Kamis, 06 Oktober 2011

BRONKIOLITIS AKUT

BRONKIOLITIS AKUT

a. Definisi

Bronkiolitis merupakan suatu penyakit infeksi pada bronkiol yang menyebar ke paru-paru .Setelah terinfeksi maka ianya akan membengkak dan dipenuhi mucus sehingga menyebabkan kesukaran untuk bernafas.

b. Etiologi

· RSV/ Respiratory syncytial virus (95% kasus)

· Parainfluenza virus

· Adenovirus

· Rhinovirus

· Virus Influenza

· Mycoplasma pneumoni

c. Patofisiologi

1. Virus melekat pd sel epitel kolumner bersilia -> pembelahan virus, sitonekrosis, udem dan radang -> penyempitan lumen bronkiolus -> tekanan intratorak negatif selama inspirasi -> udara masuk, terperangkap dalam ruang alveolus -> hiperinflasi, ventilasi dan oksigenisasi terganggu

2. Obstruksi partial -> Emfisema

Obstruksi total -> Atelektasis

d. Gejala

· Dijumpai demam, dispneu dengan expiratory effort dan retraksi

· Nafas cepat dan dangkal disertai dengan nafas cuping hidung

· Sianosis sekitar hidung dan mulut

e. Pemeriksaan

Pemeriksaan Fisik : Inspeksi : Suhu subfebris, retraksi ICS

Perkusi : Hipersonor

Auskultasi : Ekspirasi Panjang, wheezing sound, ronkhi

Palpasi : Hepar lien teraba akibat hiper inflasi paru

Pemeriksaan penunjang :

· Pada pemeriksaan foto dada anteropasterior dan lateral dapat terlihat gambaran hiperinflasi paru (emfisema) dengan diameter anteroposterior membesar pada foto lateral serta dapat terlihat bercak konsolidasi yang tersebar.

· Analisis gas darah menunjukkan hiperkarbia sebagai tanda air trapping asidosis respiratorik/metabolik.

f. Penatalaksanaan

· Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan asetosal atau parasetamol; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan parasetamol.

· Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan, serta menghentikan kebiasaan merokok.

· Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.

· Kepada penderita dewasa diberikan Kotrimoksazol. Tetrasiklin 250 – 500 mg 4 x sehari. Eritromisin 250 – 500 mg 4 x sehari diberikan selama 7 – 10 hari. Dosis untuk anak : eritromisin 40 – 50 mg/kgBB/hari. Walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae.

· Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin.

· Bila ada tanda obstruksi pada pasien segera rujuk.

g. Diagnosa Banding

1. Asma bronkial

2. Aspirasi benda asing

3. Bronkopneumonia

4. Gagal jantung

5. Miokarditis

6. Fibrosis kistik

h. Komplikasi

1. Dehidrasi

2. Infeksi sekunder oleh bakteri

3. Pneumothorak

4. Emfisema paru

5. Gagal napas

i. Prognosis

· Tergantung berat-ringannya penyakit, cepatnya pengananan dan peny. penyerta (peny. jantung)

· Masa kritis 48-72 jam sesudah dispneu dimulai

· Angka,kematian < 1%