Kamis, 21 Juli 2011

dr. Budi Eno SpPD


dr. Budi Eno
“Penanganan dan sosialisai mengenai HIV/AIDS tahun 2004, banyak mengalami kendala. Sulit mengubah stigma masyarakat yang cenderung mengucilkan penderita HIV/AIDS. Di Singkawang, sekarang stigma ini telah berubah. Mereka bisa lebih memahami para penyandang HIV/AIDS,” ujar dr. Budi Eno, SpPD, peraih Kimia Farma Award 2010 untuk kategori Individu, saat ditemui di Hotel Midplaza, Jakarta. Award PT Kimia Farma diberikan sebagai apresiasi kepada individu dan lembaga yang giat dalam penaggulangan HIV/AIDS.
Menurut dr. Budi Eno, HIV merupakan penyakit berbahaya yang prevalensinya terus meningkat di dunia mau pun di Indonesia. Penularan umumnya melalui hubungan seks berisiko atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Maka, ”Saya mendukung program kondomisasi dan penggadaan jarum suntik steril untuk menurunkan angka penderita HIV/AIDS di Indonesia.”
Dalam pengobatan penderita HIV/AIDS, ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama pencegahan; ini penting dilakukan untuk mengurangi angka pertumbuhan penderita. Kedua pengobatan pasien yang telah terinfeksi dengan ARV (anti retroviral) dan pendampingan bagi penderita. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan rasa percaya diri pasien sehingga tidak mudah putus asa, bertanggung jawab bagi diri sendiri dan kepada masyarakat, dengan tidak menularkannya kepada orang lain.
“Satu hal yang selama ini tidak terfikirkan adalah, bagaimana kita memberdayakan pasien. Mereka butuh makan dan pekerjaan, demi kelangsungan hidupnya. Percuma memberikan obat, kalau kita tidak memberdayakan mereka. Bisa-bisa mereka mati karena kelaparan,” ujarnya. Di Singkawang, sekitar 150 km dari Pontianak, Kalimantan Barat, ia  memberdayakan pasien di sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). 
Hobi main tenis dan bola, membuatnya “wajib” ke Pontianak bila di sana ada pertandingan bola atau tennis.  Mantan juara bridge nasional ini menjaga kesehatan dengan jalan kaki, tidak merokok,  mengonsumsi makan bergizi dan mengendalikan stress. “Dalam hidup kita butuh stress untuk maju. Stress perlu diperlakukan secara wajar,” ujarnya.(ant)