Senin, 27 Februari 2012

Florence Nightingale

Florence Nightingale.Alhamdulillah setelah kemarin memposting mengenai bertukar link dan mendapatkan respon yang positif dari sahabat-sahabat blogger yang berkenan bertukar link dengan Blog Keperawatan ini, saya sampaikan terima kasih atas support nya sahabat semuanya, maka kali ini kita sharing sesuatu hal tentang keperawatan kembali yaitu sejarah sang pelopor dalam bidang keperawatan yaitu Florence Nightingale dan semoga biografi pelopor keperawatan ini dapat bermanfaat sahabat.

Perlu kiranya kita menatap ke belakang ke tahun 1820 sebagai pedoman bagi keperawatan untuk melangkah ke masa abad ke-21 pada millennium 3 guna menghadapi semua tantangan pelayanan keperawatan yang semakin kompleks ini.

Adalah seorang Florence Nightingale pelopor perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama Bidadari Berlampu (The Lady With The Lamp) atas jasa-jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia.

Florence Nightingale menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada perhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetail menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Inggris.

Mari Kita Simak Kembali Biografi Singkat Florence Nightingale :

Florence Nightingale lahir tanggal 12 Mei 1820 di Florence, Italia, dalam suatu perjalanan panjang keliling Eropa. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. Florence Nightingale memiliki seorang kakak perempuan bernama Parthenope. anak pertama, lahir di Napoli, Yunani. Beliau adalah seorang anak bangsawan Inggris yang kaya, beradab dan bercita-cita tinggi yang bernama William Edward Nightingale.

Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya, William Edward Nightingale yang merupakan seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London, Inggris. Sementara ibunya adalah keturunan ningrat dan keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Pendidikan didapat dari ayahnya, ia belajar bermacam-macam bahasa yaitu bahasa Latin, Yunani, Perancis, dan lain-lain. Ia senang memelihara binatang yang sakit, selain itu ia senang bersama ibunya mengunjungi orang miskin yang sakit serta rajin beribadah.

Pada masa remaja mulai terlihat perilaku Florence dan kakaknya yang kontras, Parthenope hidup sesuai dengan martabatnya sebagai putri seorang tuan tanah. Pada masa itu wanita ningrat, kaya, dan berpendidikan aktifitasnya cenderung bersenang-senang saja dan malas, sementara Florence sendiri lebih banyak keluar rumah dan membantu warga sekitar yang membutuhkan. Pada suatu ketika, pada saat Florence berdoa dengan hikmat ia mendengar suara Tuhan bahwa dalam hidupnya menanti sebuah tugas, saat itu usianya tujuh belas tahun. Akhirnya Pada tanggal 7 Februari 1837 dia menulis di buku hariannya tentang pengalamannya itu dengan judul “Tuhan berbicara kepadaku dan memanggilku untuk melayani-Nya. Tetapi pelayanan apa?”

florence nightingale,pelopor keperawatan,Blog Keperawatan

Dia menyadari bahwa dirinya merasa bersemangat dan sangat bersukacita bukan karena status sosial keluarganya yang kaya tetapi merasa bersemangat disaat ia merawat keluarga-keluarga miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar rumah keluarganya serta ia sangat gemar mengunjungi pasien-pasien di berbagai klinik dan rumah sakit.

Sebagai keluarga yang berasal dari kalangan mapan, keinginan Florence untuk berkarier sebagai perawat mendapat tantangan keras. Ibu dan kakaknya sangat keberatan dengan jalur yang hendak ditempuh Florence. Sedangkan ayahnya, meski mendukung kegiatan kemanusiaan yang dilakukan putrinya ini, juga tidak ingin Florence menjadi perawat.

Pada masa itu, pekerjaan sebagai perawat memang dianggap pekerjaan yang hina, alasannya:
  • perawat disamakan dengan wanita tuna susila atau “buntut” (keluarga tentara yang miskin) yang mengikuti ke mana tentara pergi;
  • profesi perawat banyak berhadapan langsung dengan tubuh dalam keadaan terbuka sehingga profesi ini dianggap sebagai profesi yang kurang sopan untuk wanita baik-baik, selain itu banyak pasien memperlakukan wanita yang tidak berpendidikan yang berada di rumah sakit dengan tidak senonoh;
  • perawat di Inggris pada masa itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena alasan-alasan tersebut di atas;
  • perawat masa itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.

Namun hasrat Florence adalah tetap menjadi perawat. Ketika berumur 20 tahun ia meminta ijin kepada orang tuanya untuk memasuki rumah sakit dan mempelajari keperawatan, tetapi orang tuanya tetap tidak mengijinkan karena rumah sakit pada saat itu keadaannya sangat memprihatinkan. Walaupun dilarang, semangat Florence untuk menjadi perawat tidak pupus.

Pada suatu saat neneknya sakit, disinilah ia mendapat kesempatan untuk merawatnya sampai neneknya meninggal. Dengan pengalaman tersebut bertambahlah pengalaman Florence dalam merawat orang sakit. Florence berpendapat bahwa ia perlu menuntut ilmu agar dapat menjalankan pekerjaan perawat dengan baik. Pendapatnya yang lain adalah dengan menolong sesama manusia berarti pula mengabdikan diri kepada Tuhan.

Dia bertanya kepada seorang dokter tamu dari Amerika, Dr. Samuel Howe, “Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris mencurahkan hidupnya untuk menjadi seorang perawat?” Dr. Samuel Howe menjawab, “Di Inggris, semua yang tidak biasa dianggap tidak layak. Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau tidak wajar bagi seorang wanita terhormat bila melakukan suatu pekerjaan yang membawa kebaikan bagi orang lain.”

Florence sering bertanya-tanya, mengapa gereja Protestan tidak seperti Catholic Sisters of Charity suatu jalan bagi para wanita untuk mencurahkan hidupnya dengan melayani orang lain. Dr. Howe menceritakan kepadanya tentang Kaiserworth di Jerman, didirikan oleh Pendeta Theodor Fliedner. Tempat itu mempunyai rumah sakit yang dilengkapi ratusan tempat tidur, sekolah perawatan bayi, sebuah penjara berpenghuni dua belas orang, sebuah rumah sakit jiwa untuk para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan sekolah pelatihan untuk para perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan selalu diikuti dengan doa, dengan semangat tinggi Florence menanggapi cerita Dr. Howe bahwa Kaiserworth adalah tujuannya.

Pada bulan Juli 1850, di usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi ke Kaiserworth di Jerman. Setahun kemudian, dia pulang ke rumah dan tinggal selama tiga bulan. Dia pulang dengan sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus membebaskan diri dari kehidupannya yang terkekang.

Tiga tahun kernudian, dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang pertama sebagai pengawas di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances. Dia memasukkan pemikiran-pemikiran baru ke dalam institusi itu dan menerapkan beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke setiap lantai, elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat langsung memanggil para perawat dengan menekan bel.

Dia juga menetapkan bahwa institusi tersebut bukan institusi sekte, institusi tersebut menerima semua pasien dari semua denominasi dan agama. Di sini ia beragumentasi sengit dengan Komite Rumah Sakit karena mereka menolak pasien yang beragama Katolik. Florence mengancam akan mengundurkan diri, kecuali bila komite ini merubah peraturan tersebut dan memberinya izin tertulis berbunyi; “rumah sakit akan menerima tidak saja pasien yang beragama Katolik, tetapi juga Yahudi dan agama lainnya, serta memperbolehkan mereka menerima kunjungan dari pendeta-pendeta mereka, termasuk rabi, dan ulama untuk orang Islam”

Komite Rumah Sakit pun merubah peraturan tersebut sesuai permintaan Florence.
Ternyata , Florence harus menanti cukup lama hingga ia bisa menjadi seorang perawat, yaitu sekitar lima belas tahun. Waktu yang sedemikian ini belakangan diyakini Florence sebagai kehendak Tuhan yang menyatakan bahwa dirinya harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum terjun sebagai seorang perawat.

Perannya dalam Perang Krimea

Pada tahun 1854, ketika Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Rusia untuk menguasai Krimea dan Konstantinopel (pintu gerbang menuju Timur Tengah). Banyak prajurit yang gugur dalam pertempuran, namun yang lebih menyedihkan lagi adalah tidak adanya perawatan untuk para prajurit yang sakit dan luka-luka.

Keadaan memuncak ketika seorang wartawan bernama William Russel pergi ke Krimea. Dalam tulisannya untuk harian TIME ia menuliskan bagaimana prajurit-prajurit yang luka bergelimpangan di tanah tanpa diberi perawatan sama sekali dan bertanya, “Apakah Inggris tidak memiliki wanita yang mau mengabdikan dirinya dalam melakukan pekerjaan kemanusiaan yang mulia ini?”.

Hati rakyat Inggrispun tergugah oleh tulisan tersebut. Florence merasa masanya telah tiba, ia pun menulis surat kepada menteri perang saat itu, Sidney Herbert, untuk menjadi sukarelawan.

Pada pertemuan dengan Sidney Herbert terungkap bahwa Florence Nightingale adalah satu-satunya wanita yang mendaftarkan diri. Di Krimea prajurit-prajurit banyak yang mati bukan karena peluru dan bom, namun karena tidak adanya perawatan, dan perawat pria jumlahnya tidak memadai. Ia meminta Florence untuk memimpin gadis-gadis sukarelawan dan Florence menyanggupi.

Sebagai Menteri Perang, Sidney Herbert meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi rumah sakit militer di Scutari, Turki. Florence menggunakan kesempatan ini. Dia berangkat bersama sebuah tim pilihan yang terdiri dari 38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang mempunyai pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma, perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati Anglikan yang berpengalaman di bidang penyakit kolera. Teman-temannya, Charles dan Selina Bracebridge juga turut bersama tim tersebut untuk mendorong semangatnya.

Tiba bulan November 1854 di Barak Selimiye, di Scutari dengan 38 rekan-rekannya, mereka mendarat di sebuah rumah sakit pinggir pantai di Scutari. Saat tiba disana kenyataan yang mereka hadapi lebih mengerikan dari apa yang mereka bayangkan.

Beberapa gadis sukarelawan terguncang jiwanya dan tidak dapat langsung bekerja karena cemas, semua ruangan penuh sesak dengan prajurit-prajurit yang terluka, dan beratus-ratus prajurit bergelimpangan di halaman luar tanpa tempat berteduh dan tanpa ada yang merawat.

Florence melihat para prajurit yang terluka, tidak dirawat dengan baik. Obat-obatan yang minim ditambah dengan tidak diperhatikannya kehigienisan sering membawa akibat yang fatal bagi pasien. Peralatan untuk menyiapkan makanan bagi para pasien pun tidak tersedia.

Selama perang berlangsung, Florence menghadapi tantangan berat untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para perawat wanita pun diperlukan di sebuah rumah sakit militer.

Dokter-dokter bekerja cepat pada saat pembedahan, mereka memotong tangan, kaki, dan mengamputasi apa saja yang membahayakan hidup pemiliknya, potongan-potongan tubuh tersebut ditumpuk begitu saja diluar jendela dan tidak ada tenaga untuk membuangnya jauh-jauh ke tempat lain. Bekas tangan dan kaki yang berlumuran darah menggunung menjadi satu dan mengeluarkan bau tak sedap.

Florence diajak mengelilingi neraka tersebut oleh Mayor Prince, dokter kepala rumah sakit tersebut dan menyanggupi untuk membantu.Florence melakukan perubahan-perubahan penting. Ia mengatur tempat-tempat tidur para penderita di dalam rumah sakit, dan menyusun tempat para penderita yang bergelimpangan di luar rumah sakit. Ia mengusahakan agar penderita yang berada di luar paling tidak bernaung di bawah pohon dan menugaskan pendirian tenda.

Penjagaan dilakukan secara teliti, perawatan dilakukan dengan cermat, perban diganti secara berkala, obat diberikan pada waktunya, lantai rumah sakit dipel setiap hari, meja kursi dibersihkan, baju-baju kotor dicuci dengan mengerahkan tenaga bantuan dari penduduk setempat. Akhirnya gunungan potongan tubuh, daging, dan tulang-belulang manusiapun selesai dibersihkan, mereka dibuang jauh-jauh atau ditanam.

Dalam waktu sebulan rumah sakit sudah berubah sama sekali, walaupun baunya belum hilang seluruhnya namun jerit dan rintihan prajurit yang luka sudah jauh berkurang. Para perawat sukarelawan bekerja tanpa kenal lelah hilir-mudik di bawah pengawasan Florence Nightingale.

Ia juga menangani perawat-perawat lain dengan tangan besi, bahkan mengunci mereka dari luar pada malam hari. Ini dilakukan untuk membuktikan pada orang tua mereka di tingkat ekonomi menengah, bahwa dengan disiplin yang keras dan di bawah kepemimpinan kuat seorang wanita, anak-anak mereka bisa dilindungi dari kemungkinan serangan seksual.

Ketakutan akan hal inilah yang membuat ibu-ibu di Inggris menentang anak perempuan mereka menjadi perawat, dan menyebabkan rumah sakit di Inggris ketinggalan dibandingkan di benua Eropa lainnya dimana profesi keperawatan dilakukan oleh biarawati dan biarawati-biarawati ini berada dibawah pengawasan Biarawati Kepala.

Pada malam hari saat perawat lain beristirahat dan memulihkan diri, Florence menuliskan pengalamannya dan cita-citanya tentang dunia keperawatan, dan obat-obatan yang ia ketahui.

Namun, kerja keras Florence Nightingale membersihkan rumah sakit tidak berpengaruh banyak pada jumlah kematian prajurit, malah sebaliknya, angka kematian malah meningkat menjadi yang terbanyak dibandingkan rumah sakit lainnya di daerah tersebut. Pada masa musim dingin pertama Florence berada disana sejumlah 4077 prajurit meninggal dirumah sakit tersebut. Sebanyak 10 kali lipat prajurit malah meninggal karena penyakit seperti: tifoid, kolera, dan disentri dibandingkan dengan kematian akibat luka-luka saat perang. Kondisi di rumah sakit tersebut menjadi sangat fatal karena jumlah pasien melimpah lebih banyak dari yang mungkin bisa ditampung, hal ini menyebabkan sistem pembuangan limbah dan ventilasi udara memburuk.

Pada bulan bulan Maret 1855, hampir enam bulan setelah Florence Nightingale datang, komisi kebersihan Inggris datang dan memperbaiki sistem pembuangan limbah dan sirkulasi udara, sejak saat itu tingkat kematian menurun drastis.

Namun Florence tetap percaya saat itu bahwa tingkat kematian disebabkan oleh nutrisi yang kurang dari suplai makanan dan beratnya beban pekerjaan tentara. Pemikiran ini baru berubah saat Florence kembali ke Inggris dan mengumpulkan bukti dihadapan Komisi Kerajaan untuk Kesehatan Tentara Inggris (Royal Commission on the Health of the Army), akhirnya ia meyakinkan bahwa saat itu para prajurit di rumah sakit meninggal akibat kondisi rumah sakit yang kotor dan memprihatinkan.

Hal ini berpengaruh pada karirnya di kemudian hari dimana ia gigih mengkampanyekan kebersihan lingkungan sebagai hal yang utama. Kampanye ini berhasil dinilai dari turunnya angka kematian prajurit pada saat damai (tidak sedang berperang) dan menunjukkan betapa pentingnya disain sistem pembuangan limbah dan ventilasi udara sebuah rumah sakit.
Bidadari Berlampu

Pada suatu kali, saat pertempuran dahsyat di luar kota telah berlalu, seorang bintara datang dan melapor pada Florence bahwa dari kedua belah pihak korban yang berjatuhan banyak sekali.

Florence Nightingale menanti rombongan pertama, namun ternyata jumlahnya sedikit, ia bertanya pada bintara tersebut apa yang terjadi dengan korban lainnya. Bintara tersebut mengatakan bahwa korban selanjutnya harus menunggu sampai besok karena sudah terlanjur gelap. Florence memaksa bintara tersebut untuk mengantarnya ke bekas medan pertempuran untuk mengumpulkan korban yang masih bisa diselamatkan karena bila mereka menunggu hingga esok hari korban-korban tersebut bisa mati kehabisan darah. Saat bintara tersebut terlihat enggan mengantarnya, Florence mengancam akan melaporkannya kepada Mayor Prince.

Berangkatlah mereka berenam ke bekas medan pertempuran, semuanya pria, hanya Florence satu-satunya wanita. Florence dengan berbekal lentera membalik dan memeriksa tubuh-tubuh yang bergelimpangan, membawa siapa saja yang masih hidup dan masih bisa diselamatkan, termasuk prajurit Rusia. Malam itu mereka kembali dengan membawa lima belas prajurit, dua belas prajurit Inggris dan tiga prajurit Rusia.

Semenjak saat itu setiap terjadi pertempuran, pada malam harinya Florence berkeliling dengan lampu untuk mencari prajurit-prajurit yang masih hidup dan mulailah ia terkenal sebagai bidadari berlampu yang menolong di gelap gulita. Banyak nyawa tertolong yang seharusnya sudah meninggal.

Selama perang Krimea, Florence Nightingale mendapatkan nama “Bidadari Berlampu”. Pada tahun 1857 Henry Longfellow, seorang penyair AS, menulis puisi tentang Florence Nightingale berjudul “Santa Filomena“, yang melukiskan bagaimana ia menjaga prajurit-prajurit di rumah sakit tentara pada malam hari, sendirian, dengan membawa lampu.

“Pada jam-jam penuh penderitaan itu, datanglah bidadari berlampu untukku”
Pulang ke Inggris

Florence Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan pada tanggal 7 Agustus 1857, semua orang tahu siapa Florence Nightingale dan apa yang ia lakukan ketika ia berada di medan pertempuran Krimea, dan menurut BBC, ia merupakan salah satu tokoh yang paling terkenal setelah Ratu Victoria sendiri. Nightingale pindah dari rumah keluarganya di Middle Claydon, Buckinghamshire, ke Burlington Hotel di Piccadilly. Namun, ia terkena demam, yang disebabkan oleh Bruselosis (“demam Krimea”) yang menyerangnya selama perang Krimea.
Karir Selanjutnya

Sekembalinya Florence ke London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama “Dana Nightingale”, dimana Sidney Herbert menjadi Sekertaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah ₤ 45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyeamatkan banyak jiwa dari kematian.

Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama, bahkan saat itu perawat-perawat pria jarang ada yang berpendidikan.

Warisan-warisan Florence Nightingale
Salah satu warisan yang sangat berharga dari Florence ialah sistem kesehatan publik. Sistem tersebut menunjukkan keyakinannya akan hukum Tuhan, Sang Pencipta segalanya. Pendekatannya juga menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit secara konsisten.

Ia mencetuskan perilaku hidup yang sehat dengan :
  • rumah yang layak huni (sesuatu yang langka di masanya, bahkan bagi mereka yang hidup makmur);
  • air dan udara yang bersih;
  • nutrisi yang baik;
  • kelahiran yang aman (tingkat kematian dalam proses kelahiran maupun pasca kelahiran karena demam);
  • perawatan anak yang benar, yang ditunjukkan dengan tidak satu anak pun yang menjadi pekerja.

Florence berargumen bahwa dengan adanya sekolah perawat, maka profesi perawat akan menjadi lebih dihargai, ibu-ibu dari keluarga baik-baik akan mengijinkan anak-anak perempuannya untuk bersekolah disana dan masyarakat akan lain sikapnya menghadai seseorang yang terdidik.

Sekolah tersebut pun didirikan di lingkungan rumah sakit St. Thomas Hospital, London. Dunia kesehatan menyambut baik pembukaan sekolah perawat tersebut.

Saat dibuka pada tanggal 9 Juli 1860 berpuluh-puluh gadis dari kalangan baik-baik mendaftarkan diri, perjuangan Florence di Semenanjung Krimea telah menghilangkan gambaran lama tentang perempuan perawat. Dengan didirikannya sekolah perawat tersebut telah diletakkan dasar baru tentang perawat terdidik dan dimulailah masa baru dalam dunia perawatan orang sakit. Kini sekolah tersebut dinamakan Sekolah Perawat dan Kebidanan Florence Nightingale (Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery) dan merupakan bagian dari Akademi King College London.

Sebagai pimpinan sekolah Florence mengatur sekolah itu dengan sebaik mungkin. Tulisannya mengenai dunia keperawatan dan cara mengaturnya dijadikan bahan pelajaran di sekolah tersebut.Saat tiba waktunya anak-anak didik pertama Florence menamatkan sekolahnya, berpuluh-puluh tenaga pemudi habis diambil oleh rumah sakit sekitar, padahal rumah sakit yang lain banyak meminta bagian.

Perawat lulusan sekolah Florence pertama kali bekerja pada Rumah Sakit Liverpool Workhouse Infirmary. Ia juga berkampanye dan menggalang dana untuk rumah sakit Royal Buckinghamshire di Aylesbury dekat rumah tinggal keluarganya.

Dengan perawat-perawat terdidik, era baru perawatan secara modernpun diterapkan ditempat-tempat tersebut.

Dunia menjadi tergugah dan ingin meniru. Mereka mengirimkan gadis-gadis berbakat untuk dididik di sekolah tersebut dan sesudah tamat mereka diharuskan mendirikan sekolah serupa di negerinya masing-masing.

Pada tahun 1882 perawat-perawat yang lulus dari sekolah Florence telah tumbuh dan mengembangkan pengaruh mereka pada awal-awal pengembangan profesi keperawatan. Beberapa dari mereka telah diangkat menjadi perawat senior (matron), termasuk di rumah sakit-rumah sakit London seperti St. Mary’s Hospital, Westminster Hospital, St Marylebone Workhouse Infirmary dan the Hospital for Incurables (Putney); dan diseluruh Inggris, seperti: Royal Victoria Hospital, Netley; Edinburgh Royal Infirmary; Cumberland Infirmary; Liverpool Royal Infirmary dan juga di Sydney Hospital, di New South Wales, Australia.

Orang sakit menjadi pihak yang paling beruntung di sini, disamping mereka mendapatkan perawatan yang baik dan memuaskan, angka kematian dapat ditekan serendah mungkin. Buku dan buah pikiran Florence Nightingale menjadi sangat bermanfaat dalam hal ini.

Pada tahun 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Buku ini juga menjadi populer di kalangan orang awam dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia.

Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi.

Pada tahun 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita.

Pada tahun 1870-an, Linda Richards, “perawat terlatih pertama Amerika”, berkonsultasi dengan Florence Nightingale di Inggris, dan membuat Linda kembali ke Amerika Serikat dengan pelatihan dan pengetahuan memadai untuk mendirikan sekolah perawat. Linda Richards menjadi pelopor perawat di Amerika Serikat dan Jepang.

Pada tahun 1883 Florence dianugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria.

Pada tahun 1907 pada umurnya yang ke 87 tahun Raja Inggris, di hadapan beratus-ratus undangan menganugerahkan Florence Nightingale dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini.

Pada tahun 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London.
Meninggal Dunia

Florence Nightingale meninggal dunia di usia 90 tahun pada tanggal 13 Agustus 1910. Keluarganya menolak untuk memakamkannya di Westminster Abbey, dan ia dimakamkan di Gereja St. Margaret yang terletak di East Wellow, Hampshire, Inggris.

Demikian tadi sahabat mengenai biografi pelopor keperawatan yaitu Florence Nightingale dan semoga bermanfaat

Referensi :

* Baly, Monica E. and H. C. G. Matthew, “Nightingale, Florence (1820–1910)”; Oxford Dictionary of National Biography, Oxford University Press (2004); online edn, May 2005 accessed 28 Oct 2006

* Pugh, Martin; The march of the women: A revisionist analysis of the campaign for women’s suffrage 1866-1914, Oxford (2000), at 55.

* Soeroto, A. Florence Nightingale, Bidadari Berlampu. Penerbit Djambatan. Seri “Kisah orang-orang yang telah berjasa”. Cetakan pertama 1974. ISBN 979 428 073 9.

* Sokoloff, Nancy Boyd.; Three Victorian women who changed their world, Macmillan, London (1982)

* Webb, Val; The Making of a Radical Theologician, Chalice Press (2002)

* Woodham Smith, Cecil; Florence Nightingale, Penguin (1951), rev. 1955

* Florence Nightingale Museum. 2003. Florence Nightingale, dalam

http://www.florence-nightingale.co.uk/flo2.htm.

McDonald, Lynn. 2000. Florence Nightingale and the Foundations of Public Health Care, dalam

http://www.sociology.uoguelph.ca/fnightingale/Public%20Health%20Care/dalpaper.htm.

2005. Florence Nightingale: Faith and Work, dalam

http://www.sociology.uoguelph.ca/fnightingale/spirituality/faith.htm.

The Collected Work of Florence Nightingale. 2005. Florence Nightingale at Prayer, dalam

http://www.sociology.uoguelph.ca/fnightingale/spirituality/Nightingale-Prayer.htm.

Wikipedia. 2007a. Florence Nightingale, dalam

http://en.wikipedia.org/wiki/Florence_Nightingale.

2007b. Florence Nightingale, dalam

http://id.wikipedia.org/wiki/Florence_Nightingale.

Minggu, 26 Februari 2012

Bagaimana Cara Memperkuat Penis Pria


Blog Dokter - Penis sebagai perpanjangan tubuh yang membagi pasokan darah oksigen dan nutrisi ke organ lain. Jika ada sesuatu yang salah dengan tubuh, penis juga akan terpengaruh.

"Disfungsi ereksi dapat didiagnosis tidak hanya untuk disfungsi ereksi, tetapi juga untuk diagnosis awal gejala penyakit lain, misalnya, untuk memprediksi serangan jantung. Kerusakan pada arteri selama bertahun-tahun akibat penyakit jantung mempengaruhi arteri kecil di penis , "kata Christopher Steidle, MD, profesor klinis urologi di Indiana University Medical Center di Fort Wayne.

Itulah salah satu alasan untuk menghindari obat-obatan seperti Viagra. Langkah-langkah berikut yang diluncurkan dari MensHealth, Rabu (22/02/2012) akan membuat kehidupan seks Anda untuk menghindari disfungsi ereksi dan gejala lain dari penyakit tanpa minum obat kuat.

A. Matikan rokok
Untuk perokok, peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, kanker paru, dan kanker kandung kemih sudah di depan mata. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Urology juga menemukan bahwa merokok menyebabkan kerusakan pada arteri yang menggandakan risiko total disfungsi ereksi.

"Kabar baiknya, jika ia berhenti merokok pada usia 50 atau sebelumnya, maka kerusakan bisa diperbaiki," kata Andre Guay, MD, direktur Klinik Lahey untuk Fungsi Seksual di Massachusetts.

Ketika Dr Guay ukuran impotensi ereksi pada 10 perokok yang rata-rata 49 tahun, ia melihat ereksi peningkatan 40% hanya dengan satu hari tidak merokok. Para peneliti di Royal College of Surgeons di Irlandia menemukan bahwa taurin, asam amino yang ditemukan dalam ikan, juga bisa membantu menyembuhkan arteri yang rusak akibat merokok.

2. Mengatasi stres
Semua orang tahu stres bisa menekan kondisi psikologis. Ketegangan bisa dirasakan lebih berbahaya karena melepaskan hormon epinefrin, adrenalin seperti hormon yang pergi langsung ke arteri dan perlahan-lahan merusaknya.

"Stres dalam jangka panjang dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah," kata Dr J. Stephen Jones, MD, FACS, seorang urolog di Cleveland Clinic juga penulis dari 'Mengatasi impotensi: Sebuah Urologist Terkemuka Kepadamu Semuanya Anda Harus Tahu '.

Bisa melembutkan ereksi mengeras arteri. Pikiran bahwa stres akan meningkatkan kadar epinefrin. Di sisi lain, jika fokus saat ini, tingkat epinefrin akan berkurang dan pada akhirnya meningkatkan kapasitas ereksi.

3. Berhenti mendengkur
"Mendengkur bisa mengganggu kehidupan seks Anda Semua jaringan tubuh membutuhkan oksigen untuk tetap sehat dan jaringan penis yang sangat sensitif.. Ketika mendengkur, kemudian kekurangan oksigen ke jaringan lain," kata Dr Jones.

Mengobati mendengkur dengan obat tanpa resep tidak akan membantu. Sebuah studi yang dilakukan Angkatan Udara AS menunjukkan bahwa produk anti-mendengkur tidak efektif tanpa resep. Sebaliknya, cobalah menempatkan batu bata di bawah tiang ranjang di kepala untuk kepala sedikit terangkat.

"Mendengkur adalah banyak disebabkan oleh gravitasi. Mengangkat tubuh tanpa menekuk leher akan mengubah efek gravitasi pada jaringan lunak tenggorokan," kata Phillip Westerbrook, MD, pendiri pusat gangguan tidur di Klinik Mayo.

4. Makan coklat hitam
Coklat Epicatechins gelap mengandung flavonoid yang memicu pelepasan bahan kimia yang dapat melebarkan dinding pembuluh darah. Penelitian University of California di San Francisco menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 1,6 ons dark chocolate setiap hari akan meningkatkan pelebaran pembuluh darah lebih dari 10%. Meskipun penelitian ini tidak dilakukan secara khusus pada jaringan penis, tetapi apa yang bermanfaat bagi tubuh akan bermanfaat ke penis juga.

"Mempertahankan lapisan pembuluh darah yang sehat adalah penting untuk memastikan aliran dalam arteri yang baik," kata Kevin McVary, MD, profesor urologi di Northwestern University.

5. Rendah kadar estrogen
"Pria lebih sulit untuk mengubah testosteron menjadi estrogen, dan kadar testosteron lebih rendah dengan tingkat estrogen yang lebih tinggi tidak baik untuk fungsi ereksi," kata Larry Lipshultz, MD, penasihat medis dan laki-laki kepala pengobatan reproduksi pria di Baylor College of Medicine.

Untungnya, menurunkan berat badan dapat membuang kelebihan estrogen dan meningkatkan kehidupan seks Anda. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa sepertiga dari pria obesitas dengan BMI 30 atau lebih dan telah terbukti memperbaiki disfungsi ereksi setelah penurunan berat badan dari 10%.

6. Akupunktur
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Penelitian impotensi menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu mengobati disfungsi ereksi yang dipicu oleh faktor psikologis. 64% pria yang menjalani akupunktur selama 6 minggu dapat mengembalikan fungsi seksual dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

"Pada disfungsi ereksi psikogenik, pasien memiliki masalah dengan keseimbangan dan parasimpatisnya sistem saraf simpatik. Obat Tradisional Cina mencoba untuk mengembalikan keseimbangan," kata Paul Engelhardt MD, penulis penelitian.

7. Memperkuat otot dasar panggul
Kebugaran terlatih adalah salah satu cara terbaik untuk mengobati disfungsi ereksi. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa obat tradisional dengan melatih otot dasar panggul juga efektif dalam mengobati disfungsi ereksi.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 55 pria impoten, 40% dari otot-otot dasar panggul, juga disebut latihan Kegels, setiap hari selama 6 bulan dapat kembali ke fungsi seksual yang normal.

Ternyata, kontraksi otot-otot digunakan untuk menghentikan urin juga juga dapat mencegah penyumbatan aliran darah selama ereksi. Tegang dan mengendurkan otot-otot panggul kapan saja sambil duduk atau sambil berbaring. Lakukan sampai 18 kontraksi per hari, dengan setiap sesi selama 10 detik.

"Kecuali orang yang memiliki sakit punggung parah, semua orang dengan disfungsi ereksi dapat melakukan latihan dasar panggul," kata Grace Dorey, Ph.D., penulis penelitian.

8. Buka lemari obat Anda
Banyak obat resep dapat menyebabkan disfungsi seksual. Salah satunya adalah obat penurun kolesterol, simvastatin. Pada titik ini, mungkin mempertimbangkan mengonsumsi Viagra, Cialis, atau Levitra untuk merangsang aliran darah ke penis.

Sabtu, 25 Februari 2012

DAFTAR RENCANA KEPERAWATAN


Rencana Asuhan Keperawatan
Rencana asuhan keperawatan itu sendiri menguraikan tentang asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada individu/keluarga /masyarakat. Rencana asuhan keperawatan berisi serangkaian tindakan yang akan diimplementasikan perawat untuk menyelesaikan/mendukung diagnosa keperawatan yang diidentifikasi dari proses pengkajian keperawatan. Penyusunan rencana asuhan keperawatan merupakan tahap dalam proses keperawatan. Nantinya akan menjadi panduan dalam proses asuhan keperawatan lanjutan dan membantu dalam evaluasi perawatan.
Karakteristik dari rencana asuhan keperawatan
  1. Bersifat holistik dan didasarkan pada penilaian klinis dari perawat, dengan menggunakan pengumpulan data (data objektif dan subjektif) dengan menggunakan kerangka keperawatan.
  2. Hal ini didasarkan pada identifikasi diagnosis keperawatan (aktual, risiko atau promosi kesehatan) - penilaian klinis tentang pengalaman/respon individu, keluarga, atau masyarakat terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang  aktual atau potensial
  3. Berfokus pada klien-spesifik hasil keperawatan yang realistis bagi klien/pasien
  4. Termasuk intervensi keperawatan yang berfokus pada faktor-faktor etiologi atau faktor risiko dari identifikasi diagnosis keperawatan.
  5. Merupakan hasil dari suatu proses yang sistematis yang disengaja.
  6. Terkait dengan masa depan.
Jika Rekan Perawat/ Mahasiswa Keperawatan memerlukan Rencana Keperawatan dari beberapa masalah keperawatan, silahkan KLIK DI SINI untuk mendownload Daftar Rencana Keperawatan yang kami susun secara alfabetik. Terimakasih, semoga konten kami dapat membantu rekan dalam menyusun Asuhan Keperawatan.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Keputihan Menahun


Blog Dokter - Keputihan adalah musuh bebuyutan bagi wanita, keputihan sangat mengganggu aktifitas wanita, apa lagi wanita dengan aktifitas tinggi seperti kerja kantor dan karir lainya, mengidap keputihan menjadi momok tentunya.

Sering diutarakan dalam berbagai seminar mengenai keputihan ini, bahwa kanker serviks sering berasal dari keputihan yang menhun, ini menjadi kunci pokok meminimalisasi angka kematian akibat kanker serviks dengan segera menanggulangi keputihan pada wanita sejak dini.

Berikut resep tradisional untuk menyembuhkan keputihan, yang sudah kami buktikan pada beberapa pasien remaja yang mengidap keputihan menahun : 

Bagaimana Cara Menyembuhkan Keputihan
Bahan :
1. Kunyit 3 biji di parut diambil airnya,
2. Ujungnya daun beluntas (daun muda) di tumbuk halus diambil airnya,
3. Gula aren secukupnya,
4. Asam jawa secukupnya,
Diaduk hingga rata, lalu di minum 1/2 gelas setiap mau tidur, dilakukan selama 1 minggu.
Silahkan mencoba …. terima kasih.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Keputihan Dengan Crystal X

Sebuah produk yang cukup fenomenal dalam dunia pengobatan herbal adalah Crystal X, produk ini telah memiliki pangsa pasar yang tepat sasaran yaitu untuk menyembuhkan keputihan. Trending yang cukup signifikan dengan bukti meningkatnya pengguna Crystal X menguatkan bahwa " Bagaimana Cara Menyembuhkan Keputihan " adalah menjadi solusi yang masih banyak dicari.

Cukup mudah Bagaimana Cara Menyembuhkan Keputihan dengan Crystal X, dengan memiliki produk ini yang bisa Anda beli dari Distributor Crystal X, Anda cukup menggunakanya 10 detik setiap pemakaian maka penderitaan Anda dengan keputihan akan segera teratasi. Keterangan lebih lengkap mengenai produk ini silahkan kunjungi website resmi nya di sini.


Daftar Dokumen Dalam TKHI/PPIH 2012

1. Foto copy KTP diperbesar 2X
2. Asli Lembar Cetakan Form Registrasi Online, Cap Basah dan tanda tangan diatas materai Rp. 6000
Ditempel foto terbaru ukuran 4x6 berwarna dengan latar belakang putih
3. Fotokopi Ijazah SD, Jika Hilang Harus disertakan Surat Keterangan Barang Hilang dari Kepolisian
4. Fotokopi Ijazah SMP, Jika Hilang Harus disertakan Surat Keterangan Barang Hilang dari Kepolisian
5. Fotokopi Ijazah SMU, Jika Hilang Harus disertakan Surat Keterangan Barang Hilang dari Kepolisian
6. Fotokopi Ijazah Pendidikan Tinggi sesuai peminatan tugas, Dilegalisir sesuai Ketentuan yang
berlaku (Keputusan Kepala BKN No.11 Tahun 2002,Terlampir)
7. Fotokopi SK terakhir, dilegalisir oleh Ka.Bag TU/ Kepegawaian Instansi
8. Fotokopi Buku Nikah (bagi yang sudah menikah)
9. Khusus Dokter :
- Fotokopi Sertifikat kegawat daruratan medik, Legalisir oleh Ka.Bag TU/Kepegawaian Instansi
- Fotokopi SIP
10. Khusus Perawat :
- Fotokopi Sertifikat Kegawat daruratan Medik, Legalisir oleh Ka.Bag TU/Kepegawaian Instansi
- Fotokopi SIP (Surat izin Perawat)
11. Asli Surat Keterangan Berbadan Sehat,Cap basah dan dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah di
Puskesmas atau RS, Minimal dikeluarkan Bulan Desember 2011

PERHATIAN
Lengkapi Dokumen Saudara dengan Baik dan Benar !!
Susunan Dokumen Diurut sesuai Nomor Urut Daftar dibawah
Ketidaksesuaian antara Dokumen yang dikirimkan dengan Form
isian online dan urutan dokumen (1 – 19) dinyatakan
TIDAK VALID

12. Fotokopi sertifikat workshop/symposium/ kursus tentang Kesehatan Haji (jika ada), Legalisir oleh
Ka.Bag TU/Kepegawaian Instansi
13. Asli surat izin dari Instansi, Cap Basah (form 1)
14. Asli surat pernyataan tidak hamil bagi petugas wanita, tanda tangan di atas materai Rp.6000 (form 2)
15. Asli Surat Pernyataan tidak memahrami/dimahrami, tanda tangan di atas materai Rp.6000 (form 3)
16. Asli Surat Pernyataan bersedia ditempatkan sesuai Kebutuhan saat operasional, tanda tangan di
atas materai Rp.6000 (form 4)
17. Asli Surat izin dari Suami/Orang Tua/Wali bagi petugas wanita (form 5)
18. Khusus PPIH sansur dan farmasi, asli surat pernyataan mahir mengoperasikan komputer dan
jaringan internet (form 6)
19. Asli Surat Pernyataan tidak dalam Proses Hukum (form 7)

UNTUK DIPERHATIKAN !
1. Calon petugas TKHI yang berasal dari unsur daerah (Puskesmas, Dinkes Kab/Kota, RSUD Kab
/Kota, RSUD Propinsi, Swasta di daerah) mengirimkan kelengkapan berkas dokumennya ke
PANITIA REKRUTMEN TKHI PROPINSI melalui PO BOX yang telah ditentukan sesuai
wilayah kerja Propinsi, untuk dilakukan verifikasi dan validasi dokumen.
2. Calon petugas TKHI/PPIH yang berasal dari unsur pusat (UPT Vertikal Kementerian
Kesehatan, Unit Utama Kementerian Kesehatan, Unit Utama Kementerian/Lembaga
lain/TNI/POLRI, Swasta (khusus PPIH) ) mengirimkan kelengkapan berkas dokumennya ke
PANITIA REKRUTMEN PKHI PUSAT melalui PO BOX yang telah ditentukan, untuk
dilakukan verifikasi dan validasi dokumen.
3. Dokumen pendaftar harus dikirimkan melalui PO BOX yang telah ditentukan, Dokumen yang
tidak mempunyai cap Pos (PO BOX) dinyatakan tidak valid
4. Dokumen hanya dikirimkan SATU KALI, tidak ada pengiriman dokumen susulan atau
tambahan
5. Semua Dokumen dikirimkan dalam urutan sesuai dengan daftar dokumen diatas (1 – 20) dan
dimasukkan ke dalam MAP sesuai ketentuan warna sebagai berikut :
a. Dokter, Dokter Gigi, Dokter Spesialis : Map Warna Hijau
b. Perawat : Map warna Merah
c. Sanitasi surveilans : Map warna Biru
d. Apoteker/ Asisten Apoteker : Map warna Kuning
e. Lainnya : Map warna Coklat
6. Bagi Dokter dan Perawat, sertifikat kegawat daruratan medik yang disertakan dalam dokumen
hanya Sertifikat yang masih berlaku
7. Ijazah pendidikan tinggi yang dilegalisir sesuai ketentuan, hanya yang sesuai dengan peminatan
tugas

Tukar Link

Tukar Link
Sahabat-sahabat semuanya, hari ini postingan kita tidak berkaitan dengan tema blog ini.Tetapi adalah mengenai sebuah ajakan untuk saling bertukar link.Karena para master dalam SEO mengatakan salah satu untuk bisa meningkatkan SEO dalam dunia blogging adalah dengan saling bertukar link.Saya yang baru belajar juga mencoba untuk bisa menerapkan hal ini.

tukar link, exchange link,Blog Keperawatan

Untuk itu sahabat maka marilah kita untuk saling bertukar link dan semoga kebersamaan kita akan semakin terjalin dengan lebih erat. Untuk itu sahabat bisa memasang link Blog Keperawatan dan saya pun akan memasang Link Sahabat di sini.
Terima kasih sahabat atas kerjasamanya ini.

Bila sahabat memasang link Blog Keperawatan di home page, maka kami juga memasangnya juga di home page.Bila di postingan maka kami juga memasangnya di sini.

Ini Link Blog Keperawatan sahabat :

Berikut Link-Link Sahabat Blog Keperawatan :
Mohon maaf kepada sahabat-sahabat blogger semuanya untuk sementara Blog Keperawatan tidak menerima pertukaran link di home page. Bila sahabat berkenan bertkar link di halaman ini silahkan sahabat meninggalkan link di sini. Terima kasih atas kerjasamanya.

Jumat, 24 Februari 2012

Hesman Sinaga

            “Dimarahi dokter, itu sudah biasa. Itulah justru yang menjadi penyemangat dan mendorong saya untuk bekerja lebih baik dan lebih baik lagi,” ujar Hesman Sinaga, Product Manager PT Sunthi Sepuri Indonesia. Awalnya, ia tidak pernah berpikir untuk menekuni dunia marketing farmasi. “Lulus FMIPA Universitas Sumatera Utara, yang ada di benak saya adalah mengirim lamaran ke semua perusahaan. Yang penting, saya bisa ke Ibukota Jakarta dan meraih sukses,” ujarnya.
Sempat menjadi guru dan dosen, ia merasa tidak bisa menikmati pekerjaan ini. “Saya nggak hobi mengajar,” ia tertawa. Maka, ketika mendapat panggilan dari sebuah perusahaan farmasi pada tahun 1993, untuk menjadi medical representative (MedRep), ia menerimannya. “Saya sama sekali tidak tahu apa itu Medrep, meski sudah diberi pelatihan selama 3 minggu saat baru pertama masuk.”
Ia menjadi MedRep sekitar 2,5 tahun, kemudian diangkat menjadi Field Supervisor. Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan. “Prinsip saya, di mana pun  bekerja saya akan dengan serius mendalami bidang yang harus dikerjakan,” ujarnya.
Banyak suka dukanya selama menjadi MedRep. “Selain  diomelin dokter,  bukan sekali dua saya diusir dokter,” ujarnya. Menurutnya, pekerjaan ini membutuhkan perjuangan tersendiri. Tak peduli hujan atau matahari bersinar terik, udara dingin atau panas, kalau harus ketemu dokter, tak ada alasan untuk menghindar sampai baju dan sepatunya basah kuyup. “Ada dokter yang marah karena saya bikin kotor tempat prakteknya. Ada juga yang senang, karena merasa dihargai.”
Di PT Sunthi Sepuri, ia merasa sangat nyaman. Sejak bergabung sekitar 14 tahun yang lalu, “Kayaknya saya nggak ingin pindah kerja lagi.” Kepuasannya dalam dunia marketing farmasi adalah ketika sukses meluncurkan produk baru. “Ada kepuasan tersendiri, ketika pruduk yang kita luncurkan laku di pasaran,” ujarnya.
Hobinya main bulutangkis dan tenis meja; meski belum pernah ikut kejuaraan, ia berani diadu di kedua cabang olahraga ini. Hobi bulutangkis sejak masih di Sekolah Dasar, idolanya adalah Liem Swie King yang terkenal dengan jump smash-nya.  Di kantor, usai jam kerja setiap hari Selasa dan Kamis ia bermain bulutangkis atau tenis meja, “Bareng teman kantor, untuk menghilangkan penat."