Minggu, 16 Mei 2010

Askep Ketidakefektifan Perfusi Jaringan

Pengertian :
Suatu penurunan jumlah oksigen yang mengakibatkan kegagalan untuk memlihara jaringan pada tingkat kapiler.
Tujuan :
Mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan dan mencegah komplikasi yang ditimbulkan.

Kriteria :
- Menunjukkan Status sirkulasi, ditandai dengan indicator berikut (nilai 1-5 : ekstreem, berat, sedang, ringan atau tidak ada gangguan)
- TD sistolik dan diastolic dalam rentang yang diharapkan
- Tidak ada hipotensi orthostatic
- Tidak ada bising pembuluh darah besar
- Menunjukkan kemampuan kognitif, ditandai dengan indicator berikut (nilai 1-5 : ekstreem, berat, sedang, ringan atau tidak ada gangguan)
- Berkomunikasi dengan jelas dan sesuai dengan usia serta kemampuan
- Menunjukkan perhatian, konsentrasi dan orientasi
- Menunjukkan memori jangka lama dan saat ini, membuat keputusan yang benar
- Tidak terdapat sianosis dan suhu ekstremitas dalam rentang normal
- Capillary refill time (CRT) < 3 detik Diagnosa Keperawatan : - Perubahan perfusi jaringan serebral b.d. proses peradangan pada selaput otak - Perubahan perfusi jaringan b.d. hipoventilasi, hipervolemia - Perubahan perfusi jaringan b.d. gangguan transport oksigen melalui alveolar dan membrann kapiler, penurunan mekanis dari aliran daran arteri dan vena Tindakan Keperawatan : - Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan denyut nadi - Monitor status hidrasi (intake dan output)/ 8 jam - Monitor tingkat kesadaran (GCS) - Monitor hasil laboratorium yang terkait dengan etiologi gangguan perfusi - Pertahankan tirah baring dengan posisi kepala lebih tinggi 15-30O - Perhatikan adanya keluhan nyeri dada, palpitasi, sakit kepala - Pantau perfusi perifer dengan mengkaji kekuatan nadi perifer, CRT, warna dan suhu kapiler - Anjurkan latihan rentang gerak aktif/ pasif selama tirah baring jika diperlukan Kolaborasi : - Berikan oksigen lkembap sesuai program - Berikan terapi medikamentosa sesuai program - Berikan tranfusi sesuai program