Tampilkan postingan dengan label pengabdian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengabdian. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

Kita dan Rasa Sepi Seorang Ibu

Mengambil hikmah di seberang waduk Jatiluhur, Purwakarta. Berkisah tentang perburuan janda jompo di Parang Gombong, untuk disantuni, diperiksa kesehatannya dan diobati. Menjajal malam dari rumah ke rumah, satu jompo ke jompo lainnya. Belajar tentang rindu, itu salah satu makna yang bisa kuikat malam itu.

Berawal dari pertemuanku dengan (sebut saja namanya) Nenek Ucuk, salah satu janda jompo yang kutemui dari 8 orang yang akan dikunjungi. Kediamannya hanyalah rumah panggung, kecil, berbentuk satu kamar, dengan penerangan luar yang tak terlalu terang. Tak pernah kubayangkan sebelumnya respon yang muncul dari beliau saat aku ketuk pintu rumahnya. Dengan tubuhnya yang renta, saat beliau keluar dan melihat kami, ia langsung menangis. Teriak, menangis histeris, haru. Tak pernah sebelumnya ada yang mau peduli dengannya, mengunjunginya, bertatap dengannya, bahkan sekadar duduk di teras rumahnya. Begitu tutur beliau sambil sesekali memeluk, merangkul, dan menggengam tangan kami disela-sela cerita dan tangisnya.

Nenek Ucuk, seorang yang hidup lebih dari 75 tahun ini masih sempat merasakan masa penjajahan Belanda dan Jepang. Ia masih sempat menyaksikan banyak penyembelihan kepala manusia pada masanya. Ia yang pernah menyembunyikan anak-anak laki-laki seusiaku dulu dari kejaran penjajah di rumahnya. Kini hidup seorang diri, walaupun ia punya beberapa anak dan cucu. Kesehariannya hanya makan nasi dan kecap dua kali sehari, dan minum dengan air teh manis. Pekerjaannya, hanyalah pengumpul karung-karung bekas. Yang tak kalah menyedihkannya adalah ketika warga sekitar melarang anak-anak kecil mereka bermain di sekitaran rumah Nenek Ucuk ini. Selalu mereka ditakut-takuti bahwa rumah Nenek Ucuk ini adalah 'Sarang Babi'.

Menyaksikan rasa sepi seorang ibu. Itu yang pertama terlintas di benakku saat melihat sang Nenek menangis ketika kami kunjungi, ketika ia sadar bahwa masih ada yang peduli. Berpisah dengan anak, keluarga saja sudah meninggalkan rasa sepi yang gersang pikirku, apalagi jika ditambah harus dikucilkan dari lingkungan. Aku bisa merasakan refleksi yang serupa, akan perasaan mendasar tentang rindu seorang ibu akan anaknya, keluarganya malam itu. Rasa sepi ibu itu naluri yang sangat khas.

Melihat realita tersebut, ditengah padatnya rutinitas yang sering menguasai diri kita, kita perlu sejenak berbicara dengan hati sendiri tentang seperti apakah kiranya hari ini keadaan ibu kita. Rasanya tak berlebihan bila sejenak kita perlu berbicara dengan perasaan kita, adakah rasa sepi kiranya tengah bergelayut di hati ibu kita??

Suatu waktu dalam hidup kita, ibu kita pun adalah ibu yang kesepian. Merindukan kita yang mulai asyik dengan diri kita sendiri. Kita mulai membangun cara pandang berbeda, cita rasa berbeda, dan bahkan mencari alasan yang terlalu rumit untuk merasa tidak bisa memahami seorang ibu secara apa adanya. Di usia kita yang belum terlalu tegak menjadi lelaki atau perempuan dewasa, ibu kita masih dan akan selalu berkata, "Hati-hati nak." Dan terkadang kita banyak menjawabnya dengan " Sudah mengerti bu, aku sudah besar."

Kita dan orang tua memang ditakdirkan lahir di generasi yang berbeda, menghuni zaman yang tak serupa, mengalami perubahan-perubahan budaya yang tak sama, sehingga terkadang muncul perbedaan-perbedaan yang membuat komunikasi orang tua dan anak tak sepaham, kehendak yang tak seiring, dan pikiran yang tak sejalan. Kondisi seperti ini seringkali mewariskan rasa sepi di kehidupan orang tua. Bukan karena mereka ditinggalkan, tapi karena ada keinginan yang tak dapat dipahami oleh anaknya. Ibu kita yang umumnya lebih banyak menghabiskan hari-harinya di rumah memang kadang gagal menangkap dan memahami perubahan yang terjadi pada pribadi dan lingkungan anaknya, perubahan yang tidak disertai kedewasaan dan kemampuan menghormati sebagaimana seharusnya.

Suatu masa dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang menahan rindu. Menanti bertemu dengan anak-anak yang mulai terasa tak lagi membersamainya. Jangankan  bagi yang tak serumah karena harus merantau belajar, bahkan sebagian kita yang tinggal satu atap dengannya tak jarang seperti hidup dalam dunia yang berbeda. Kita dekat tetapi jauh.

Suatu ketika dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang mencintai kita dengan segenap perasaannya yang dulu, tidak berubah. Sama kuatnya, sama tulusnya. Suatu saat dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang tak lelah berharap dan berdoa untuk kita. Bahkan bila pun kita menganggap diri kita telah menjadi sesuatu. Sementara kita terkadang tumbuh dalam keangkuhan-keangkuhan, yang bersama itu mungkin cara kita memahami perasaan ibu kita pun sering berubah.

Sadarilah, bahwa sepi adalah jejak waktu yang tentu saja tak memberi rasa nyaman. Apalagi kita tak bisa tahu kapan ia akan berakhir. Dan seorang ibu adalah sosok yang mungkin sangat sering mengalami itu dalam hidupnya, meski mungkin kita kadang tak menyadari itu sebagai seorang anaknya. Sekali lagi, mari sejenak kita coba renungkan, bicara soal keadaan orang tua. Soal rasa sepi yang seringkali menerpa hidupnya. Saat kita masih punya kesempatan untuk membalas budi mereka, melakukan yang terbaik untuknya. Untuk ibu yang pengorbanannya tak terhingga. Agar jangan sampai ada kata "menyesal" di kemudian hari.

Mungkin kita juga adalah salah seorang anak yang telah membuat ibu merasa sepi, karena meninggalkannya untuk sementara, demi mengejar cita-cita. Hari ini, entah dimanapun setiap kita berada, mari sejenak bicara tentang rasa sepi ibu yang terus menyimpan cinta dan kasihnya pada kita sampai kapan pun. Mari sejenak kita merenungkan keadaannya, di kala kita sedang jauh dari sisinya. Apakah yang sedang dia lakukan kini?? Sesekali obati rasa sepinya dengan rela meninggalkan kesibukkan untuk sesaat pulang menemuinya, mencium tangannya. Atau terkadang, cukup dengan suara saja ibu telah merasa puas. Sebab terkadang dengan sepatah kata sapaan dari kita yang terdengar dari ujung telepon, telah membuatnya bahagia yang tak terkira.

Ibu memang selalu merindukan kita. Sangat merindukan kita. Sampai kapan pun. Gambar wajah kita selalu hadir di benaknya, bermain-main di pelupuk matanya. Dia selalu melempar ingatannya ke masa-masa lalu yang indah ketika kita masih bersamanya, mengenang segala tingkah lucu kita yang menggores kesan indah di hatinya. 

Sukses seorang anak tentunya memberi rasa bangga dan puas di hati seorang ibu. Kelelahan selama bertahun-tahun yang dia alami, akan berakhir tanpa bekas manakala dia melihat anak-anak yang dibesarkannya dengan penuh cinta hidup dalam kemudahan dan keadaan yang lebih baik dari kehidupannya sendiri.

Tetapi tentu bukan hal itu yang paling membahagiakan seorang ibu. Selain kesuksesan dan keberhasilan, seorang ibu sangatlah ingin melihat anak-anaknya tumbuh menjadi orang-orang shalih, berbakti dan berakhlak mulia. Itulah yang paling membahagiakan orang tua. Tak ada yang paling menyenangkan hatinya dan menentramkan jiwanya selain melihat mereka tumbuh dalam ketaatan kepada Allah swt. Terlebih ketika mereka telah berada di usia yang semakin senja, selalu ada harapan agar anaknya kelak tetap mengenangnya setelah kepergiannya, dalam doa dan munajatnya, memohonkan ampun untuknya.

Rasa sepi yang paling dahsyat akan dirasakan seorang ibu ketika ia tak menemukan keshalihan pada diri anak-anaknya. Saat beribadah tak ada yang menemani. Ketika berdoa tak ada yang mengamini. Di kala sakit tak ada yang mendoakan. Akhir hidupnya dihantui rasa takut akan kegagalan menuai pahala anak-anaknya.

Rasa sepi yang dialami oleh ibu tentu tak cukup hanya kita bicarakan. Sebab bicara tak akan memberi manfaat untuknya, kecuali agar ada kesadaran yang muncul dari diri kita, untuk mengenali dan mengetahui kondisi itu. Bicara tak akan mengobati rasa sepi itu. Bicara tak akan mengurangi kesendirian dan kerinduan ibu. Yang harus kita lakukan kemudian adalah merenungi apa yang telah kita berikan kepada ibu. Merenungi adalah untuk mengukur kadar perhatian kita kepadanya, agar kita bisa memberinya lebih banyak lagi, dalam hal apapun.

Selalu taatlah kepadanya, jagalah hubungan baik dengannya, hindari hal-hal yang tidak disukainya. Ajaran agama tak memberi kita ruang untuk menolak apapun perintahnya, kecuali jika perintah itu menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya. Tunjukanlah selalu ketaatan kepada mereka, berikanlah bakti kita kepadanya.

"Tidak ada dosa yang dipercepat adzab kepada pelakunya di dunia ini dan Allah juga akan mengadzabnya di akhirat selain (dua hal), yang pertama berlaku zhalim, dan kedua memutus silaturrahim (dengan orang tua)" HR. Bukhari
 

"Telah berkata Rasulullah saw, ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan kepala rumah tangga yang membiarkan ada kejelekan (zina) dalam rumah tangganya" HR. Hakim

Maksimalkanlah kekuatan doanya, kejarlah doanya yang tak terhijab, mintalah ketulusannya, dan rengkuhlah ridhanya.
 

" Tiga doa yang mustajab, yang tidak ada keraguan lagi di dalamnya: Doa orang yang terdzalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua untuk anaknya " HR. Tirmidzi
 
Sepenggal kisah pertemuan dengan Nenek Ucuk di Parang Gombong ini, sekali lagi bisa menjadi sebuah refleksi mendalam bagi kita, untuk sejenak bicara tentang rasa sepi seorang ibu. Yang ditengah kesepiannya itu, ia masih senantiasa melantunkan doa bagi anak-anaknya, maupun alm orang tuanya yang sudah lama meninggal. Menjadi sebuah refleksi bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup, di masa usia yang masih terbilang 'muda.'

*sebuah catatan pasca Bakti Sosial Parang Gombong, Purwakarta, 23 September 2012*

Rabu, 15 September 2010

Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, Nyatanya Seperti Apa??

Oleh:
Dani Ferdian (Menteri Dalam Negeri BEM KEMA UNPAD)
Cut Thysa (Ketua Direktorat Jendral Kebijakan Kampus BEM KEMA UNPAD)

Universitas Padjadjaran sejatinya memang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Berbagai perubahan dalam pembangunan dan dinamika masyarakat merupakn dua hal yang saling berkaitan. Ada konsekuensi logis yang harus dipenuhi dari kondisi tersebut, berupa kontribusi kepada institusi, mahasiswa, dan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat, yang terpadu dengan pendidikan dan penelitian menjadikan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Integratif (KKNM PPMD Integratif) menjadi sebuah alternatif solusi yang ditawarkan Unpad dalam menjawab semua kebutuhan tadi.

KKNM PPMD Integratif, bukan berarti tak ada permasalahan dalam pelaksanaan nya. Banyak isu yang bermunculan terkait KKNM dari kalangan mahasiswa, mulai dari jumlah SKS (80 SKS) yang menjadi persyaratan mengikuti KKN, yang diduga bisa mengganggu proses pembinaan dan kaderisasi kemahasiswaan, hingga isu tentang dihapuskan nya KKNM untuk taun mendatang.

Memang KKNM PPMD Integratif kini telah mengalami berbagai perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perubahan mendasar terjadi pada tujuan diselenggarakan nya KKNM, dimana sebelumnya dibangun paradigma untuk mengabdi kepada masyarakat, kini menjadi belajar bersama masyarakat. LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat) Unpad menilai bahwa tidak rasional bagi mahasiswa Unpad untuk melakukan banyak perubahan di masyarakat dalam waktu singkat (1 bulan). “ Kita bukan Superman, yang bisa mengubah sesuatu menjadi baik dalam waktu singkat”, ujar koordinator KKNM PPMD Integratif Unpad. Oleh karena itu, paradigma KKNM PPMD Integratif ini lebih difokuskan pada pembelajaran bagi mahasiswa Unpad, khususnya dalam belajar bermasyarakat. Perubahan tujuan inilah yang mendasari perubahan jumlah minimal SKS yang diperlukan (80 SKS) untuk mengikuti program KKNM PPMD Integratif ini, karena untuk belajar bersama masyarakat, tidak terlalu diperlukan dasar keilmuan dari masing-masing studi secara komprehensif.

Perubahan lain yang terjadi ialah dari segi waktu, setelah sebelumnya KKNM dilakukan dalam jangka waktu dua bulan, kini KKNM PPMD Integratif diselenggarakan dalam jangka waktu satu bulan. “Belajar di masyarakat, kenapa harus lama-lama?”, ujar pihak LPPM. Selain itu, alasan lain yang mendasari ialah untuk menyesuaikan dengan kalender akademik seluruh fakultas agar KKNM-PPMD Integratif dapat diikuti seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran. Untuk itu, mulai saat ini dan seterusnya, KKNM-PPMD Integratif hanya akan berlangsung selama 1 bulan dengan 2 periode, yaitu bulan Juli dan Januari.

Hal lainnya yang mengalami perubahan adalah sistem pendaftaran KKNM-PPMD Integratif yang kini menggunakan sistem online, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sudah ditetapkan oleh pihak LPPM. Dengan sistem ini, mahasiswa dapat menentukan sendiri daerah mana yang diinginkan nya, serta bersama siapa dalam melaksanakan KKNM-PPMD Integratif nantinya, tentunya dengan pembatasan kuota masing-masing fakultas di tiap daerahnya. Pertimbangan LPPM mengadakan sistem pendaftaran seperti ini semata-mata hanya untuk mengurangi keluhan atau protes dari mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan tempat maupun teman sekelompok KKN nya sehingga minta untuk dipindahkan. Berdasarkan data yang didapat, dengan menggunakan sistem ini, maka jumlah keluhan berkurang drastis dari sekitar 600an, menjadi tinggal puluhan saja. Disamping itu, menurut pihak LPPM, sistem pendaftaran online ini mempermudah kerja LPPM dalam proses pemetaan mahasiswa.
Disamping kelebihan, timbul beberapa permasalahan dari sistem pendaftaran online ini, seperti tidak seimbangnya jumlah pria dan wanita dalam suatu kelompok hingga menghambat pelaksanaan progam KKNM-PPMD Integratif, tidak tepatnya program pengabdian kepada masyarakat dosen dengan bidang studi mahasiswa nya dan kebutuhan masyarakat, serta menjadikan mahasiswa tidak selalu siap dengan lingkungan baru dan keluar dari zona nyaman nya karena dibiarkan memilih tempat dan teman-teman yang menurutnya nyaman. Dalam menyikapi hal ini, LPPM belum memiliki solusi konkrit. Karena terbatasnya kapasitas LPPM dan sumber daya yang ada, LPPM masih memilih jalan mudah dengan lebih mengutamakan keinginan mahasiswa dibanding kebutuhan mahasiswa yang dirasa ideal untuk dibentuk sebuah institusi pendidikan.

Hal teknis KKNM pun tak luput dari sorotan mahasiswa, dalam hal transportasi misalnya, baik itu keberangkatan maupun kepulangan. Saat keberangkatan, banyak mahasiswa yang tidak diantarkan sampai ke desa tujuan sehingga harus mencari transportasi untuk masuk ke desa, bahkan ada pula yang harus berjalan kaki. Dan ternyata hal ini merupakan suatu kesalahpahaman karena kurangnya sosialisasi mengenai transportasi keberangkatan. Menurut LPPM, kesepakatan dengan pihak transport, mahasiswa HARUS diantarkan sampai ke desa tujuan. Namun, dikarenakan mahasiswa tidak mengetahui hal ini sebelumnya, maka tidak ada hal kuat yang mendasari ketika pada akhirnya mahasiswa diturunkan sebelum sampai ke desa tujuan dengan alasan akses jalannya tidak memungkinkan transport sebelumnya untuk masuk. Sementara untuk kepulangan, seluruh mahasiswa tidak difasilitasi transportasi dari pihak Universitas. Hal ini dikarenakan semata-mata masalah dana yang menurut LPPM tidak mencukupi.

Banyak hal lain yang masih bisa, bahkan perlu dikritisi terkait KKNM PPMD Integratif ini. Bagaimanakah sistem kontrol dari dosen pembimbing lapangan kepada mahasiswa nya? Begitupun dengan sistem kontrol dari pihak LPPM langsung untuk keduanya? Adakah sistem reward dan punishment bagi siapa saja yang berprestasi, ataupun bagi yang terbukti melakukan pelanggaran?

Pihak LPPM memang mengakui masih banyak kekurangan baik itu dari segi sistem, DPL, maupun hal-hal teknis lain nya. Sejatinya berbagai kekurangan tersebut bukan dijadikan sebagai bahan pemakluman untuk mahasiswa, tapi menjadi sebuah keharusan untuk diperbaiki guna menjadikan KKNM PPMD Integratif yang lebih baik untuk kedepan nya.

Lalu, bagaimanakah efektifitas dan efisiensi program kuliah kerja nyata mahasiswa selama ini? Lebih baik manakah, KKNM-PPMD Integratif yang sesuai keinginan mahasiswa, atau keterbutuhan mahasiswa? Dan lebih penting manakah pembelajaran bagi mahasiswa, atau kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat? Bagaimana arah KKNM-PPMD Integratif periode selanjutnya?? Masih perlukah??

- Pengabdian, Sebuah Persembahan Dari Hati Yang Tak Mati-

Jumat, 13 Agustus 2010

KKNM 2010, silahkan mengeluh kawan...

" Arrghh.., kenapa harus KKN sih?? padahal saya pengen balik, banyak yang harus dikerjakan, liburan saya semakin menyempit, dan bla..bla..bla..bla.."

" iya knp juga KKN ya.., pasti tidur nya gk nyaman, makan gk biasa, mandi sama nyuci gmana?? gk bisa akses internet,harus ngeluarin duit buat program dan bla..bla..bla..bla... "

" err.., KKN resek.., sebulan hidup sama orang yg gk dikenal, orang2 baru, dengan gaya dan sikap masing2.., pasti gk kan nyaman gaul sama mereka.., bla..bla..bla..bla.. "


statement diatas mungkin jadi sekelumit kecil kata-kata yang mewakili kondisi sebagian kita dalam menyongsong KKNM 2010.

lalu coba perhatikan sedikit saja tentang realita masyarakat seperti keadaan berikut ini:

pernah kah kita melihat sesosok tua dan lelah disertai keringat yang mengucur deras, terkadang nafas nya tersengal ditengah terik matahari dengan tubuh kurus keriput ditengah ladang persawahan??

atau melihat sesosok manusia yang kurang dalam mengenyam pendidikan, kulitnya legam terbakar matahari,dari kekar bahunya hingga kini kurus dan nampak hanya terbungkus kulit dia masih setia menjadi buruh angkut, walau mungkin kini langkahnya mulai gemetar..

mereka adalah sebagian kecil dari realita kehidupan yang ada, siapapun mereka,mereka memiliki kontribusi untuk bangsa walaupun kecil. Sekecil apapun mereka, sesederhana apapun mereka, dari uang yg mereka keluarkan untuk membayar pajak (pajak tanah, PBB, PPN, pajak2 lain nya) langsung atau tidak langsung manfaat nya bisa kita rasakan.

bahkan sadarkah kita, darimana uang yang mensubsidi kuliah kita?? darimana uang yang karena nya kita bisa menerima ilmu kedokteran, komunikasi, sastra, tekhnik, dll pada saat ini??

masyarakat memiliki peran dalam hal itu kawan, walaupun kadang mereka tak berfikir bahwa kita mengenyam kuliah karena kontribusi -besar atau kecil- mereka.

Lalu, hampir 3 tahun lebih kita mengenyam ilmu pendidikan di bangku kuliah, yang notabene nya menggunakan uang rakyat dalam prosesnya itu, sudah sejauh mana timbal balik kita untuk mereka??
dalam 3 tahun ini, apa yang sudah kita berikan untuk masyarakat??

lalu apa yang salah dengan kuliah kerja nyata mahasiswa yang hanya diselenggarakan 1 bulan dari total 4 tahun masa kuliah kita??

proporsi 4 tahun, 48 bulan kita menikmati kuliah, dan 1 bulan hanya untuk KKNM..
1 : 47, hanya satu bulan dari total 48 bulan yang hanya diminta untuk turun ke masyarakat..
ketika kita mengeluhkan yang 1 bulan ini, pernahkah kita sadar 47 bulan lain nya kita berkuliah sebagian biaya darimana???

Mahasiswa, sungguh Indonesia itu luas. Masyarakat butuh pengabdian kita, tak hanya sebatas KKNM yang cuma setaun sekali.

Jangan juga berpikir pengabdian hanya melalui KKNM saja, jika paradigma nya seperti itu, selama jadi mahasiswa hanya sekali saja kita mengabdi kepada masyarakat?

di perempatan masih ada anak-anak kecil minta-minta,di panti asuhan ada yang butuh bantuan tenaga pengajar,di pelosok-pelosok ada yang butuh buku, dan tingkat kesehatan nya masih rendah. Mari buka mata, hati dan telinga kita. Jangan jadikan mata kita hanya terpaku pada game, world cup atau nonton film saja, jangan jadikan pikiran kita terpaku untuk shopping, atau sekedar belajar keilmuan saja.

Gak harus lewat organisasi kampus ataupun KKNM sebenarnya buat melakukan pengabdian kepada masyarakat. KKNM hanyalah sebuah sarana, sebuah fasilitas yang mungkin dengan ini secara legal formal akademik mengharuskan seluruh mahasiswa untuk melakukan hal tersebut, karena tak ada jaminan ketika program KKNM ini tidak diselenggarakan, setiap kita bisa balas budi kepada masyarakat dengan caranya masing2.

masyarakat Indonesia mayoritas taraf hidupnya saya pikir masih dibawah teman-teman, dan bagaimana kita bisa tau jika kita gak pernah berbaur dengan masyarakat? Disinilah kita melatih sensitivitas kita kawan2? Selain sensitivitas, kreatifitas dituntut disini untuk melihat kejelian kita dalam memperhatikan dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan mengajukan alternatif solusi sesuai bidang keilmuan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tadi.

Mengeluh atau tidak, peduli atau tidak, itu adalah pilihan dalam menyambut KKNM 2010.

semengeluh apapun kita, setidak peduli apapun kita, KKNM 2010 akan tetap dilaksanakan dengan segala konsekuensi nya, dan kita akan tetap terlibat di dalam nya. rugi nya double saya rasa ketika sikap kita seperti ini, hati kita selalu merasa gk enak, kesel, dan persiapan kita pun tak akan optimal, baik itu dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain atau warga, hingga ke pelaksanaan program karena dikerjakan tak sepenuh hati, bisa jadi kebermanfaatan kita tak terasa atau biasa2 saja disana.

oleh karena itu, mari sambut KKNM 2010 dengan senyuman, persiapkan diri dan perencanaan sebaik mungkin, guna menghasilkan ledakan kebermanfaatan untuk kita dan masyarakat, mari kita buat Indonesia tersenyum.

bukan terlalu idealis, tapi jangan sampai mahasiswa kehilangan jatidirinya sebagai mahasiswa.

Mengabdi bukanlah sebatas jumlah nilai SKS kawan2, karena mengabdi itu sebuah kesukarelaan. Mengabdi adalah mempersembahkan sesuatu dari hati yang tak mati.





Kami ingin bicara padamu
Dari dalamnya lubuk hati nurani
Dari kami yang ingin berbakti
Tapi masih belum punya arti
Tapi kami punya rasa
Belum apa-apa
Belum berarti jasa
Yang ditandai dengan ragam pengalaman

Kami juga bicara seadanya
Kami hanya berawal dari cita-cita
Untuk berbaur dengan pemberdayaan, berkolaborasi
Mencari titik temu sebuah solusi

pengabdian kami tanpa akhir
Untuk masyarakat dan negeri tercinta ini
kami enggan mati, sebelum berarti


* untuk KKNM 2010 Universitas Padjadjaran *

Jumat, 12 Februari 2010

KONTEMPLASI KERIANGAN

bulir-bulir keceriaan yang mengalir
senyuman yang merekah
canda yang mewarnai
tawa yang membuncah
disertai semangat yang terus menggeliat

sinergis dalam sebuah formulasi
kristalisasi amanah
daur ulang energi
beternak mimpi, gagasan, harapan, asa
bertumbuh, dengan memberi

mencelup sebuah catatan kusam
tetesan keringat
api amarah
benang kusut kesalahan
serta benteng keangkuhan

menjadi tetes air ditengah ketandusan
sepoi angin dalam kegersangan
titik cahaya yang mewarnai hitam kelam kegelapan
maaf

melantun pada sebuah melodi
dalam anggukan hangat
binar mata ikhlas
getar hati yang memendam
syukur
terima kasih

ada hati
ada kehidupan
ada kontribusi

mahkota kehormatan
persembahan dari hati yang tak mati
pengabdian

bukan ritual
bukan ceremonial
matikan harapan untuk kata perpisahan
lupakan romantisme pelepasan

sejatinya ini bukan akhir dari ikatan
tapi euphoria penyambutan

untuk
teman
sahabat
calon rekan sejawat
keluarga

karena ini bukanlah akhir,
tapi awal dari perjuangan bersama
sebuah kontemplasi keriangan
yang pernah dan akan kita rasakan

rasa yang tersipu malu
yang menemani
dimanapun kita

-untuk kalian yang mengubah kerut dahi menjadi lipatan senyum-
(berbagi gambar untuk berbagi keriangan)


* gerakan bawah tanah kita sebelum staffing... :P

* forming, kumpul perdana di kosan galon (yang kini ditempati bagus), masih ingatkah?? ^^

* sebuah deklarasi... ^^

* proker perdana H + beberapa menit setelah dilantik, sekaligus pemasukan uang kas perdana saat itu.. :)

* simulasi BLS @ dept anastesi RSHS.., gaya ya.. :P

* open house kemahasiswaan 1.. (loh kok ada foto ayu ya... ^^'), si bro yang punya hajat saat itu... :)

* contoh foto sesaat setelah penyuluhan.. :P

* buka puasa bersama... ^^

* ke kosan galon lagi setelah buka bareng.. ^^'

* rencana naik kereta domba buat bantu korban gempa sumbar malah nyasar di stasion Bandung.., he..he... ^^'




* jalan-jalan (dalam arti yang sesungguhnya jalan) keliling Bandung.. ^^'

* foto dengan muka kusam setelah lelah seharian jalan... -_-


* open house kemahasiswaan 2...

* berbagi di panti tuna grahita @ magang day.. :)


* kita dan balai pengobatan ciwidey.. :D



* untuk buku kenangan senat, dan untuk kenangan kita kawan.. :D

* makan di salman...

* menghabiskan uang kas untuk es krim...


* es teler 77... (bukan es teler 24 kan, he.. :P )


* dan berakhir tuntas di rumah nenek, hampir tepat menghabiskan 1 juta.., heu.. ^^', hedon pisan.. :P



* pembagian sertifikat, sekaligus serah terima jabatan.. berakhirnya kekuasaan PKM 2009, dan dimulainya kekuasaan swasta 2010.., he.. :p

* pembubaran senat mahasiswa 2009.. :D


*selamat menyatukan kekuatan saudaraku.. :)
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/


Rabu, 20 Januari 2010

“ Dari hati untukmu negeriku…”


* dari FK Unpad menuju.......


* ..........Forum Indonesia Muda Angkatan VII

(sebuah tulisan yang dihasilkan untuk seleksi Forum Indonesia Muda VII kurang lebih setahun yang lalu, semoga bisa kembali membakar semangat)

Seorang anak manusia biasa yang ingin melakukan banyak hal luar biasa, untuk dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan nya. Belajar untuk terus memperbaiki diri, sebagai bekal untuk meraih tujuan, berjuang sungguh-sungguh hingga bisa memberikan kebermanfaatan. Itulah yang saya coba secara konsisten implementasikan dalam menjalankan segala aktifitas yang saya hadapi. Begitupun dalam aktifitas saya di masyarakat, baik itu di lingkungan kampus, maupun sosial masyarakat pada umumnya.

Di amanahi sebagai Ketua Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad, saya dan teman-teman lain yang saya pimpin berusaha membentuk mahasiswa FK Unpad terdepan dalam memberikan kebermanfaatan berdasarkan esensi pengabdian, Memberikan pemahaman bahwa kita merupakan insan abdi masyarakat. Walaupun memang akan ada masa nya kelak kita akan mengabdi kepada masyarakat, tapi sebenarnya jiwa itu bisa kita latih dari sekarang, secara sadar dan sengaja, dan yang memfasilitasi itu semua ialah kita yang tergabung di seksi PKM ini, dengan berbagai program yang kami buat hingga kita semua sadar bahwa luang lingkup, proses serta cara pengabdian sangat luas sekali, mulai dari kita sebagai seorang hamba Allah, sebagai individu, sebagai seorang anak, sebagai makhluk sosial, dan sebagai bagian dari tatanan kehidupan, sehingga kita sadar bahwa pengabdian bisa dilakukan dari hal yang terkecil, bisa kita lakukan dimana saja, dan bisa dimulai saat ini, sekarang! Dengan memberikan kesadaran bahwa yang kita lakukan tersebut merupakan persembahan dari hati yang tak mati.

Sebagai seorang ketua angkatan mahasiswa FK Unpad angkatan 2007, saya pun berkewajiban memberikan pelayanan terhadap keluarga angkatan saya, karena konsep apapun yang saya dan teman-teman lain buat dan dilaksanakan kemarin, hari ini, hingga yang akan datang akan selalu kembali pada hakikatnya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa.

Departemen Universe DKM Asy Syifaa’ FK UNPAD, sarana untuk saya dan teman-teman dalam memperkenalkan Islam secara universal, sehingga mengokohkan kembali nilai-nilai spiritual dan ajaran agama sebagai orientasi dan pedoman kehidupan bangsa/ semua warga masyarakat.

Dan Standing Committee of Human Rights and Peace Center for Indonesian Medical Students’ Activities (SCORP CIMSA) FK Unpad yang mewadahi aktifitas saya di bidang hak asasi, perdamaian, dan kemanusiaan pada saat ini.

Diluar lembaga-lembaga kemahasiswaan yang saya geluti saat ini, Badan Eksekutif Mahasiswa UNPAD, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, serta organisasi-organisasi lain yang pernah saya ikuti dari SMP, SMA, hingga kuliah ini banyak memberikan pelajaran, dan inspirasi dalam mengerjakan aktifitas-aktifitas saat ini. Aktifitas kemahasiswaan yang saya jalani ini merupakan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian yang disiapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan yang dapat diterapkan, dikembangkan , dan diupayakan penggunaanya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat.

Aktifitas kemahasiswaan adalah tahapan dimana seorang mahasiswa menimba ilmu dan pengalaman semasa di bangku kuliah. Aktualisasi dirinya dalam rangka pembelajaran guna diaplikasikan di kehidupan yang akan datang.

Kita sebagai mahasiswa memiliki potensi sebagai pemikir, tenaga ahli , professional, sekaligus sebagai penopang pembangunan bangsa. Disamping itu, mahasiswa juga sering disebut-sebut sebagai ‘ agent of change ‘, calon pemimpin masa depan , pembawa nilai-nilai peradaban, dsb. Banyak perubahan besar , dan nilai-nilai sejarah yang ditorehkan di negeri ini senantiasa menempatkan mahasiswa pada posisi yang terhormat. Kemauan yang keras dan senantiasa menggelora dalam dirinya mampu menular kedalam jiwa bangsanya. Harapan keluarga, harapan masyarakat, harapan bangsa, harapan Negara, bahkan harapan dunia tertumpu pada pundak mahasiswa.

Oleh karena itu, seiring dengan identitas yang melekat padanya , ada peran-peran yang harus dilaksanakan sebagai konsekuensi logis dan konsekuensi otomatis dari identitas tersebut, mahasiswa dituntut melakukan sesuatu yang seharusnya dikerjakan, untuk semua harapan yang tertumpu padanya.

Melihat kondisi bangsa saat ini, banyak permasalahan yang kita hadapi seperti korupsi dan penyalahgunaan kewenangan, kemiskinan dan pengangguran, rendahnya mutu pendidikan, kriminalitas dan kerawanan sosial, konflik dan kekerasan, keretakan nasional dan ancaman disintegrasi bangsa, ketergantungan pada dominasi asing, kelemahan kepemimpinan, dan kerusakan etika dan budaya, ditambah permasalahan masyarakat nya yang bersifat psikologis berupa rasa cemas dan putus asa, psikososiologis berupa sifat hina dan malas, sosioantropologis berupa jiwa pengecut dan kikir, ekonomis dan politis berupa jerat utang dan sominasi kekuatan asing (imprealism).

Untuk menjawab keterbutuhan berdasarkan masalah-masalah tersebut, perlu dilakukan upaya perbaikan guna bisa menghadirkan Indonesia seperti visi besar yang saya harapkan, yakni terwujudnya masyarakat madani yang berhasil mencapai kesatuan politis dan spiritual. Masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh keimanan dan memiliki mental yang tangguh.

Lalu upaya apa saja yang dilakukan untuk mengarah ke pencapaian harapan tersebut? Disadari atau tidak, saya pribadi merasakan bahwa kita telah, sedang dan akan terus memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, sehingga kita memiliki keterarahan spiritual. Energi keterarahan spiritual ini yang akan kita arahkan untuk mengarahkan spiritualitas bangsa sehingga masyarakat ini mengalami ketergugahan spiritual secara masif. Kita pun telah, sedang dan akan terus membuka pemikiran kita kepada kebenaran hikmah dan ilmu sehingga merasakan ketersadaran pemikiran. Energi kegundahan dan kegelisahan yang lahir dari ketersadaran pemikiran akan kita gunakan untuk menggedor struktur kesadaran bangsa ini sehingga mereka sadar akan hak dan kewajiban mereka dan memperjuangkan kemulian harga diri mereka. Kita pun telah, sedang dan akan terus membiasakan diri dalam pertarungan ide, pergumulan gagasan dan perkelahian wacana sehingga kita mampu memformulasikan teori-teori serta rumus-rumus solutif atas berbagai permasalah masyarakat kontemporer yang dibangun di atas basis rasionalitas yang kuat dan konsep yang tangguh. Kita pun telah, sedang dan akan terus terjun langsung berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakat sehingga kita mengenal betul seluk beluk permasalahan mereka. Kita tidak akan pernah membuat benteng dengan mereka apalagi menjadi musuh mereka. Kita mencintai mereka jauh melebihi cinta kepada diri kita. Kita telah, sedang dan akan terus membangun struktur pergerakan yang tangguh, kokoh dan solid dalam aspek aktifitas dan personilnya, menjadi garda inti yang menggerakan bangsa ini.

Sebagai seorang mahasiswa, untuk memenuhi harapan tersebut, hal utama yg harus dikerjakan sesuai peran nya ialah belajar. Karena konsekuensi identitas mahasiswa dalam aspek lainnya merupakan turunan dari proses pembelajaran. Belajar merupakan tugas inti. Karena kontribusi mahasiswa terhadap masalah-masalah kebangsaan merupakan efek samping positif dari proses pengembangan diri mahasiswa itu sendiri.

Nilai-nilai dari apa yang telah, sedang, dan akan terus kita perjuangkan ini saya dapati dalam kehidupan kampus, karena kampus merupakan gambaran dari masyarakat sesungguhnya karena memiliki kemiripan kompleksitas permasalahan serta struktur sosial dengan masyarakat sebenarnya. Ajang simulasi yang baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan bekal ketika benar-benar terlibat dan terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.

Untuk mentransformasikan nilai tersebut menjadi sebuah kebermanfaatan, perlu adanya gerakan. Gerakan mahasiswa tidak selalu identik dengan aspek politik saja, tapi juga integral seluruh sisi hidup kemahasiswaan. Kalau ada mahasiswa berkontribusi di bidang penalaran, atau pengabdian masyarakat, itu juga bisa. Dan untuk memberikan kebermanfaatan kepada lingkungan terdekat, sesuai peran dan kapasitas saya sekarang, dominan saya akan bergerak di bidang pengabdian.

Sebelum mengembangkan lingkungan/daerah sekitar tempat tinggal/kampus, maka perlu dikembangkan pula sumber daya sebagai eksekutornya sehingga ide-ide yang ada bisa terakselerasi menjadi sebuah tindakan nyata.

Oleh karena itu, sesuai bidang saya di PKM (pengabdian kepada masyarakat) maka hal-hal yang akan dilakukan diantaranya melakukan pencerdasan sosial terhadap mahasiswa FK, pelatihan keterampilan skill medis untuk turun ke masyarakat (P3K, BLS, Balai Pengobatan, dsb), pembuatan buletin (berisi informasi kesehatan terhadap masyarakat kampus dan cerita inspiratif), Inisiasi Rumah Dunia (sebagai tempat pembinaan sosial terintegrasi dan berkesinambungan bagi mahasiswa FK, Unpad, dan masyarakat pada umumnya), Jatinangor Project (community development terhadap desa-desa yang ada di Jatinangor, melibatkan semua mahasiswa FK), kurikulum sosial (mengunjungi lembaga-lembaga sosial yang ada di Bandung dan Sumedang secara serentak, berkontribusi sesuai dengan kapasitas kita sebagai seorang mahasiswa FK untuk dapat memberikan manfaat di bidang kesehatan), Inisiasi crisis center (mengkoordinasikan dan mensinergiskan tim penanggulangan bencana agar lebih tanggap dalam memberikan bantuan), kegiatan sosial besar (penyuluhan, balai pengobatan, bakti sosial, khitanan massal, bedah minor, screening katarak, fogging, pasar murah, dsb, yang dilakukan selama beberapa hari, dengan tempat yang telah dikoordinasikan dengan pemerintah supaya tepat sasaran), Advokasi JAMKESMAS untuk warga sekitar, jalinan kasih (memberikan bantuan baik secara finansial maupun jasa bagi pihak yang setelah melalui penelusuran, dinilai sangat urgent untuk menerima sebuah bantuan), donor darah by request (donor darah, sekaligus pendataan sukarelawan yang darah nya mau didonorkan jika ada yang memerlukan), mengatasi gizi buruk untuk anak-anak di daerah sekitar, wali pohon (penanaman sekaligus pemeliharaan terhadap pohon yang kita tanam di daerah yang membutuhkan), dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait serta siap menjawab keterbutuhan.

Di angkatan, yang dilakukan ialah mengakselerasi peningkatan kualitas diri mahasiswa, pengoptimalan akademik, kebersamaan, dan penguatan ikatan hati, agar bisa bersama-sama secara kolektif memberikan kebermanfaatan hingga hasil yang dirasakan bisa lebih maksiamal.

DKM Asy Syifaa’ dengan melakukan pengkajian terhadap isu-isu terkini yang beredar di masyarakat, serta SCORP dengan berbagai kegiatan charity nya semakin mewarnai aktifitas-aktifitas yang memberikan kebermanfaatn untuk masyarakat, untuk bangsa ini kelak kedepan nya.

Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, semoga aktifitas-aktifitas ini membuat kami menerapkan trias peran dokter kelak untuk kedepannya, yakni sebagai agent of treatment, agent of change dan agent of development. Sehingga bisa membentuk personal yang baik (moralitas), sosial (rasa empati), core competence & manajerial, strategis, dan open mind.

Bangkitlah Negeriku !!!



* anggota FIM VII, UNPAD!


* bersama teman sekamar...


* kelompok focus group discussion...



* kelompok 2, outbond...


* forum indonesia muda, sebuah kata, sebuah cerita, sebuah karya, untuk mu Indonesia...


* FIM Bandung, mari wujudkan plan of action nya.. :)
// danfer] http://frinholictea.blogspot.com/