Minggu, 04 Oktober 2009

2007 untuk BATIK INDONESIA.. :)

BATIK MILIK INDONESIA !! sebuah teriakan kemenangan yang tak lagi tabu untuk dilafalkan sebagai penyaluran rasa memiliki terhadap elemen bangsa, dan lebih luasnya lagi sebagai rasa memiliki terhadap bangsa itu sendiri setelah United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengakui batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia dan akan menjadi bagian dari 76 seni dan tradisi dari 27 negara yang diakui UNESCO dalam warisan budaya tak benda oleh keputusan 24 komite.

Budaya benda itu terdiri dari monumen, candi, pemandangan alam dan sebagainya. Sedangkan budaya tak benda atau populer disebut budaya hidup, menurut UNESCO terdiri dari budaya lisan, ceritra termasuk bahasa, seni pentas, tari, wayang, adat istiadat kebudayaan masyarakat, kerajinan tradisional dan semua benda-benda yang terkait dengan alam tersebut.

Batik, citra rasa tinggi yg dimiliki bangsa Indonesia, tak hanya itu, bahkan menciptakan pencitraan jati diri bangsa sebagai bangsa yang berbudaya, serta memiliki filosofi mendalam dan syarat makna akan siklus kehidupan manusia sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan.

Mengapa milik Indonesia???

Kain tradisional yg kaya akan nilai budaya tersebut termasuk kerajinan tradisional yang turun temurun di Indonesia. Dan pemerintah pun memberikan perlindungan dan safe guard dengan membuat suatu buku dan panduan pendidikan tentang batik yang disebarkan di sekolah-sekolah. Terlebih Indonesia sendiri memiliki masyarakat batik,industri, pemakainya, budaya dan sejarahnya.

Jadi tak berlebihan, dan wajar, bahkan memang sepantasnya UNESCO mengakui dan meresmikan batik sebagai satu warisan dunia yang dihasilkan dari bangsa Indonesia tanggal 28 September sampai 2 Oktober di Abu Dhabi.

Satu lagi kemenangan bangsa Indonesia yang memang kuat karena fitrah nya, setelah sebelumnya di tahun 2003 UNESCO sudah mengakui wayang sebagai warisan budaya tak benda, diikuti keris, dan semoga untuk selanjutnya angklung bisa mengalami nasib yang sama.

Sebuah gambaran euforia di tanggal 2 oktober ini, bisa dikatakan hari tersebut menjadi "batik day", pasalnya hampir seluruh rakyat Indonesia memakai batik dalam beraktifitas hari itu. Suasana itu pun menjamur di kampus saya, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pun ikut diramaikan oleh suasana tadi, hingga ke angkatan yang saya banggakan, 2007, pun ikut merasakan hal yang sama, dan bahkan hingga kelompok tutorial saya beserta dokter yang membimbing pun lengkap mengenakan batik. Sebuah luapan kegembiraan dan kebanggan tentunya.


* kelompok tutorial DMS # 10, foto hari batik sekaligus farewell untuk dokter pembimbing kelompok kami...

Mengapa itu bisa terjadi??

Bukan karena rasa Nasionalisme yang tinggi saya pikir, karena terlalu idealis dan miris juga ketika mengungkapkan kenasionalisan dengan cara seperti itu, sementara kita tahu bahwa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang baru saja dilantik Kamis (1/10/2009), yang menghabiskan biaya belasan milyar itu ternyata mayoritas belum memiliki nomor pokok wajibpajak (NPWP). Semua gambaran tadi dilakukan semata-mata, atau kemungkinan besar hanya karena RASA MEMILIKI. Rasa kepemilikan akan batik sebagai warisan budaya bangsa, atau terlebih-lebih rasa kepemilikan akan bangsa Indonesia itu sendiri sebagai bagian dari entitas bangsa.




* rasa kepemilikan yang kami tunjukan untuk batik, angkatan, dan bangsa Indonesia...

Itupun rasanya yang terjadi di angkatan saya, semakin mengerucut mungkin rasa kepemilikan yg dirasakan setiap kita, walaupun mungkin ada beberapa orang yg memiliki alasan seperti tadi, tapi diluar itu, saya pikir RASA KEPEMILIKAN TERHADAP ANGKATAN 2007 lah yang akhirnya lebih membawa mereka meramaikan hari itu dengan memakai batik, karena hal itu memang diinformasikan dan diarahkan sebelumnya agar satu angkatan mengenakan batik di hari tersebut. Luar Biasa, 3/4 mahasiswa 2007 mengenakan batik di tanggal 2 oktober, dan foto angkatan menjadi hadiah atas pencapaian itu, dengan tidak mengesampingkan sisanya, karena bukan tidak mau mengenakan batik, hanya memang kebetulan tidak ada batik yang bisa digunakan saat itu. Sebuah kontribusi kecil yang bisa kami lakukan untukmu negeriku.


* " batik day 2007 ", sebuah kontribusi kecil kami untukmu negeriku...


BANGGA MENJADI BAGIAN DARI MU 2007 !!!