesadaran. Pada kebanyakan pasien-pasien, perdarahan berhenti secara spontan dan mereka dipulangkan kerumah setelah beberapa hari di rumah sakit. Pasien-pasien dengan perdarahan yang menetap (gigih) dan berat memerlukan pengangkatan diverticula yang berdarah secara operasi.

Diagnosis Penyakit Diverticular

Sekali dicurigai, diagnosis dari penyakit diverticular dapat dikonfirmasikan oleh suatu keragaman dari tes-tes. Barium x-rays (barium enemas) dapat dilaksanakan untuk menggambarkan usus besar. Diverticula terlihat ketika barium mengisi kantong-kantong yang menonjol dari dinding usus besar.

Penggambaran langsung dari usus dapat dilakukan dengan tabung-tabung yang lentur yang dimasukkan melalui rectum dan dimajukan kedalam usus besar. Tabung-tabung yang pendek (sigmoidoscopes) atau tabung-tabung yang lebih panjang (colonoscopes) mungkin digunakan untuk membantu dalam diagnosis dan untuk mengeluarkan atau meniadakan penyakit-penyakit lain yang dapat meniru penyakit diverticular.

Pada pasien-pasien yang dicurigai mempunyai bisul-bisul (abscess) diverticular yang menyebabkan nyeri dan demam yang gigih, pengujian-pengujian ultrasound dan CT scan dari perut dan pelvis dapat dilakukan untuk mendeteksi kumpulan-kumpulan dari cairan nanah.

Penatalaksanaan Diverticulitis

Banyak pasien-pasien dengan diverticulosis mempunyai gejala-gejala yang minimal atau tidak ada gejala-gejala, dan tidak memerlukan perawatan spesifik yang mana saja. Suatu diet berserat yang tinggi dan suplemen-suplemen serat dinasehati untuk mencegah sembelit dan pembentukan lebih banyak diverticula.

Pasien-pasien dengan gejala-gejala nyeri perut yang ringan yang disebabkan oleh kejang otot di area dari diverticula mungkin mendapat manfaat dari obat-obat anti-kejang seperti:

  • chlordiazepoxide (Librax),
  • dicyclomine (Bentyl),
  • hyoscyamine, atropine, scopolamine, phenobarb (Donnatal), dan
  • hyoscyamine (Levsin).

Beberapa dokter-dokter juga merokomendasi penghindaran dari kacang-kacang, jagung, dan biji-bijian untuk mencegah komolikasi-komplikasi dari diverticulosis. Apakah pembatasan-pembatasan secara makanan ini bermanfaat adalah tidak pasti.

Ketika diverticulitis terjadi, antibiotik-antibiotik biasanya diperlukan. Antibiotik-antibiotik oral adalah cukup ketika gejala-gejalanya adalah ringan. Beberapa contoh-contoh dari antibiotik-antibiotik yang biasanya diresepkan termasuk:

  • ciprofloxacin (Cipro),
  • metronidazole (Flagyl),
  • cephalexin (Keflex), dan
  • doxycycline (Vibramycin).

Cairan atau makanan-makanan berserat dinasehati selama serangan-serangan akut dari diverticulitis. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah material yang melalui usus besar, yang akhirnya secara teori, mungkin memperburuk diverticulitis. Pada diverticulitis yang berat dengan demam tinggi dan nyeri, pasien-pasien diopname dan diberikan antibiotik-antibiotik secara intravena. Operasi diperlukan untuk mereka dengan halangan usus besar yang gigih atau bisul-bisul (abscess) yang tidak merespon pada antibiotik-antibiotik.

Operasi Untuk Diverticulitis

Diverticulitis yang tidak merespon pada perawatan medis memerlukan intervensi secara operasi. Operasi biasanya melibatkan pengaliran dari segala kumpulan-kumpulan dari nanah dan resection (pengangkatan secara operasi) dari segmen dari usus besar yang mengandung diverticuli, biasanya sigmoid colon. Oleh karenanya, pengangkatan secara operasi dari diverticula yang bverdarah adalah perlu untuk mereka dengan perdarahan yang gigih. Pada pasien-pasien yang memerlukan operasi untuk menghentikan perdarahan yang gigih, lokalisasi yang tepat menjadi penting sekali untuk memandu ahli bedah.

Adakalanya, diverticula dapat mengikis kedalam kandung kemih yang berdekatan, menyebabkan kekambuhan infeksi urin yang berat dan pengeluaran gas sewaktu kencing. Situasi ini jugamemerlukan operasi.

Adakalanya, operasi mungkin disarankan untuk pasien-pasien dengan kekambuhan serangan-serangan yang seringkali dari diverticulitis yang menjurus pada berkali-kali perawatan dengan antibiotik-antibiotik, opname-opname di rumah sakit, dan hari-hari kerja yang hilang. Sewaktu operasi, tujuannya adalah mengangka semua atau hampir semua dari usus besar yang mengandung diverticula dalam rangka untuk mencegah episode-episode dari diverticulitis di masa depan. Ada sedikit konsekwensi-konsekwensi jangka panjang dari resection (pengangkatan secara operasi) dari sigmoid colon untuk diverticulitis, dan operasi seringkali dapat dilakukan secara laparoskopi, yang membatasi nyeri setelah operasi dan waktu untuk sembuh.

Pencegahan Penyakit Diverticular

Sekali terbentuk, diverticula adala permanen. Tidak ada perawatan telah ditemukan untuk mencegah komplikasi-komplikasi dari penyakit diverticular.

Diet-diet tinggi serat meningkatkan limbak feces dan mencegah sembelit, dan secara teori mungkin membantu mencegah lebih jauh pembentukan diverticular atau perburukan dari kondisi diverticular. Beberapa dokter-dokter merekomendasi pencegahan kacang-kacangan, jagung, dan biji-bijian yang dapat menyumbat (mengisi) bukaan-bukaan dari diverticular dan menyebabkan diverticulitis. Apakah penghindaran dari makanan macam itu bermanfaat adalah tidak jelas.

Pasien-pasien dengan penyakit diverticular yang diketahui yang mengembangkan demam, kedinginan atau nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan harus memberitahu dokter mereka karena kemungkinan dari komplikasi-komplikasi dari diverticulitis. Suatu pengertian yang lebih baik tentang cara diverticula terbentuk dan menjadi terinfeksi akan mudah-mudahan menjurus pada penemuan dari cara-cara yang lebih efektif untuk mengendalikan kondisi-kondisi umum ini.