Rabu, 28 Juli 2010

RUU Keperawatan dan hari kemerdekaan 17 Agustus

Masih ingatkah rekan perawat pada hari keperawatan 12 Mei 2008. Segenap perawat di seluruh Indonesia melakukan aksi demi disahkannya RUU Keperawatan (RUUK). Kini perkembangan mengenai pembahasan RUUK terkesan tenggelam oleh berbagai masalah lain. dari kasus perbankan sampai kasus pornografi individual telah menenggelamkan semangat perjuangan pengesahan RUUK. Haruskah kita demo terus, ataukah memang perlu diadakan mogok nasional agar suara Perawat dapat didengar, atau kita sama-sama mengumpulkan uang untuk membeli pengesahan itu.

Jika menilik perjuangan perawat dalam menegakan kemerdekaan RI, hal ini sangatlah tidak pantas, bukan anggota DPR yang berjuang di lapangan bersama pejuang untuk merebut kemerdekaan, bukan pula mentri kesehatan yang mendampingi pejuang mempertahankan kemerdekaan, tetapi para perawat yang senantiasa mendampingi para pejuang dalam perang kemerdekaan. lalu, apa balasan yang perawat terima sekarang. Nasib kita sama dengan para veteran yang setelah menyerahkan seluruh hidupnya untuk meraih kemerdekaan yang hanya bisa menjadi buruh pada masa tua nya.

Lalu apa arti kata "Merdeka" yang sebentar lagi akan kita rayakan. Bagi mereka yang telah memiliki kedudukan tinggi di atas sana, mereka mungkin telah meraih kemerdekaan. tapi bagi para veteran dan perawat, yang dulu sama-sama berjuang meraih kemerdekaan. Arti kata merdeka masih dalam angan-angan. Mungkin Ya sekarang kita tidak dijajah lagi. Namun, tak sadarkah rekan, bahwa sebenarnya sekarang kita telah dijajah oleh wakil kita sendiri. Bagi pemimpin muslim, tak wajar bila mereka mampu menikmati hidup sementara rakyatnya masih banyak yang kekurangan. Tak layak mereka meributkan kenaikan gaji dan peningkatan sarana pribadi jika masih banyak anak negeri yang kurang beruntung.

Sekarang, saatnya kita harus "MARAH"

Jika RUUK tidak disahkan tahun ini juga, jangan harap Keperawatan Indonesia akan maju. Jika tahun ini Kita belum Merdeka. tidak ada jalan lain selain "MOGOK NASIONAL". Jika tahun ini RUUK masih menjadi wacana, buat apa kita tiap lima tahun memilih wakil kita. Ayo kobarkan kembali SEMANGAT UNTUK MENGSAHKAN RUUK. Jangan biarkan pengesahan RUUK tenggelam ditelan isu kalangan atas saja.

90% TENAGA KESEHATAN INDONESIA ADALAH PERAWAT. JIKA SEMUA PERAWAT MELAKUKAN MOGOK KERJA. MAKA DUNIA KESEHATAN INDONESIA AKAN MENGALAMI KEMUNDURAN KARENA KITA LAH UJUNG TOMBAK PELAYANAN KESEHATAN INDONESIA. BIARKAN MEREKA MERASAKAN SUSAHNYA BILA TAK ADA PERAWAT. AYO. JANGAN LOYO PERAWAT INDONESIA. BANGKIT DAN BERTERIAKLAH.