Kamis, 18 Februari 2010

Tuntaskan Perubahan!

Ditengah hujan, perjalanan menuju Bandung saat itu. Dari kaca helm full face saya yang cukup gelap ditambah tetes-tetes air yang membasahi, mata ini tertarik untuk memperhatikan pengendara motor di depan saya, karena jaket yang dikenakan nya bertuliskan " TUNTASKAN PERUBAHAN".

Tuntaskan Perubahan! Ya, kata-kata itu yang cukup menarik dan mendapat sedikit perhatian buat saya. Membaca kata itu membuat saya teringat akan saudara-saudara saya di KAMMI, karena " Bergerak, Tuntaskan Perubahan !" pernah menjadi jargon mereka.

Tuntaskan perubahan!
Bergerak tuntaskan perubahan!
Perubahan!
Sesuatu yang memiliki karakter yang dinamis dan terus bergerak. Dan disadari atau tidak, karakter itu relevan dengan situasi saat ini. Sadarkah kita dengan terjadinya begitu banyak perubahan di sekitar kita ataupun di sekililing kita?? Masih ingatkah dengan perubahan besar yang dibawa pada saat reformasi 1998??

Lebih dari itu, perubahan tidak saja terus terjadi,namun juga kecepatannya semakin meningkat. Hal itu membuat apa yang kita anggap wajar saat ini dalam waktu yang sangat singkat, bisa berubah menjadi tidak wajar.

"Nothing endure but the change" (tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri). Perubahan akan terus nampak walau terkadang atau bahkan seringkali tidak memberi dampak. Lalu mungkinkah kita menuntaskan perubahan??

Bergeraklah! Karena diam berarti mati dan mundur adalah pengkhianatan!
Teruslah bergerak ibarat air yang terus mengalir, walaupun ada hambatan air pantang menyerah untuk mencari celah untuk bergerak. Teruslah bergerak ibarat angin yang berada dalam suatu ruangan, dimana bila angin itu terus diberi tekanan maka kembali akan melahirkan perubahan. Dunia pun bukanlah makhlukNya yang diam tak bergerak. Dunia senantiasa bergerak dan tumbuh ke arah-arah tertentu.

Oleh karena itu, strategi kita dalam bergerak, dalam berjuang pun harus memiliki ciri perubahan, bahkan dengan kecepatan yang kadang teramat tinggi. Fenomena ini adalah manusiawi. Karena sepanjang regulasi tersebut diambil oleh manusia, sepanjang itu pula kemungkinan terjadi perubahan. Hanya Allah SWT yang mampu mengambil regulasi yang kokoh.

Rekonstruksi gerakan untuk melakukan perubahan-perubahan yang mendasar sangat mendesak untuk dilakukan.

Segeralah beranjak, segeralah bergerak kawan! Jemputlah peran kita sebagai seorang agen perubahan.
" Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain."

Kita memerlukan pemuda seperti Musa, yang ketika Allah memerintahkannya untuk pergi menyelesaikan Fir’aun, dia tidak berkata “bagaimana mungkin? Dana saja tidak punya..” atau “bagaimana mungkin? Kursi saja masih sedikit..” atau “ah..kitakan masih kecil..nantilah kalau sudah 20 persen”. Musa tidak mengajukan syarat logistik ataupun jumlah massa untuk melakukan perubahan. Musa tidak peduli apakah ia memiliki konstituen atau tidak, yang Musa peduli adalah perintah Allah harus segera dilakukan, perubahan harus segera diperjuangkan!

Bergerak tanpa ilmu memang sebuah kekonyolan. Al Qur'an dan Hadist adalah pedoman, landasan pacu kita untuk bergerak, melakukan perubahan.

Jangan berhenti untuk bergerak atau tergilas oleh berkembangnya dan berubahnya jaman ini. Jangan berhenti bergerak karena kelamahan setiap kita, karena Allah selalu bersama. Teruslah bergerak untuk menuntaskan perubahan, semoga ALLAH akan melahirkan pemimpin masa depan menuju masyarakat yang madani.

Bergerak tuntaskan perubahan. Semoga masih ada harapan!


* sayang jika perubahan berlalu begitu saja, atau bahkan terarah menjadi keburukan, dan disinilah peran setiap kita, untuk memanfaatkan momentum perubahan menjadi kebaikan, menuju kebermanfaatan..


* mari sama-sama belajar, untuk bergerak, untuk mengubah..
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/