Sabtu, 21 April 2012

Gallstones (Batu Empedu)

Saya akan kembali ke masa 3 tahun yang lalu, tepatnya 13 Maret 2009. Ketika itu saya masih duduk di bangku SMP kelas 9. Sabtu yang mengejutkan, hari itu mama saya sedang ulang tahun. Memang di keluarga kami tidak ada yang namanya tradisi perayaan ulang tahun, tetapi tetap saja itu hari yang spesial untuk mama. Tapi hakikat spesial itu sirna ketika tante saya mengabarkan bahwa nenek yang ada di Klaten Jateng meninggal dunia! Suasana rumah langsung tegang, sedih, kacau. Sesaat setelah itu, kami sekeluarga pulang kampung ke Klaten.
KANAN: alm. nenek saya, saat masih sehat

Almarhumah nenek saya memang sudah sakit sejak lama, beliau menderita diabetes sejak umur 40-an tahun. Dan sakit beliau semakin parah sejak tahun 2008, beliau merasa perutnya sakit dan susah makan. Tiap beliau makan, nanti ujung-ujungnya dimuntahkan. Akhirnya keluarga disana memutuskan memeriksakan nenek saya ke rumah sakit. Awalnya nenek saya didiagnosa menderita maag, dan itu bertahan lama. Nenek saya mengonsumsi obat maag dalam kurun waktu yang cukup lama. Tapi maag berkepanjangan dan sakit yang semakin parah, membuat keluarga curiga. Sekitar 2 bulan sebelum nenek saya meninggal, diketahui juga ternyata nenek saya selama ini menderita Batu Empedu ! Heran, bagaimana bisa rumah sakit salah mendiagnosis.

Keluarga kami sangat menyesal, batu empedu bukan penyakit yang mematikan. Bisa diambil dengan tindakan medis, layaknya batu ginjal. Tapi saat itu nenek saya sudah dalam kondisi yang sangat lemah, dokter pun angkat tangan, tidak berani melakukan tindakan operasi dalam keadaan seperti itu. Lagi-lagi kita harus serahkan pada takdir. Ini sudah menjadi jalan hidup nenek. Semoga nenek bahagia disana. Al fatihah khususon ilaa "nenek saya", Al fatihah ...

Kasus yang menimpa nenek, membuat saya penasaran dengan apa itu batu empedu. Disini saya akan mencoba membahasnya. Karena saya belum menjadi dokter, saya akan mengambil informasi dari sumber terpercaya: National Digestive Diseases Information Clearinghouse (NDDIC) - U.S Department of Health and Human Services klik sumber
Mari kita bahas, yuk...

APA ITU BATU EMPEDU?

Batu empedu adalah benda yang menyerupai batu kerikil (koral) berukuran kecil yang berkembang di kantong empedu. Kantong empedu adalah kantong kecil (berbentuk seperi buah pir) yang terletak di bawah liver, di abdomen kanan atas. Batu empedu terbentuk ketika cairan yang ada di kantong empedu mengeras menjadi batu-batu kecil. Cairan tersebut adalah empedu, yang membantu pencernaan lemak.

Empedu mengandung air, kolesterol, lemak, garam empedu, protein dan bilirubin. Jika cairan empedu mengandung terlalu banyak kolesterol, garam empedu atau bilirubin, maka akan mengeras menjadi batu empedu.

Batu empedu dapat menghambat aliran empedu ke usus halus. Terkadang batu empedu yang bisa melewati saluran empedu akan menimbulkan peradangan di pankreas -disebut gallstone pancreatitis- kondisi yang berbahaya dan biasanya sangat menyakitkan. Jika saluran empedu terhambat untuk periode yang cukup lama, kerusakan berat atau infeksi dapat terjadi kantonh empedu, liver atau pankreas. Jika terlambat diobati, akibatnya akan fatal.

APA PENYEBABNYA?

Para ilmuwan percaya batu kolesterol terbentuk ketika empedu mengandung terlalu banyak kolesterol, bilirubin atau tidak cukupnya garam empedu. Atau juga bisa terjadi ketika kanton empedu tidak benar-benar kosong, ketidak seimbangan ini masih belum ditemukan penyebabnya.

Faktor lain yang juga berkontribusi dalam pembentukan batu empedu (khususnya batu kolesterol) adalah:
- Jenis kelamin, wanita dua kali lipat lebih berisiko.
- Faktor keturunan, batu empedu memungkinkan terjadi genetic-link
- Berat badan, penderita obesitas atau berat badan berlebih, umumnya lebih mudah menderita batu empedu
- Makanan, makanan berkolesterol tinggi dan rendah serat dapat memancing terbentuknya batu empedu.
- Berat badan turun drastis, kondisi ini menstimulasi liver untuk mensekresi kolesterol lebih banyak
- Umur, di atas 60 tahun tubuh biasanya memproduksi kolesterol lebih banyak ke empedu.
- Etnis, menurut sumber: orang Indian Amerika lebih berisiko dari etnis lain
- Minum obat penurun kolesterol, minum obat ini malah akan menambah produksi kolesterol ke empedu.
- Diabetes, orang yang menderita diabetes umumnya memiliki kadar asam lemak yang tinggi (triglycerides).    Asam lemak ini mempertinggi risiko terbentuknya batu empedu.

APA SAJA GEJALA BATU EMPEDU?

Saat batu empedu bergerak ke saluran empedu, maka akan terbentuk blokade. Tekanan di kantong empedu akan meningkat dan memunculkan beberapa gejala. Gejala ini disebut gallbladder attack karena datang secara tiba-tiba. Biasanya akan muncul setelah makan makanan berlemak, atau pada malam hari. Serangan ini akan mengakibatkan:
- nyeri kuat di bagian kanan atas abdomen, yang biasanya akan bertambah dengan cepat dalam 30 menit hingga beberapa jam
- nyeri di punggung, di antara dua tulang belikat.
- nyeri di bagian bawah bahu kanan.
Beritahu dokter jika mengalami gallbladder attack.

Orang yang mengalami gejala berikut harus segera lapor ke dokter:
- nyeri berkepanjangan - lebih dari 5 jam
- mual dan muntah-muntah
- demam (meskipun ringan) atau panas dingin
- kulit dan mata berwarna kekuning-kuningan
- tinja berwarna seperti tanah liat

Beberapa orang yang punya batu empedu tidak mengalami gejala; disebut silent gallstones. Ini tidak mengganggu fungsi kantong empedu, liver ataupun pankreas. Sehingga tidak membutuhkan pengobatan.

HAL-HAL PENTING TENTANG BATU EMPEDU:

- Batu empedu terbentuk ketika empedu mengeras di kantong empedu
- Batu empedu biasanya diderita oleh wanita yang berusia lanjut, kelebihan berat badan, konsumen obat penurun kolesterol dan penderita diabetes
- Gall bladder attack biasanya terjadi setelah makan, terutama makanan tinggi lemak
- Gejalanya mirip dengan penyakit-penyakit lain, misal serangan jantung dan maag. Sehingga DIAGNOSIS YANG AKURAT SANGAT DIPERLUKAN.
- Dapat menjadi sangat berbahaya bila terjebak di saluran empedu
- Operasi Laparoscopic adalah cara yang paling umum untuk mengambil batu empedu.

 Semoga artikel saya ini bermanfaat, dan saya berharap kasus yang menimpa almarhumah nenek saya dapat diminimalisir. Sekian, Salam Hoki !