Sabtu, 25 Oktober 2008

Screening asymptomatic bacteriuria dengan leukosituria


dr hariyasa sanjaya spog
Screening asymptomatic bacteriuria pada kehamilan penulis lakukan di tempat praktek sore secara rutin saat usia kehamilan 30 minggu. Dari data yang diperoleh pada 138 pasien ternyata ditemukan leukosituria sebanyak 63 orang (45,65%) dengan rincian leukosituria semikuantitatif sebagai berikut: +1 sebanyak 37 orang(26,81%) ,+2 sebanyak 16 orang (11,59%) dan +3 sebanyak 10 orang (7,24%). Semua pasien dengan leukosituria tersebut diberikan antibiotic Monuril SD (Fosfomycin) sachet. Terdapat 2 kasus dengan ancaman persalinan preterm. Namun kedua kasus tersebut dapat dicegah terjadinya persalinan preterm.
Dari data di atas prevalensi luekosituria pada ibu hamil cukup tinggi yaitu 45,65%. Kemungkinan kontaminasi pada saat pengumpulan specimen urin mungkin saja terjadi. Walaupun dalam setiap pemeriksaan urin, pasien telah diberi penjelasan yang memadai tentang pengambilan urin pada pertengahan curah (midstream).
Data tersebut di atas memberikan pertanyaan apakah perlu skrining asymptomatic bacteruria pada kehamilan dilakukan? Dan untuk menghemat biaya apakah cukup dengan memeriksa leukosituria saja?
Penelitian yang dilakukan oleh Y Uncu, G Uncu, A Esmer, N Bilgel1 mendapatkan kesimpulan bahwa sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value dan negative predictive value untuk leucocyturia sebagai test screening untuk asymptomatic bacteriuria adalah 91.3%, 83.6%, 45.6% dan 98.5%, secara berurutan. Dan mereka mendiagnosis preterm labor pada enam dari 23 (26%) dengan asymptomatic bacteriuria dan 16 dari 163 (9.3%) orang dari kelompok wanita dengan kultur urin negatif.

Daftar pustaka
1.http://cat.inist.fr/?aModele=afficheN&cpsidt=14653131