Tampilkan postingan dengan label hidup mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Dokter Muda Bicara Kenaikan Harga BBM

Bukan latah, apalagi karena jengah melihat timeline twitter, tayangan Televisi atau berita di media massa yang sedang genit-genitnya mengangkat isu kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak,red) yang seolah mengalihkan isu-isu lain seperti kasus wisma atlet, kisruh dan skandal Demokrat, mafia pajak, hingga kelanjutan kasus Bank Century yang hingga kini ceritanya menggantung entah kemana. Agenda setting media aku fikir sukses berat menggiring massa beralih dari satu isu ke isu lainnya.

Rehat sejenak wajar aku fikir, di sela-sela memikirkan rehabilitasi medis pasien stroke, osteoarthritis, low back pain hingga cerebral palsy di rumah sakit ini, aku pinjam waktunya sejenak untuk menulis. Menulis tentang hal yang sedang ramai-ramainya dibicarakan oleh rekan-rekan seusiaku,hingga adik-adik ku dengan semangat mereka yang membara, berlabel idealisme menyuarakan amanah rakyat.

Tepat hari ini, adik-adik ku pergi menyuarakan amanah rakyat ke Ibukota, mengetuk pintu gedung DPR dalam demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang dibawakan nya. Sah-sah saja, tak ada yang salah dengan demonstrasi di negara demokrasi bernama Indonesia seperti ini aku fikir.

Bukan tentang demonstrasi yang akan kubahas (walau sesekali, sedikit banyak akan kusinggung tentang hal ini) di tulisan ini, melainkan tentang isu kenaikan harga BBM nya yang coba ingin aku tanggapi. Sesuai dengan judulnya, ini semacam tulisan seorang dokter muda yang berbicara tentang kenaikan harga BBM. Akan dangkal memang, atau sangat dangkal mungkin, orang yang berbicara diluar kapasitas inti nya ini, orang dengan keseharian berkutat dengan penyakit individu, hingga kesehatan masyarakat, kini ingin bicara tentang makroekonomi suatu bangsa. Tak apalah dibilang dangkal, dibanding menjadi dungu, menolak atau menerima kebijakan tanpa alasan dan alternatif solusi, anarkis, rusuh, bahkan menganiaya yang lain. Lebih baik dangkal dibanding tumpul, punya banyak gagasan dan omong besar namun menguap seiring berjalan nya waktu karena tak pernah ia tuliskan.

Berbicara tentang BBM, kembali mengingatkanku tentang pelajaran IPA jaman SD dulu. Minyak mentah, adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (not renewable). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini yang membuat permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut. Inilah mungkin yang menjadi alasan mengapa harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Inilah juga yang menjadi alasan, bahwa BBM merupakan barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Sebelum menyatakan sikap menerima atau menolak kenaikan harga ini, mari kita sama-sama menelaah kondisi yang berkembang saat ini, sehingga aku juga kita semua tak dibilang meracau atas semua penyikapan yang kita lakukan.

Aku ingin mengawali dengan sebuah informasi yang kudapat bahwa harga BBM di Indonesia adalah yang termurah ketujuh di dunia (enam termurah pertama adalah negara dgn SDA minyak bumi yg melimpah) dan paling murah se-Asia Tenggara. Lalu apa alasan pemerintah menaikkan harga BBM ini? setahuku ada beberapa alasan yang sering mereka kemukakan, semacam tidak tepat sasaran, implikasi logis dari kenaikan harga minyak dunia, konsumsi BBM terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang juga memiliki trend menanjak, sampai pembengkakkan APBN (yang sampai saat ini,alasan terakhir ini belum bisa aku mengerti sepenuhnya).

Apakah subsidi BBM ini tidak tepat sasaran?? Nampaknya bertentangan dengan data yang kudapat. Data Susenas 2010 oleh BPS menyebutkan 65% BBM bersubsidi dikonsumsi oleh kalangan menengah bawah dengan pengeluaran per kapita di bawah US$ 4 dan kalangan miskin dengan pengeluaran per kapita di bawah US$ 2. Sementara itu, 27% digunakan kalangan menengah, 6% kalangan menengah atas dan 2% kalangan kaya. Data Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyebutkan, kuota BBM bersubsidi tahun 2010 sekitar 36,51 juta kiloliter(KL) dengan rincian premium 21,46 juta KL, solar 11,25 KL dan minyak tanah 3,8 juta kl. Sementara konsumsi premium, 40% untuk sepeda motor, 53% untuk mobil pribadi plat hitam dan 7% untuk angkutan umum.

Lalu terkait kenaikan harga minyak dunia, melalui pikirku yang dangkal, dengan kenaikan harga di pasar internasional bukankah kita seharusnya berkata, “Untunglah kita punyak minyak sendiri, sehingga harus mengimpor sedikit saja?”

Namun mungkin pemerintah punya pikiran lain. Harga bensin premium yang Rp. 4.500 per liter sekarang ini ekuivalen dengan harga minyak mentah sebesar US$ 69,50 per barrel. Harga yang berlaku saat ini adalah US$ 105 per barrel. Lantas dikatakan bahwa pemerintah merugi US$ 35,50 per barrel. Dalam rupiah, pemerintah merugi sebesar US$ 35,50 x Rp. 9.000 = Rp. 319.500 per barrel. Kalo mau dikonversi kedalam liter, maka pemerintah merugi sebesar Rp. 2009,43 per liter. Karena konsumsi BBM Indonesia sebanyak 63 milyar liter per tahun, dikatakan bahwa kerugiannya 63 milyar x Rp. 2009,43 = Rp. 126,59 trilyun per tahun. Maka kalau harga bensin premium dipertahankan sebesar Rp. 4.500 per liter, pemerintah merugi atau memberi subsidi sebesar Rp. 126,59 trilyun. Uang ini tidak dimiliki, sehingga APBN akan jebol. Begitu katanya.

Belum lagi mental bangsa ini yang masih sakit, tercatat kerugian negara akibat penyelundupan BBM Rp 50 triliun. Dengan semakin meningkatnya harga minyak dunia, kemungkinan penyelundupan BBM bisa jadi semakin besar, mengingat kenaikan harga minyak mentah dunia otomatis akan menaikkan harga pasaran BBM di negara lain. Terlebih ketika mendengar jika pertamina hanya mampu mengeksplorasi minyak mentah tanpa bisa mengolah menjadi BBM, sehinngga minyak mentah tersebut harus dijual lagi ke luar dan dibeli kembali dengan keadaan minyak yang sudah siap pakai (seperti dumping), sehingga tentunya pembelian minyak tersebut disamakan harganya dengan harga jual internasional.

Menurutku, pertamina tak bisa mengolah minyak mentah menjadi BBM itu jaman dulu kala,sekarang kilang minyak indonesia sudah bisa mengolah BBM bahkan sampai turunannya seperti pelumas (setahuku ada iklannya kan, pelumas pertamina), dan aspalt. Masalahnya mungkin, memang hanya sekitar 60 persen yg bisa di olah di indonesia (data ESDM ), sisanya diexport karena katanya yang sisa itu karakteristiknya tidak sesuai dengan kilang kita ( meskipun ada isu kongkalikong para exportir dan importir). Jadi, pengeluaran uang tunai untuk pemompaan minyak sampai ke atas muka bumi (lifting) ditambah dengan pengilangan sampai menjadi BBM (refining) ditambah dengan pengangkutan sampai ke pompa-pompa bensin (transporting), seluruhnya sebesar USD 10 per barrel. Dengan kurs yang 1 USD = Rp. 9.000, uang tunai yang dikeluarkan untuk menghasilkan 1 liter premium hanya sebesar Rp.566, sehingga untuk memenuhi kebutuhan 63 milyar BBM dibutuhkan dana sebesar Rp. 35,658 trilyun saja. Sementara jika kita tahu bahwa pertamina diperintahkan untuk mengadakan 63 milyar liter bensin premium setiap tahunnya, yang harus dijual dengan harga Rp. 4.500 per liter. Maka perolehan Pertamina atas hasil penjualan bensin premium sebesar 63.000.000.000 liter x Rp. 4.500 = Rp. 283,5 trilyun. Uang ini tak akan hilang, melainkan masuk ke dalam pos pendapatan di APBN yg digabung dengan penerimaan pajak dan non pajak lainnya lalu digunakan untuk membangun infrastruktur, belanja pegawai, gaji PNS dll.

Terlepas dari angka-angka tersebut, kenaikan harga BBM bagi (transportasi) industri dapat mengakibatkan kenaikan harga produksi kemudian harga jual, sehingga terjadi penurunan daya beli masyarakat. Juga, ketika biaya produksi industri meningkat, maka salah satu langkah pemulihan yang dilakukan industri adalah pengurangan jumlah tenaga kerja, atau PHK. Bagaimanapun jalurnya, menurutku kenaikan harga BBM membawa dampak terhadap masyarakat pada lapisan paling bawah. Kenaikan biaya hidup rata-rata diperkirakan ada di kisaran 20-30%. Kenaikan biaya hidup ini akan dirasakan oleh semua golongan masyarakat dari yang superkaya sampe yang miskin absolut. Menkeu memprediksi kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi akan menyebabkan kenaikan tingkat kemiskinan menjadi 12,8%. Angka ini jauh lebih tinggi dari target pemerintah 10,5 – 11% pada 2012.

Menurutku Bantuan Langsung Tunai yang ditawarkan sebagai solusi nampaknya belum menyelesaikan masalah tanpa masalah. Dari info yang kudapat, dana penghematan dari kenaikan harga BBM bersubsidi adalah sebesar Rp 26 trilyun. Sementara BLT dan bantuan kepada pengusaha angkutan darat sekitar Rp 30 trilyun, belum lagi risiko “ditilep” oleh birokrat karena kita belum menemukan mekanisme pengontrolan yang tepat. Terlebih pemberian bantuan yang belum tepat sasaran. Lihat saja dari carut-marutnya pemberian Jamkesmas tak tepat sasaran yang sampai saat ini masih banyak ditemukan. Bagaimana mau disebut penghematan kalo seperti ini?

Oleh karena itu Putusan Mahkamah Konstitusi bernomor 002/PUU-I/2003 menyatakan aturan yg mengharuskan harga minyak sesuai harga pasar bertentangan dengan UUD 45. Harga bahan bakar minyak dan gas bumi diserahkan pada persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang dasar Republik Indonesia. Menurut UUD kita, harga BBM tidak boleh ditentukan oleh siapapun juga kecuali oleh hikmah kebijaksanaan yang sesuai dengan kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya bagi sektor-sektor kehidupan ekonomi lainnya. Mengapa ? Karena BBM termasuk dalam “Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Berbicara tentang sikap, hati kecil dan ilmu yang sampai di kepala ini tak bisa berbohong, bahwa kenaikan harga BBM ini merupakan kebijakan yang aku belum berpihak padanya. Lagi-lagi dengan pikiranku yang dangkal, bagiku mungkin ada beberapa alternatif yang bisa diajukan selain menaikan harga kenaikan BBM.

Menyunat anggaran mungkin menjadi hal utama yang sangat direkomendasikan. Keperluan birokratis yang besarnya lebih dari 50% total APBN 2012 aku rasa masih sangat bisa untuk dipangkas. Anggaran studi banding, belanja pegawai dsb, mungkin masih bisa dikurangi. Jangan sampai kita mengorbankan rakyat banyak, sementara beliau-beliau yang di gedung parlemen dan pemerintahan tak mau merugi, gajinya puluhan juta dan mendapat jatah mobil dinas serta bensin dari negara. Optimalisasi pengelolaan penerimaan negara (pajak dan non-pajak). optimalisasi pengelolaan belanja negara, serta optimalisasi pembiayaan mutlak dilakukan.

Alternatif lain seperti Konversi Bahan Bakar Gas (BBG). Konversi BBG di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1995. Dan 15 tahun kemudian (tahun 2010), perkembangannya adalah; kendaraan yang menggunakan BBG baru 2.000 unit (jauh dibanding Malaysia sebanyak 46.701 unit dan Iran sebanyak 1,95 juta unit). Pertumbuhan kendaraan yang menggunakan BBG di Indonesia per tahun tercatat minus 3,3% (sementara Malaysia tumbuh 116,2% dan Iran tumbuh 24.426%). Jumlah SPBG di Indonesia tahun 2010 tercatat 9 tempat (sementara di Malaysia 159 lokasi dan Iran 1.574 lokasi). Sebagai catatan, Indonesia, Malaysia dan Iran sama2 memulai konversi BBG sejak tahun 1995. Ironis? Memang, sementara Argentina yang belajar konversi BBG ke Indonesia saat ini telah sukses menerapkan BBG sebagai bahan bakar utamanya.

Sudah saatnya kita membangun infrastruktur untuk BBG, perbaharui dan wajibkan semua angkutan umum menggunakan BBG, sehingga tarifnya jauh lebih murah, setelah itu produksi masal converter BBG untuk kendaraan bermotor sehingga lebih murah, dengan begitu semua orang akan beralih ke BBG. Itu cara yg dilakukan negara negara maju, sehingga jika kelak harga BBM akan dinaikan, tak akan terlalu berdampak besar. Namun entah ini bisa tercapai kapan, sebelum menuju kesana, jangan sampai lah ada lagi berita bus way (yg jelas jelas pake BBG) kebakaran. Semacam jadi PR untuk anak-anak bangsa di bidang tekhnik, seperti ITB dsb untuk menggelar seminar mengenai konversi gas untuk kendaran bermotor mulai dari sekarang menurutku.

Hmmm, atau jika memang tak ada pilihan lain untuk dinaikkan pun, mengapa tidak membuat BBM bersubsidi dengan dua harga. Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500/liter.

Dan jika memang tak ada pilihan lain, kenaikan harga BBM menjadi satu-satu nya pilihan, pengetatan pendataan dan pendistribusian segala jenis bantuan dari pemerintah (BLSM, beras miskin, subsidi siswa miskin dll) mutlak harus dilakukan bersama dengan transparansi nya.

Dan ada satu alternatif solusi lain yang aku sangat mengharapkan nya karena ada kaitan besar dengan kesehatan. Menaikkan cukai rokok! Ntah mengapa bukan solusi ini yang diambil pemerintah. Mengenai perihal pajak rokok ini, setahuku di newyork itu 100 ribu perbungkus, jika hal seperti ini diterapkan di negara kita, biaya kesehatan yg ditanggung pemerintah akan menjadi murah, karena orang miskin yang biaya kesehatannya kebanyakan di tanggung pemerintah akan jauh menjadi lebih sehat.

Nampak random memang seorang dokter muda ikut ambil bahasan dalam permasalahan ini. Namun jangan salah kawan, menjadi dokter sejatinya bukan menjadi agen penyembuh saja (agent of change), melainkan juga agen perubah dan pengembang bangsa ini juga (agent of change, agent of development).

Sebuah kajian singkat pribadi dalam beberapa jam ini memang sangat dangkal, atau banyak kekeliruan, pasti. Namun sekali lagi, setidaknya ingin aku tunjukkan, bahwa memiliki sikap harus disertai dengan alasan kuat yang mendasari nya, kadar intelektual penerus bangsa dipertaruhkan disini. Juga ingin menjadi sebuah ajakan, terutama bagi adik-adik yang diberi judul aktivis kemahasiswaan, jangan sampai tumpul, banyak bicara, nyaring dan genit di media, namun kemampuan analisis nya hanya ditataran cakap dan sikap saja, coba kau tuliskan, biarkan kami menilai gagasan mu, siapa tahu itu membuat paradigma kami berubah untuk menjadi lebih baik. Jangan terpatok dengan gaya lama (old fashion) pergerakan mahasiswa seperti demonstrasi saja. Juga bagi mereka yang bergerak di dunia kedokteran, bukan berarti dengan kesibukan mu berkutat dengan dunia klinis rumah sakit, tugas, dan ujian, membuat menutup diri akan kondisi sekitar.

Aku yakin, tak banyak diantara kita yang menyukai tulisan seperti ini, tapi terlepas dari itu semua, menulis kajian ditengah hectic nya dunia klinis rumah sakit menjadi angin segar sekaligus mengenang romantisme masa lalu di era mahasiswa bagiku, dan itu menyenangkan :)

Seandainya pun harga BBM naik menjadi kenyataan, ini pertanda, agar kita semakin meningkatkan infaq dan shadaqah kita, agar Allah semakin memudahkan rizki kita jauh melebihi kenaikan BBM yang ditetapkan pemerintah. Selebihnya masalah kebijakan, biar Allah yang memberi ganjaran, sebesar apa kemanfaatan dihasilkan dibanding dengan kemudharatan nya :)

#meracau, 28 Maret 2012

Bandung, ditengah persiapan ujian Rehabilitasi Medik

Kamis, 23 September 2010

Quo Vadis Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran Periode 2011-2015

Oleh: Dani Ferdian (Menteri Dalam Negeri BEM KEMA Unpad)

Universitas Padjadjaran, kini sedang menjalani serangkaian proses hajatan besarnya, pemilihan rektor Unpad periode 2011-2015. Disadari atau tidak, pemilihan rektor memiliki makna penting bagi keluarga besar Universitas Padjadjaran. Jabatan puncak, dengan segala kewenangan yang diejawantahkan dalam berbagai kebijakan strategis yang dilakukan rektor tentunya akan membawa maju mundur nya Unpad kedepan. Kesalahan dalam mengambil kebijakan tentunya akan merugikan ribuan karyawan dan lebih dari 30.000 mahasiswanya, bahkan bisa berdampak pula terhadap masyarakat dan bangsa terutama dalam dunia pendidikan Indonesia. Begitu pula dengan kebijakan yang tepat tentunya akan membawa kebermanfaatan bagi keluarga besar Unpad, bangsa, hingga dunia.

Dengan segala peran dan tanggung jawab yang dipikulnya, seorang rektor haruslah seorang pemimpin yang mumpuni dibidangnya. Harus berorientasi melayani, menggabungkan set objectives dan kebutuhan Unpad dalam merumuskan berbagai kebijakan nya. Oleh karena itu seorang rektor harus punya kapasitas kepemimpinan ideal dalam mengemban tugas “pelayan umat” tersebut, ia haruslah memiliki karakter yang kuat, termasuk ‘bersih’ dalam setiap tindakannya, visioner pada perubahan yang membangun dan kemajuan untuk terus berkontribusi, harus pula profesional, baik dari sisi akademis maupun manajemen, serta harus bisa mengayomi mahasiswa dan membangun suasana akademis yang baik, tanpa menghilangkan daya kritis mahasiswa yang tumbuh alami di keorganisasian kampus. Selain itu latar belakang pribadi yang baik pun diperlukan dalam mensupport segala kapasitas tadi, mulai dari aspek spiritual yang baik, hingga aspek sosial yang baik demi membangun komunikasi yang cerdas, elegan, dan egaliter dengan semua pihak yang terkait dengan universitas seperti dosen, karyawan, dan mahasiswa.

Untuk pemilihan rektor Unpad periode 2011-2015 ini, ada 53 guru besar Unpad yang telah memenuhi kriteria administratif untuk diajukan sebagai bakal calon rektor, dan sebanyak 12 orang telah menyatakan kesediaanya untuk menjadi bakal calon rektor Unpad periode 2011-2015.

Adapun daftar dosen yang telah menyatakan kesediaan menjadi bakal calon rektor Unpad periode 2011-2015 (berdasarkan abjad nama), yaitu:

1. Achmad Syawqie (FKG)
2. Ahmad Mujahid Ramli (FH)
3. Asep Kartiwa (FISIP)
4. Bernard J. Tumbelaka (FMIPA)
5. Budi Nurani Ruchjana (FMIPA)
6. Dadang Suganda (Fasa)
7. Dede Mariana (FISIP)
8. Ganjar Kurnia (Faperta)
9. Kusmayadi Suradi (Fapet)
10. Oekan Soekotjo Abdoellah (FISIP)
11. Tri Hanggono Achmad (FK)
12. Ukun M.S. Sudjanaatmadja (FMIPA)

Namun, dikarenakan Prof. Dr. H. Ahmad Mujahid Ramli, SH, MH, FCBArb (FH) menarik kembali kesediaannya menjadi bakal calon Rektor Unpad periode 2011-2015 karena mendapat tugas kenegaraan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan, jumlah guru besar yang menyatakan bersedia menjadi bakal calon Rektor Unpad menjadi 11 orang.

Mengingat Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan BHPT (Badan Hukum Pendidikan Tinggi), maka pemilihan rektor pun mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, juga Statuta Unpad dan SK Rektor tentang Tata Cara Pemilihan Rektor Unpad 2010-2015. Dengan demikian pemilihan rektor dilakukan melalui Rapat Pleno Senat Universitas dan tidak melibatkan pihak lain di luar sivitas akademika Unpad. Dalam PP tersebut disebutkan bahwa rektor sebuah universitas yang diselenggarakan oleh pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas usul menteri setelah mendapat pertimbangan senat universitas.

Adapun tata cara pemilihan rektor yang diawali dengan pengumpulan nama ini akan dilanjutkan dengan menyampaikan daftar nama bakal calon rektor tersebut ke fakultas. Dari 11 nama tersebut, fakultas boleh memilih paling banyak lima nama calon rektor, atau boleh tidak sama sekali, untuk diserahkan ke Senat Unpad. Fakultas boleh memilih nama bakal calon dari fakultas lain. Jika dari 11 nama itu tidak ada satu fakultas pun yang mencalonkan, maka bakal calon rektor tersebut dinyatakan gugur, seperti yang dituturkan Ketua Panitia Pemilihan Calon Rektor Unpad 2011 – 2015, Prof. Dr. Johan S. Masjhur, dr., Sp.PD-KE., Sp.KN. Untuk proses pemilihan nya di fakultas, panitia memberikan kebebasan dalam prosesnya. Pihak fakultas diberi kesempatan untuk menggodok nama-nama tersebut untuk dipilih dan diserahkan ke panitia paling lambat tanggal 27 September 2010.

Setelah menerima nama-nama bakal calon rektor yang dipilih oleh fakultas, panitia kemudian akan menyusun daftar nama bakal calon yang telah disetujui oleh fakultas berdasarkan abjad, bukan berdasarkan jumlah fakultas yang mendukung,. Selanjutnya, bakal calon rektor akan melakukan sosialisasi mengenai program kerja yang akan mereka lakukan. Sosialisasi ini sifatnya terbuka, dan boleh dihadiri oleh media dengan sepengetahuan Kepala UPT Humas Unpad.

Pada Sidang Pleno Senat Universitas bulan November mendatang, panitia akan menyampaikan daftar nominasi yang berisi nama-nama bakal calon rektor yang telah memenuhi syarat. Pada sidang pleno ini kemudian akan dipilih lima bakal calon rektor untuk kemudian dipilih lagi menjadi tiga calon rektor untuk diajukan pada Menteri Pendidikan Nasional. Sidang Pleno ini, selain diikuti oleh 180 anggota Senat Unpad, juga akan ditambah peninjau yang terdiri dari perwakilann alumni, guru besar emeritus, staff administrasi dan perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa memang tidak memiliki hak pilih dalam pemilihan rektor Unpad mendatang, namun kita tetap memiliki hak bersuara.

Tak bisa dipungkiri, masih ada jarak yang terbentang antara idealita dan realita. Masih ada ketidakpastian akan masa depan Unpad. Keluarga besar Unpad, terutama mahasiswa sebagai mayoritas sejatinya harus berupaya maksimal untuk bergerak menikahkan idealita dengan realita tersebut demi kemajuan Unpad di masa yang akan datang. Mahasiswa Unpad berhak untuk mengajukan tawaran konsep dan agenda reformasi Unpad kepada para calon Rektor Unpad.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran telah menyusun ekskalasi gerakan terkait pemilihan rektor ini. Dimulai dengan pengumpulan informasi dan pengkajian peraturan pemilihan rektorat, dialog terbuka dengan pihak Senat Universitas Padjadjaran selaku panitia pemilihan rektor untuk memberikan keleluasaan bagi seluruh mahasiswa untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait pelaksanaan pemilihan rektor ini, penyebaran angket (polling) dengan menyebar kuesioner kepada mahasiswa, karyawan dan dosen terkait dengan evaluasi kinerja rektor terdahulu, disertai dengan gambaran rektor ideal serta agenda reformasi Unpad yang dibutuhkan, konsolidasi keluarga mahasiswa Unpad untuk merumuskan hal yang akan dibawakan di sidang pleno, dan dalam menunggu proses penetapan dari Mendiknas, akan diupayakan dialog terbuka antara tiga calon rektor dengan sivitas akademika Unpad guna memfasilitasi sivitas akademika Unpad dalam mengetahui dan mengenal lebih dalam lagi pemikiran-pemikiran calon pemimpin yang akan mengusung Unpad lima tahun ke depan, dan upaya terakhir yang coba dilakukan ialah ingin menuangkan nya dalam kesepakatan tertulis atau yang biasa disebut kontrak sosial. Hal ini dilakukan agar rektor terpilih sejak awal mengetahui kebutuhan dan aspirasi keluarga besar Unpad, yang mayoritas didalamnya ialah mahasiswa.

Agenda reformasi Unpad, terkait aspirasi mahasiswa isinya bisa terkait tentang demokratisasi kampus - konsistensi pelaksanaan prinsip "dari, oleh dan untuk mahasiswa" dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan-, transparansi, pelayanan prima, komitmen budaya elegan dan egaliter, dan lain-lain. Dan jika ditarik lebih luas lagi, agenda reformasi Unpad bisa mencakup persoalan mutu pendidikan dan sumber daya yang ada.

Kontrak sosial agenda reformasi Unpad tersebut bisa menjadi bukti komitmen rektor terpilih, tingkat kedekatan dengan mahasiswa dan dokumentasi yang menjawab pertanyaan besar di kepala keluarga besar Unpad hari ini.

Rabu, 15 September 2010

Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, Nyatanya Seperti Apa??

Oleh:
Dani Ferdian (Menteri Dalam Negeri BEM KEMA UNPAD)
Cut Thysa (Ketua Direktorat Jendral Kebijakan Kampus BEM KEMA UNPAD)

Universitas Padjadjaran sejatinya memang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Berbagai perubahan dalam pembangunan dan dinamika masyarakat merupakn dua hal yang saling berkaitan. Ada konsekuensi logis yang harus dipenuhi dari kondisi tersebut, berupa kontribusi kepada institusi, mahasiswa, dan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat, yang terpadu dengan pendidikan dan penelitian menjadikan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Integratif (KKNM PPMD Integratif) menjadi sebuah alternatif solusi yang ditawarkan Unpad dalam menjawab semua kebutuhan tadi.

KKNM PPMD Integratif, bukan berarti tak ada permasalahan dalam pelaksanaan nya. Banyak isu yang bermunculan terkait KKNM dari kalangan mahasiswa, mulai dari jumlah SKS (80 SKS) yang menjadi persyaratan mengikuti KKN, yang diduga bisa mengganggu proses pembinaan dan kaderisasi kemahasiswaan, hingga isu tentang dihapuskan nya KKNM untuk taun mendatang.

Memang KKNM PPMD Integratif kini telah mengalami berbagai perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perubahan mendasar terjadi pada tujuan diselenggarakan nya KKNM, dimana sebelumnya dibangun paradigma untuk mengabdi kepada masyarakat, kini menjadi belajar bersama masyarakat. LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat) Unpad menilai bahwa tidak rasional bagi mahasiswa Unpad untuk melakukan banyak perubahan di masyarakat dalam waktu singkat (1 bulan). “ Kita bukan Superman, yang bisa mengubah sesuatu menjadi baik dalam waktu singkat”, ujar koordinator KKNM PPMD Integratif Unpad. Oleh karena itu, paradigma KKNM PPMD Integratif ini lebih difokuskan pada pembelajaran bagi mahasiswa Unpad, khususnya dalam belajar bermasyarakat. Perubahan tujuan inilah yang mendasari perubahan jumlah minimal SKS yang diperlukan (80 SKS) untuk mengikuti program KKNM PPMD Integratif ini, karena untuk belajar bersama masyarakat, tidak terlalu diperlukan dasar keilmuan dari masing-masing studi secara komprehensif.

Perubahan lain yang terjadi ialah dari segi waktu, setelah sebelumnya KKNM dilakukan dalam jangka waktu dua bulan, kini KKNM PPMD Integratif diselenggarakan dalam jangka waktu satu bulan. “Belajar di masyarakat, kenapa harus lama-lama?”, ujar pihak LPPM. Selain itu, alasan lain yang mendasari ialah untuk menyesuaikan dengan kalender akademik seluruh fakultas agar KKNM-PPMD Integratif dapat diikuti seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran. Untuk itu, mulai saat ini dan seterusnya, KKNM-PPMD Integratif hanya akan berlangsung selama 1 bulan dengan 2 periode, yaitu bulan Juli dan Januari.

Hal lainnya yang mengalami perubahan adalah sistem pendaftaran KKNM-PPMD Integratif yang kini menggunakan sistem online, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sudah ditetapkan oleh pihak LPPM. Dengan sistem ini, mahasiswa dapat menentukan sendiri daerah mana yang diinginkan nya, serta bersama siapa dalam melaksanakan KKNM-PPMD Integratif nantinya, tentunya dengan pembatasan kuota masing-masing fakultas di tiap daerahnya. Pertimbangan LPPM mengadakan sistem pendaftaran seperti ini semata-mata hanya untuk mengurangi keluhan atau protes dari mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan tempat maupun teman sekelompok KKN nya sehingga minta untuk dipindahkan. Berdasarkan data yang didapat, dengan menggunakan sistem ini, maka jumlah keluhan berkurang drastis dari sekitar 600an, menjadi tinggal puluhan saja. Disamping itu, menurut pihak LPPM, sistem pendaftaran online ini mempermudah kerja LPPM dalam proses pemetaan mahasiswa.
Disamping kelebihan, timbul beberapa permasalahan dari sistem pendaftaran online ini, seperti tidak seimbangnya jumlah pria dan wanita dalam suatu kelompok hingga menghambat pelaksanaan progam KKNM-PPMD Integratif, tidak tepatnya program pengabdian kepada masyarakat dosen dengan bidang studi mahasiswa nya dan kebutuhan masyarakat, serta menjadikan mahasiswa tidak selalu siap dengan lingkungan baru dan keluar dari zona nyaman nya karena dibiarkan memilih tempat dan teman-teman yang menurutnya nyaman. Dalam menyikapi hal ini, LPPM belum memiliki solusi konkrit. Karena terbatasnya kapasitas LPPM dan sumber daya yang ada, LPPM masih memilih jalan mudah dengan lebih mengutamakan keinginan mahasiswa dibanding kebutuhan mahasiswa yang dirasa ideal untuk dibentuk sebuah institusi pendidikan.

Hal teknis KKNM pun tak luput dari sorotan mahasiswa, dalam hal transportasi misalnya, baik itu keberangkatan maupun kepulangan. Saat keberangkatan, banyak mahasiswa yang tidak diantarkan sampai ke desa tujuan sehingga harus mencari transportasi untuk masuk ke desa, bahkan ada pula yang harus berjalan kaki. Dan ternyata hal ini merupakan suatu kesalahpahaman karena kurangnya sosialisasi mengenai transportasi keberangkatan. Menurut LPPM, kesepakatan dengan pihak transport, mahasiswa HARUS diantarkan sampai ke desa tujuan. Namun, dikarenakan mahasiswa tidak mengetahui hal ini sebelumnya, maka tidak ada hal kuat yang mendasari ketika pada akhirnya mahasiswa diturunkan sebelum sampai ke desa tujuan dengan alasan akses jalannya tidak memungkinkan transport sebelumnya untuk masuk. Sementara untuk kepulangan, seluruh mahasiswa tidak difasilitasi transportasi dari pihak Universitas. Hal ini dikarenakan semata-mata masalah dana yang menurut LPPM tidak mencukupi.

Banyak hal lain yang masih bisa, bahkan perlu dikritisi terkait KKNM PPMD Integratif ini. Bagaimanakah sistem kontrol dari dosen pembimbing lapangan kepada mahasiswa nya? Begitupun dengan sistem kontrol dari pihak LPPM langsung untuk keduanya? Adakah sistem reward dan punishment bagi siapa saja yang berprestasi, ataupun bagi yang terbukti melakukan pelanggaran?

Pihak LPPM memang mengakui masih banyak kekurangan baik itu dari segi sistem, DPL, maupun hal-hal teknis lain nya. Sejatinya berbagai kekurangan tersebut bukan dijadikan sebagai bahan pemakluman untuk mahasiswa, tapi menjadi sebuah keharusan untuk diperbaiki guna menjadikan KKNM PPMD Integratif yang lebih baik untuk kedepan nya.

Lalu, bagaimanakah efektifitas dan efisiensi program kuliah kerja nyata mahasiswa selama ini? Lebih baik manakah, KKNM-PPMD Integratif yang sesuai keinginan mahasiswa, atau keterbutuhan mahasiswa? Dan lebih penting manakah pembelajaran bagi mahasiswa, atau kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat? Bagaimana arah KKNM-PPMD Integratif periode selanjutnya?? Masih perlukah??

- Pengabdian, Sebuah Persembahan Dari Hati Yang Tak Mati-

Minggu, 29 Agustus 2010

2013, menuju Universitas Padjadjaran berkelas dunia, sebuah mimpi, atau realisasi?

Oleh:Dani Ferdian (Menteri Dalam Negeri BEM KEMA UNPAD)

Januari 2006 boleh dikatakan menjadi titik tolak revolusi pendidikan di Indonesia. Departemen pendidikan nasional membentuk Tim Gugus Tugas penetapan 10 perguruan tinggi di Indonesia yang akan dipersiapkan sebagai universitas-universitas yang akan dikembangkan menjadi universitas kelas dunia (World Class Univesity). Dan Universitas Padjadjaran, merupakan salah satu diantara nya.

2010, berdasarkan renstra Unpad, tahun ini sejatinnya Unpad sudah mencapai “Excelent Research Based Teaching University”, sementara itu untuk tahun 2010-2011 direncanakan mencapai “Research University”, pada tahun 2011-2013 mencapai “Regional Class University”, dan kemudian pada 2013-2016 Unpad sudah menjadi “World Class Univesity”.

Tiga tahun lagi berarti Unpad ditargetkan menjadi World Class Univesity, ini menandakan bahwa target ini jauh lebih cepat dibandingkan apa yang telah dicanangkan sebelumnya yaitu pencapaian WCU pada tahun 2022-2026.

Lalu sebenarnya, apakah universitas kelas dunia (World Class Univesity) itu, dan bagaimana kriteria nya? Berbicara mengenai hal ini, maka terdapat definisi yang berbeda-beda untuk menjelaskan tentang WCU itu sendiri, tergantung dari kriteria dan lembaga pengakreditasian mana yang kita gunakan.

Menurut Shanghai Jia Tong University, WCU itu dilihat dari kriteria seperti kualitas pendidikan (alumni yang memenangi hadiah nobble dan field medals), kualitas pengajar (pengajar yang memenangi hadiah nobble dan field medals, riset yang paling disitir dalam 21 kategori), luaran riset (artikel ilmiah yang dipublikasikan di majalah nature dan majalah sciene, artikel yang disitir oleh science citation index), dan ukuran institusi (peforma akademik dalam kaitan nya dengan ukuran institusi).

Sementara itu menurut The Times Higher World University Ranking, WCU dilihat dari criteria seperti kualitas riset (peer review, sitasi per dosen), keterserapan lulusan (review perekrut), citra internasional (dosen internasional, mahasiswa internasional), dan kualitas pengajaran (dosen).

Sedangkan kriteria ranking dan bobot WCU menurut Webometric dilihat dari jumlah halaman referensi tentang Unpad dan sivitas akademikanya , yang dapat didapatkan melalui mesin pencari Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead. Jumlah link eksternal yang berkaitan dengan Unpad dan sivitas akademikanya, yang dapat diakses melalui mesin pencari (Yahoo dan MSN). Adanya dokumen-dokumen dalam format Adobe Acrobat PDF, Adobe Postcript, Microsoft Word, dan Microsoft Power Point dari artikel-artikel akademik sivitas akademika Unpad yang dapat diekstrak dari internet. Juga melalui mesin pencari Google terdeteksi sejumlah artikel dan sitasi dari setiap akademisi. Kepakaran akademisi Unpad harus dapat terdeteksi oleh mesin pencari Google di internet.

Dan terdapat juga kriteria WCU menurut Dikti (Perguruan Tinggi Berbasis Kesehatan Organisasi dan Daya Saing Bangsa), dimana terdapat 35 item yang menjadi kriteria WCU sebagaimana surat Ditjen Dikti No. 2045/D/T/2007 tertanggal 25 Juli 2007.

Melihat realita yang ada, dengan mengkomparasikan kriteria penilaian WCU diatas, untuk perguruan tinggi Indonesia, apalagi Unpad, yang paling memungkinkan untuk dikejar ialah status WCU berdasarkan kriteria Webometrics. Kriteria Shanghai Jiatong maupun THES memang sangat bergengsi, namun akan sulit bagi Unpad dalam waktu dekat untuk merekrut dosen peneliti kelas internasional, menyediakan laboratorium berperalatan lengkap, merekrut mahasiswa asing top dari berbagai Negara, atau segera para penelitinya berhasil menembus jurnal-jurnal ilmiah internasional. Oleh karena itu, kriteria webometrics lah yang paling mudah untuk dapat diraih.

Untuk mewujudkan hal tersebut, program kerja yang sudah dirintis berbasis webometrics ialah dengan melakukan revitalisasi unit pelaksana teknis pengelola ICT, menambah bandwith dan titik pengaksesan (access point) agar akses ke web Unpad menjadi lancar, menerbitkan kebijakan Unpad tentang segala sesuatu dalam pembangunan dan pengembangan ICT di Unpad, mempersiapkan isi web, terus menerus menghimbau pemahaman tentang membangun citra, serta membentuk tim khusus webometrics.

Berdasarkan kriteria webometrics, Unpad sebenarnya sudah masuk ke daftar mereka. Data dimutakhirkan setiap enam bulan sekali, dan untuk periode juli 2010 Unpad berada di urutan 1834 dari seluruh perguruan tinggi di dunia dan urutan ke 53 di Asia Tenggara (http://www.webometrics.info/). Untuk sekadar komparasi, urutan perguruan tinggi Indonesia yang lain yaitu ITB di urutan 569, UGM di 611, UI di 789, IPB di 1127, ITS di 1348, UNAIR di 1474 dan UNDIP di urutan 1517.

Menjadi World Class Univesity adalah sebuah keharusan. Dan sebagai bentuk kesungguhan Unpad dalam mencapai hal tersebut, dibentuklah tim WCU yang diketuai oleh Arif Syamsulaksan Kartasasmita. Dr.,SpM.,MS. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai indikator menjadi WCU, yaitu international publication, HKI, dan international study program accreditation yang menjadi indikator kinerja utama, serta international research grant, citation index, dan international faculty & students yang menjadi indikator kinerja tambahan.

Kriteria WCU berdasarkan Webometrics idealnya bukanlah kejaran utama, sejatinya Univesitas Padjadjaran pun memiliki komitmen dan secara konsisten untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan, kualitas pengajaran, kualitas riset, ukuran institusi dan citra internasional nya dengan melakungan berbagai pembangunan dan pengembangan dari apa yang sudah ada sekarang. Sebagai institusi perguruan tinggi –yang tugas utamanya adalah Tridharma- menjadi universitas berkelas dunia maka sejatinya pengajarannya harus berkelas dunia, penelitiannya juga berkelas dunia, serta pengabdian kepada masyarakat nya pun harus berkelas dunia. Oleh karena itu, dalam pengelolaan nya pun harus berkelas dunia.

Lalu, apakah hanya sekadar mimpi, atau dapat terealisasi di tahun 2013 Unpad menjadi World Class Univesity? Jangan hanya menjadi sekadar wacana, perlu kerja nyata dalam mewujudkan itu semua. Perlu penghayatan dan kesamaan tindak kearah visi yang sama, semua sivitas akademika harus berkontribusi aktif, minimal berpartisipasi aktif dalam mewujudkan hal tersebut. “ Think Globally through Act Locally!” , setiap invididu harus bekerja secara professional dalam bidang tugas dan peran nya masing-masing, untuk peningkatan mutu yang terus menerus, untuk kualitas performa yang lebih baik, menuju kualitas internasional, untuk Indonesia, untuk almamter, dan untuk kita semua.

Jumat, 13 Agustus 2010

KKNM 2010, silahkan mengeluh kawan...

" Arrghh.., kenapa harus KKN sih?? padahal saya pengen balik, banyak yang harus dikerjakan, liburan saya semakin menyempit, dan bla..bla..bla..bla.."

" iya knp juga KKN ya.., pasti tidur nya gk nyaman, makan gk biasa, mandi sama nyuci gmana?? gk bisa akses internet,harus ngeluarin duit buat program dan bla..bla..bla..bla... "

" err.., KKN resek.., sebulan hidup sama orang yg gk dikenal, orang2 baru, dengan gaya dan sikap masing2.., pasti gk kan nyaman gaul sama mereka.., bla..bla..bla..bla.. "


statement diatas mungkin jadi sekelumit kecil kata-kata yang mewakili kondisi sebagian kita dalam menyongsong KKNM 2010.

lalu coba perhatikan sedikit saja tentang realita masyarakat seperti keadaan berikut ini:

pernah kah kita melihat sesosok tua dan lelah disertai keringat yang mengucur deras, terkadang nafas nya tersengal ditengah terik matahari dengan tubuh kurus keriput ditengah ladang persawahan??

atau melihat sesosok manusia yang kurang dalam mengenyam pendidikan, kulitnya legam terbakar matahari,dari kekar bahunya hingga kini kurus dan nampak hanya terbungkus kulit dia masih setia menjadi buruh angkut, walau mungkin kini langkahnya mulai gemetar..

mereka adalah sebagian kecil dari realita kehidupan yang ada, siapapun mereka,mereka memiliki kontribusi untuk bangsa walaupun kecil. Sekecil apapun mereka, sesederhana apapun mereka, dari uang yg mereka keluarkan untuk membayar pajak (pajak tanah, PBB, PPN, pajak2 lain nya) langsung atau tidak langsung manfaat nya bisa kita rasakan.

bahkan sadarkah kita, darimana uang yang mensubsidi kuliah kita?? darimana uang yang karena nya kita bisa menerima ilmu kedokteran, komunikasi, sastra, tekhnik, dll pada saat ini??

masyarakat memiliki peran dalam hal itu kawan, walaupun kadang mereka tak berfikir bahwa kita mengenyam kuliah karena kontribusi -besar atau kecil- mereka.

Lalu, hampir 3 tahun lebih kita mengenyam ilmu pendidikan di bangku kuliah, yang notabene nya menggunakan uang rakyat dalam prosesnya itu, sudah sejauh mana timbal balik kita untuk mereka??
dalam 3 tahun ini, apa yang sudah kita berikan untuk masyarakat??

lalu apa yang salah dengan kuliah kerja nyata mahasiswa yang hanya diselenggarakan 1 bulan dari total 4 tahun masa kuliah kita??

proporsi 4 tahun, 48 bulan kita menikmati kuliah, dan 1 bulan hanya untuk KKNM..
1 : 47, hanya satu bulan dari total 48 bulan yang hanya diminta untuk turun ke masyarakat..
ketika kita mengeluhkan yang 1 bulan ini, pernahkah kita sadar 47 bulan lain nya kita berkuliah sebagian biaya darimana???

Mahasiswa, sungguh Indonesia itu luas. Masyarakat butuh pengabdian kita, tak hanya sebatas KKNM yang cuma setaun sekali.

Jangan juga berpikir pengabdian hanya melalui KKNM saja, jika paradigma nya seperti itu, selama jadi mahasiswa hanya sekali saja kita mengabdi kepada masyarakat?

di perempatan masih ada anak-anak kecil minta-minta,di panti asuhan ada yang butuh bantuan tenaga pengajar,di pelosok-pelosok ada yang butuh buku, dan tingkat kesehatan nya masih rendah. Mari buka mata, hati dan telinga kita. Jangan jadikan mata kita hanya terpaku pada game, world cup atau nonton film saja, jangan jadikan pikiran kita terpaku untuk shopping, atau sekedar belajar keilmuan saja.

Gak harus lewat organisasi kampus ataupun KKNM sebenarnya buat melakukan pengabdian kepada masyarakat. KKNM hanyalah sebuah sarana, sebuah fasilitas yang mungkin dengan ini secara legal formal akademik mengharuskan seluruh mahasiswa untuk melakukan hal tersebut, karena tak ada jaminan ketika program KKNM ini tidak diselenggarakan, setiap kita bisa balas budi kepada masyarakat dengan caranya masing2.

masyarakat Indonesia mayoritas taraf hidupnya saya pikir masih dibawah teman-teman, dan bagaimana kita bisa tau jika kita gak pernah berbaur dengan masyarakat? Disinilah kita melatih sensitivitas kita kawan2? Selain sensitivitas, kreatifitas dituntut disini untuk melihat kejelian kita dalam memperhatikan dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan mengajukan alternatif solusi sesuai bidang keilmuan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tadi.

Mengeluh atau tidak, peduli atau tidak, itu adalah pilihan dalam menyambut KKNM 2010.

semengeluh apapun kita, setidak peduli apapun kita, KKNM 2010 akan tetap dilaksanakan dengan segala konsekuensi nya, dan kita akan tetap terlibat di dalam nya. rugi nya double saya rasa ketika sikap kita seperti ini, hati kita selalu merasa gk enak, kesel, dan persiapan kita pun tak akan optimal, baik itu dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain atau warga, hingga ke pelaksanaan program karena dikerjakan tak sepenuh hati, bisa jadi kebermanfaatan kita tak terasa atau biasa2 saja disana.

oleh karena itu, mari sambut KKNM 2010 dengan senyuman, persiapkan diri dan perencanaan sebaik mungkin, guna menghasilkan ledakan kebermanfaatan untuk kita dan masyarakat, mari kita buat Indonesia tersenyum.

bukan terlalu idealis, tapi jangan sampai mahasiswa kehilangan jatidirinya sebagai mahasiswa.

Mengabdi bukanlah sebatas jumlah nilai SKS kawan2, karena mengabdi itu sebuah kesukarelaan. Mengabdi adalah mempersembahkan sesuatu dari hati yang tak mati.





Kami ingin bicara padamu
Dari dalamnya lubuk hati nurani
Dari kami yang ingin berbakti
Tapi masih belum punya arti
Tapi kami punya rasa
Belum apa-apa
Belum berarti jasa
Yang ditandai dengan ragam pengalaman

Kami juga bicara seadanya
Kami hanya berawal dari cita-cita
Untuk berbaur dengan pemberdayaan, berkolaborasi
Mencari titik temu sebuah solusi

pengabdian kami tanpa akhir
Untuk masyarakat dan negeri tercinta ini
kami enggan mati, sebelum berarti


* untuk KKNM 2010 Universitas Padjadjaran *

Kamis, 20 Mei 2010

Student Government, Sebuah Refleksi Perjalanan Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran..

Oleh: Dani Ferdian (Menteri Dalam Negeri BEM KEMA Unpad)

14 Maret 2002, menjadi tonggak dan bukti sejarah bahwasanya elemen kemahasiswaan Unpad pernah -sedang, dan akan terus- berhimpun dalam wadah yang bernama Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (KEMA Upad). Berangkat dari kesadaran dan keterbutuhan dari masing-masing lembaga kemahasiswaan fakultas dan UKM akan pentingnya organisasi kemahasiswaan tingkat universitas (setelah sejak tahun 1996 organisasi kemahasiswaan di tingkat Universitas mengalami kekosongan), maka deklarasi KEMA Unpad tersebut menjadi sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah kemahasiswaan Unpad.

Kema Unpad sebagai organisasi mahasiswa menjadi wadah mahasiswa Unpad dalam mengembangkan diri ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian. Organisasi mahasiswa mempunyai peran luhur dalam membentuk mahasiswa untuk siap mengabdi kepada masayarakat dengan segala potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Oleh karena itu, diperlukan struktur yang efektif dalam meregulasi kemahasiswaan guna memperlancar dan mempermudah proses pembelajaran tersebut.

8 tahun usia KEMA Unpad saat ini, 8 kali pergantian kepengurusan, dengan berbagai dinamika yang turut mengiringi perjalanan nya. Mungkin saat ini belum semua lembaga kemahasiswaan bersatu kompak, perbedaan adalah keniscayaan, tidak selalu harus dihilangkan, karena bisa jadi itu sebuah kekayaan. Yang harus dibangun dalam polarisasi adalah kematangan dalam gerakan dan kesiapan untuk berbeda. Mengelola perbedaan, bukan mematikan nya. Mampu mengubah keragaman menjadi sumber kreativitas kolektif.

Secara kelembagaan, semua elemen mahasiswa mempunyai peran yang sama, hanya saja metode yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan karakter lembaga kemahasiswaan itu sendiri. Tak bisa dipungkiri, berbagai warna mencirikan setiap elemen di Unpad, tapi bukan satu hal yang mustahil ketika kita dapat mewujudkan warna-warna tersebut menjadi satu kesatuan indah layaknya pelangi.

Unpad berada pada urutan ke- 2 setelah UGM, dari segi kuantitatif dan ruang garap lembaga kemahasiswaan yang ada di dalam nya. Dengan 16 fakultas, yang terdiri dari program S1 berjumlah 16 (F.Kedokteran, F.KG, F.Farmasi, F.Keperawatan, F.TIP, F.Pertanian, F.Peternakan, F.PIK, F.Sastra, F.IKOM, F.ISIP, F.TG, F.MIPA, F.Psikologi, F.Hukum, F.Ekonomi), dan 5 untuk program D3 bentuk tambahan dari 5 Fakultas (PAAP (F.E), PAA (F.ISIP), D3 F. MIPA, D3 F.Sastra, D3 Agronomi (F.Pertanian), D3 F.IKOM), dengan total 21 lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas.

Serta ada 37 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas dibidang olah raga, olah rasa, dan olah jiwa yang jumlahnya akan terus berdinamisasi.

Kondisi tersebut menggambarkan potensi besar Unpad, jangan sampai kondisi tersebut malah menciptakan fragmentasi internal, tidak jelasnya positioning gerakan mahasiswa, serta kurangnya sinergisitas antar lembaga kemahasiswaan tersebut.

Melihat kondisi KEMA Unpad kekinian, berdasar pemaparan pansus stugov 2009-2010, serta hasil musyawarah mahasiswa bulan Februari 2010, maka didapat beberapa point permasalahan yang dihadapi KEMA Unpad saat ini, yakni:

1) Kurangnya partisipasi dan peran aktif mahasiswa.
2) Kurang sinergisnya pergerakan kemahasiswaan terutama dalam program-program yang
beririsan.
3) Pembinaan kaderisasi yang belum baik.
4) Permasalahan keuangan yang belum rapi dan terbagikan secara adil dan merata.
5) Adanya sistem organisasi yang belum terintegrasi dengan baik.

Berdasarkan analisis masalah tersebut, terdapat 2 inti permasalahan, yakni sistem keorganisasian yang belum baik dan permasalahan sumber daya manusia. Sistem keorganisasian ini berkaitan erat dengan konsepsi pemerintahan mahasiswa yang ada di Kema Unpad yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap sumber daya manusianya.

Pemerintahan Mahasiswa (student government) Kema unpad merupakan tuangan keteraturan ide besar guna mengoptimalkan potensi besar tadi untuk menghasilkan ledakan kebermanfaatan.

“Jangan sampai kita mundur lagi, padahal sudah ada keputusan yang ditetapkan sebelumnya.”
Stugov bukanlah hal yang baru, melainkan sudah ada sejak didirikannya KEMA Unpad, hanya saja pada kenyataannya, sistem tersebut belum berjalan secara optimal sehingga dibutuhkan perbaikan guna menjadikan nya lebih baik dan bisa dirasakan kebermanfaatan nya . Sebuah sistem yang baik dan ideal bagi KEMA Unpad, tentunya yang sesuai dengan kultur dan karakteristik UNPAD itu sendiri. Semua upaya yang dilakukan ini tak lain untuk menjadikan sesuatu yang lebih baik, menjadikan KEMA Unpad menjadi jelas dimata setiap elemen, mempunyai tata kelola organisasi yang rapi, dan untuk Unpad yang lebih baik. Menuju Unpad SATU.

Perlu adanya hubungan yang saling menguatkan antar elemen KEMA Unpad. Lembaga kemahasiswaan tingkat universitas seperti BEM U, BPM U, dan UKM, sedangkan di fakultas seperti BEM F, BPM F, dan UKM F, serta HMJ di tingkat jurusan perlu memiliki gerakan bersama untuk mewujudkan tujuan yang sama, tidak berjalan sendiri-sendiri. Student Government adalah upaya dalam mewujudkan hal tersebut.

Student government, dalam bentuk organisasi mahasiswa, harus menghargai dan menyerukan moralitas dalam gerakannya (mencerminkan sebuah gerakan moral). Dan dalam konteks perumusan dan penyelesaian berbagai permasalahan nya, khususnya dalam pemerintahan mahasiswa itu sendiri harus berdasarkan basis kajian keilmuan, hal ini mencerminkan intelektualitas dalam bergerak. Stugov pun dalam geraknya menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan, baik kampus maupun negara. Pemerintahan mahasiswa harus membuka keran selebar-lebarnya untuk bisa memberikan kontribusi dalam pengkajian kebijakan yang ada di kampus maupun pemerintahan nasional, dan harus mampu mengimplementasikan nya dalam konteks pemerintahan mahasiswanya, yakni pengontrolan dan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemegang kekuasaan pemerintahan mahasiswa. Stugov pun harus bersifat independent, tidak terpengaruh kepentingan kelompok tertentu terutama di luar mahasiswa. Stugov merupakan keberanian gerakan mahasiswa yang akan menjadi bahasa perjuangannya. Gerakan nya mempunyai hak dan kesempatan yang sama dengan pihak manapun, memiliki prinsip kesetaraan.

Adapun model-model Student Government (Pemerintahan Mahasiswa) yang ditawarkan dari hasil kongres maupun pra sidang beberapa hari yang lalu ialah sebagai berikut:



Model-model diatas ialah alternatif solusi untuk menjadikan Unpad lebih baik, fokusnya bukan pada model sebenarnya, melainkan dari KEBUTUHAN. Berangkat dari keterbutuhan setiap elemen KEMA Unpad, analisis permasalahan berdasarkan hal tersebut, lalu merefleksikan nya pada model mana yang paling sesuai, paling memenuhi keterbutuhan-keterbutuhan itu.

Dan semoga Sidang Istimewa yang akan diselenggarakan tanggal 22-23 Mei 2010 nanti akan menjadi sarana bagi setiap elemen KEMA Unpad dalam menjawab keterbutuhan nya, melalui pengerucutan dan pengesahan model stugov mana yang paling sesuai dan paling besar aspek kebermanfaatan nya. Hal ini bisa terwujud ketika setiap elemen KEMA mau berkontribusi dalam mewujudkan itu.

HIDUP MAHASISWA !!

- departemen dalam negeri BEM KEMA Unpad -
“lebih dekat, lebih bermanfaat…”






* sebuah transformasi hati dalam melayani, sinergisasi dalam kontribusi...
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/

Jumat, 12 Februari 2010

KONTEMPLASI KERIANGAN

bulir-bulir keceriaan yang mengalir
senyuman yang merekah
canda yang mewarnai
tawa yang membuncah
disertai semangat yang terus menggeliat

sinergis dalam sebuah formulasi
kristalisasi amanah
daur ulang energi
beternak mimpi, gagasan, harapan, asa
bertumbuh, dengan memberi

mencelup sebuah catatan kusam
tetesan keringat
api amarah
benang kusut kesalahan
serta benteng keangkuhan

menjadi tetes air ditengah ketandusan
sepoi angin dalam kegersangan
titik cahaya yang mewarnai hitam kelam kegelapan
maaf

melantun pada sebuah melodi
dalam anggukan hangat
binar mata ikhlas
getar hati yang memendam
syukur
terima kasih

ada hati
ada kehidupan
ada kontribusi

mahkota kehormatan
persembahan dari hati yang tak mati
pengabdian

bukan ritual
bukan ceremonial
matikan harapan untuk kata perpisahan
lupakan romantisme pelepasan

sejatinya ini bukan akhir dari ikatan
tapi euphoria penyambutan

untuk
teman
sahabat
calon rekan sejawat
keluarga

karena ini bukanlah akhir,
tapi awal dari perjuangan bersama
sebuah kontemplasi keriangan
yang pernah dan akan kita rasakan

rasa yang tersipu malu
yang menemani
dimanapun kita

-untuk kalian yang mengubah kerut dahi menjadi lipatan senyum-
(berbagi gambar untuk berbagi keriangan)


* gerakan bawah tanah kita sebelum staffing... :P

* forming, kumpul perdana di kosan galon (yang kini ditempati bagus), masih ingatkah?? ^^

* sebuah deklarasi... ^^

* proker perdana H + beberapa menit setelah dilantik, sekaligus pemasukan uang kas perdana saat itu.. :)

* simulasi BLS @ dept anastesi RSHS.., gaya ya.. :P

* open house kemahasiswaan 1.. (loh kok ada foto ayu ya... ^^'), si bro yang punya hajat saat itu... :)

* contoh foto sesaat setelah penyuluhan.. :P

* buka puasa bersama... ^^

* ke kosan galon lagi setelah buka bareng.. ^^'

* rencana naik kereta domba buat bantu korban gempa sumbar malah nyasar di stasion Bandung.., he..he... ^^'




* jalan-jalan (dalam arti yang sesungguhnya jalan) keliling Bandung.. ^^'

* foto dengan muka kusam setelah lelah seharian jalan... -_-


* open house kemahasiswaan 2...

* berbagi di panti tuna grahita @ magang day.. :)


* kita dan balai pengobatan ciwidey.. :D



* untuk buku kenangan senat, dan untuk kenangan kita kawan.. :D

* makan di salman...

* menghabiskan uang kas untuk es krim...


* es teler 77... (bukan es teler 24 kan, he.. :P )


* dan berakhir tuntas di rumah nenek, hampir tepat menghabiskan 1 juta.., heu.. ^^', hedon pisan.. :P



* pembagian sertifikat, sekaligus serah terima jabatan.. berakhirnya kekuasaan PKM 2009, dan dimulainya kekuasaan swasta 2010.., he.. :p

* pembubaran senat mahasiswa 2009.. :D


*selamat menyatukan kekuatan saudaraku.. :)
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/


Sabtu, 23 Januari 2010

Menjemput takdir sejarah



Menjadi seorang muslim sebelum segala sesuatu. Menjadi seorang da'i sebelum segala sesuatu. Penyeru kebaikan, pencegah kemungkaran. Menjadi seorang Muslim Dokter, bukan Dokter Muslim, karena identitas saya sebagai muslim melekat jauh lebih lama, jauh lebih dalam dibandingkan identitas saya sebagai dokter, mahasiswa kedokteran tepatnya. Kebanggaan menjadi seorang muslim yang mendasari arah gerak, langkah dan menghiasi segala aspek yang akan dijalani.

Menjadi seorang dokter sejatinya bukan hanya mengobati orang sakit, tugas utama tetap beribadah secara total kepada Allah, sehingga perintah Allah untuk berdakwah, memegang teguh Al-Quran, bisa dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai seorang hamba Allah.

Kontribusi dalam dakwah merupakan suatu tuntutan atau keniscayaan. Ya, kontribusi, menjawab keterbutuhan berdasarkan kompetensi inti yang kita punya. Tidak berhenti pada tahap partisipasi. Mempersiapkan amal unggulan untuk dihadirkan kelak di pengadilan akhirat, untuk ridha-Nya. Memperluas aspek kebermanfaatan, meninggalkan jejak kebermanfaatan di ruang masa yang telah Allah modalkan kepada setiap kita. Hak diri ada pada kebermanfaatan umat, karena sebaik-baiknya manusia ialah yang paling bermanfaat untuk yang lain.

Islam agama yang syamil mutakamil, merambah seluruh sisi kehidupan. Banyak kontribusi dan aspek kebermanfaatan yang melegenda yang dilahirkan dari seorang dokter.Ibnu Sina dengan Al-Qanun fi Al-Tibbnya (Canon of Medicine) yang kini masih menjadi referensi sekolah kedokteran di Eropa. Begitu juga dengan Ibn Rusyd dengan Al-Kulliyat fi Al-Tbbnya (Colliyet). Mereka adalah para ulama, mereka juga para dokter.

Bahkan dimasa kekinian, ketika kondisi Palestina carut-marut dililit gurita konspirasi Zionis Yahudi, terdapat sosok tokoh yang tak asing lagi di taman syuhada Palestina. Tokoh yang memenuhi janjinya pada Allah. Ketika ditanya tentang tantangan, dengan bahasa Inggris yang fasih beliau menjawab, yang artinya, "Jika aku harus memilih antara mati dengan serangan jantung atau serangan Apache, maka aku lebih memilih mati luluh lantak diserang Apache."

Dan benar, pemimpin Hamas pengganti Syekh Ahmad Yasin ini akhirnya syahid dengan hantaman rudal Apache. Ialah Al-Syahid Abdul Aziz Al-Rantisi. Yang membuat saya tertegun, ternyata beliau adalah juga seorang dokter dari Palestina yang menyelesaikan Masternya di Universitas Kedokteran Alexandria, Mesir.

Orang besar, dengan kontribusi besar. Sosoknya melegenda, kebermanfaatan nya melegenda, menginspirasi kontribusi-kontribusi baru pada generasi setelah nya.

Mereka bisa berkontribusi jiwa, berkontribusi pemikiran. Ketika saya masih belum bisa memberikan kontribusi besar dalam kewenangan, ketika ada pun hanya dalam lingkup kecil komunitas, kemahasiswaan, ketika dirasa belum cukup kompetensi dan keberanian dalam kontribusi jiwa, ketika dirasa belum maksimal dalam kontribusi materi, semoga kontribusi keterampilan dan kontribusi pemikiran bisa saya up grade untuk bisa memperluas aspek kebermanfaatan sesuai kapasitas yang saya punya. National Leadership Youth Camp Salman ITB, saya pikir merupakan jalan mengakselerasi keterampilan kepemimpinan dan memperkaya khazanah pemikiran saya untuk terus bergerak, untuk terus belajar, untuk terus berjuang, untuk kebermanfaatan umat, dalam lingkup dan kapasitas saya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda. Berusaha membiasakan diri untuk memberikan kontribusi setiap hari meskipun dalam jumlah yang kecil. Mengabdi, memberikan suatu persembahan dari hati yang tak mati.

“Sesungguhnya tampilnya islam karena tampilnya umat, tampilnya umat karena tampilnya pemuda, dan tampilnya pemuda karena kebaikan akhlak”

Saya seorang mahasiswa, seorang pemuda. Dan semoga saya tampil karena kebaikan akhlak. National Leadership Youth Camp Salman ITB, menjadi sarana penjaga, sarana refleksi untuk kembali ke tujuan, sarana me-recharge ruhiyah, sarana mengembalikan dan menguatkan saya agar tetap pada jalur, sarana untuk mengakarkan kebaikan akhlak, untuk menjadi seorang pemuda pada hakikat nya. Membawa nilai-nilai islami dalam setiap aspek kehidupan.

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, tidak jarang juga kita mendengar kalau majunya suatu bangsa itu karena pemudanya dan hancurnya suatu bangsa itu juga karena pemuda.

Peningkatan daya saing bangsa melalui kepemimpinan pemuda bukan hanya sekedar kata. Sebuah kewajaran dan rasionalitas berlogika ketika pemuda yang mengambil peran itu. Menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan Islam dalam sejarah. Pemuda, negara, peradaban.Transformasi bangsa ke arah lebih baik, itu ranah amal pemuda. Tak kan ada amal tanpa ilmu, dan disinilah, National Leadership Youth Camp Salman ITB, menjadi jalan, menjadi pelepas dahaga saya akan ilmu untuk terus beramal.

National Leadership Youth Camp Salman ITB, sebuah kawah candradimuka,bagi para pemuda sebagai cadangan masa depan, sebagai agen perubah/pembaharu, dan sebagai da'i tentunya.Dan saya adalah bagian dari pemuda.

National Leadership Youth Camp Salman ITB. Untuk sebuah kontribusi, menjawab keterbutuhan berdasarakan kompetensi inti. Mengakselerasi dan mengoptimalkan kompetensi itu, tempat belajar, untuk berjuang, dan memperluas ruang kebermanfaatan.Sarana menjemput momentum untuk mencetak sejarah. Untuk menghasilkan kontribusi-kontribusi baru setelahnya, untuk generasi baru. Menjadi generasi yang tak tergantikan. Menjadi bagian dari peradaban Islam, tak hanya berhenti sampai peningkatan daya saing bangsa.

Untuk sebuah kontribusi. Menjemput takdir sejarah.



* mari kita salurkan potensi itu pemuda!!


* program sehat cerdas anak bangsa, mari kita wujudkan itu untuk prototype peningkatan kualitas anak sekolah Indonesia, kelompok 2.. :)
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/