Kamis, 09 September 2010

Sejarah Tim Bantuan Medis JANAR DŪTA

Berawal dari sekelompok mahasiswa FK UNUD yang memiliki hobi yang sama, yaitu kegiatan-kegiatan yang berbau pecinta alam. Dimulai pada tahun 1988, mereka mulai mengisi waktu luang setiap kali habis kegiatan ujian mid semester dan akhir semester. Dimotori pada awalnya oleh kelompok mahasiswa angkatan 1987 (Trochanter) dan 1988 (Zomit). Kegiatan outdoor yang pernah dijalani itu antara lain: snorkling di Pulau Menjangan dan di Pantai Lovina, pendakian di Gunung Agung, Batur, Batukaru. Juga pendakian di Gunung Ijen dan Gunung Rinjani. Panjat tebing di daerah Ungasan, hiking di hutan Bali Barat dan susur gua di daerah Pecatu juga pernah dilakukan. Sekelompok mahasiswa itu menamakan kegiatan-kegiatan mereka sebagai GLABELA project. Glabela itu singkatan dari Gladian Belajar Lapangan.

Pada tahun 1990 kami berkeinginan untuk mendirikan perkumpulan mahasiswa pecinta alam dari FK. Alasan kami adalah tidak pernah bisa mengikuti kegiatan-kegiatan pecinta alam milik Mapala UNUD, karena jadwal ujian mahasiswa FK selalu berbeda dengan jadwal ujian mahasiswa dari fakultas yang lain. Saat mahasiswa dari fakultas lain memasuki masa liburan akhir semester, FK justru sedang menjalankan masa ujian. Jadi mahasiswa FK yang punya hobi pecinta alam tidak pernah bisa mengikuti kegiatan Mapala UNUD. Kami mulai melakukan pendekatan ke pengurus Senat Mahasiswa FK UNUD tahun 1989-1991. Ketua umum SMFK saat itu adalah Drs. Med I Ketut Suyasa. Kami juga melakukan pendekatan ke Dekan FK UNUD untuk bisa merestui kami untuk mendirikan kelompok pecinta alam FK. Dekan saat itu adalah Dr. I Gusti Putu Panteri, SpKJ, sedangkan PD III adalah Dr. Mangku Karmaya.

Agar kegiatan pecinta alam yang kami dirikan tetap bercirikan kedokteran, diputuskan menamakan kelompok kami sebagai Tim Bantuan Medis (TBM) FK UNUD. Pada tahun 1990 itu tersebut lahirlah TBM FK UNUD. Susunan kepengurusannya adalah sebagai berikut: Dewan pelindung adalah Dekan FK UNUD, Dewan Pembina adalah Senat Mahasiswa FK UNUD dan PKGDI (Perhimpunan Kedokteran Gawat Darurat Indonesia) cabang Bali. PKGDI cabang Bali saat itu diketuai oleh Dr. N. Sukerena, SpBA, dengan sekretaris Dr. N. Sukra, SpAn. Sebagai Ketua Umum TBM adalah Alfonsus Yudhy Winata, Ketua I (bidang medis) adalah Eka Gunawijaya dan Ketua II (bidang pecinta alam) adalah Dewa Putu Sahadewa. Anggotanya berjumlah antara 100-150 orang, yang berasal dari 3 angkatan mahasiswa, yaitu angkatan 1987 (Trochanter), 1988 (Zomit) dan 1989 (Lecith).

Pada tahun yang sama, tahun 1990 tersebut, TBM mulai melakukan pembenahan organisasi. Kami mulai melengkapi segala alat yang diperlukan untuk kegiatan kami. Bantuan kami dapatkan dari sumbangan dana POM (Persatuan Orangtua Mahasiswa) FK UNUD, serta dari perseorangan. Dana tersebut kami gunakan untuk membeli tali, karabiner, ascender, figure eight, dan lain-lain. Kami juga melengkapi buku-buku medis untuk pertolongan gawat darurat. Saat itu kami belum bisa membuat seragam ataupun baju yang bisa kami gunakan sebagai identitas kami. Sebagai gantinya kami membuat bahan kacu (slayer berbentuk segitiga, yang sering digunakan oleh kelompok pecinta alam dan pramuka). Warna kebangsaan kami adalah hijau, sesuai dengan warna khas kedokteran. Tetapi karena warna hijau biasa kurang cocok dengan warna kelompok pecinta alam yang mesti tampak menyolok, maka kami memilih warna hijau muda (tepatnya hijau dangdut) sebagai warna kacu TBM. 

TBM juga segera melakukan pembinaan anggota, dengan melakukan Diklat (Pendidikan dan Latihan) TBM yang pertama, di daerah Blahbatuh. Pada acara Diklat tersebut kami melakukan perkemahan di sebelah Vihara Blahbatuh selama 3 hari. Peserta yang mengikuti sekitar 50 orang. Materi pelatihan saat itu adalah pertolongan pertama pada kegawatdaruratan medis, pelatihnya adalah dari tim PKGDI, saat itu yang melatih adalah Dr. N Sukerena, SpBA dan Dr. Gde Mangku, SpAn. Pelatihannya berupa ceramah dan latihan lapangan cara melakukan tindakan resusitasi (dengan menggunakan manekin), serta cara melakukan pertolongan evakuasi korban trauma. Materi pelatihan pecinta alam diberikan oleh instruktur dari Tim SAR Brimob Polda Bali dan Tim SAR Balawista Bali. Materi yang diberikan adalah metode evakuasi korban, panjat tebing, turun tebing, repling, menyebrangi jurang, survival, peta kompas, dan masih banyak yang lainnya. Di hari terakhir, di pagi hari, semua peserta Diklat berkemas. Semua tenda dilipat dan dikemas, tempat perkemahan dibersihkan, semua peserta menyiapkan tas, ransel dan perbekalannya masing-masing. Kami terbagi menjadi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok berjumlah 6-8 orang. Kami melakukan peta kompas dari tempat perkemahan di dekat Vihara Blahbatuh menuju ke lapangan Sukawati, setiap kelompok berjalan terpisah 15 menit. Kalau tidak salah saat itu hanya ada 2 kelompok yang melakukan peta kompas yang benar, yang lainnya menyimpang semua dari target tempat yang dituju. Ada juga yang curang, bukan melakukan peta kompas (membaca peta dan berjalan sesuai kompas), tetapi peta kampung (bertanya pada penduduk kampung) untuk mencari target tempat yang dituju. Setelah semua kelompok bertemu, kami melanjutkan perjalanan dengan tetap berjalan kaki menuju ke banjar Gumicik Sukawati, hingga tiba di sore harinya. Kami beristirahat di bale banjar Gumicik hingga tengah malam. Pada tengah malam, kami melanjutkan jalan kaki menyusuri pantai Gumicik hingga tiba di Pantai Sanur saat pagi buta, dilanjutkan dengan tetap berjalan kaki menuju kampus FK UNUD Sudirman. Pada pagi harinya, kami dilantik oleh Bapak Dekan FK UNUD sebagai anggota resmi TBM FK UNUD angkatan pertama, dengan memanggil kami satu persatu untuk dipercikkan tirta dan dikenakan kacu TBM. Beberapa dari anggota TBM FK UNUD angkatan pertama adalah: Dr. Alfonsus Yudhy Winata (no anggota 001, praktek swasta di Apotek Anugerah, Gatsu), Dr. Eka Gunawijaya, SpA (no 002, SMF Anak RSUP Sanglah), Dr. Dewa Putu Sahadewa, SpOG (no 007, RSUP Kupang), Dr. Ketut Ariawati, SpA (SMF Anak RSUP Sanglah), Dr. I. B. Alit, Sp Forensik (SMF Kedokteran Kehakiman RSUP Sanglah), Dr. Made Tangkas, SpOG (RSAD Denpasar), Dr. Made Sumiartini, SpA (RSAD Denpasar), Dr. Ketut Anom Ratmaya, SpB (RS Puri Raharja Denpasar), Dr. A. A. Yuli Gayatri, SpPD (RS Prima Medika Denpasar), Dr. Anom Suardika, SpOG (SMF Kebidanan RSUP Sanglah), Dr. Wawan T Yasa, SpB (Trauma center RSUP Sanglah), Dr. Dewi Catur Wulandari, SpPD, Dr. Harry Wirawan (BIMC).