Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Adab Menyambut Kelahiran Anak

Islam adalah agama yang sempurna dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan dunia dan juga akherat akan bisa dijumpai dalam agama Islam baik yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an maupun tersurat dalam hadist-hadist Rasulullah Shallallahu a'alaihi wa sallam termasuk dalam hal adab tuntunan Islam dalam menyambut kelahiran anak buah hati ini. Dan juga merupakan bagian dari persiapan melahirkan pula.

Seorang ibu setelah mengalami masa yang sulit dalam proses kehamilan selama 9 bulan akan berakhir dengan adanya proses kelahiran seorang anak. Dan kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi ayah dan juga ibunya yang harus disyukuri.

Adab Islami menyambut Kelahiran Anak Bayi

Persiapan menyambut kehadiran dan juga persiapan kelahiran bayi bisa dilakukan dalam hal untuk kepentingan duniawi dan juga kepentingan akheratnya. Dalam hal persiapan menjelang persalinan dan persiapan kelahiran bayi untuk keperluan dunia kita bisa melakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu membeli perlengkapan bayi. Dan untuk kepentingan agamanya kita lakukan beberapa cara persiapan kelahiran anak dengan langkah-langkah yang akan dijelaskan dibawah ini.

Anak dalam pandangan Islam adalah tanggung jawab kedua orang tuanya, baik bapak atau ibu, terutama lagi bagi seorang ayah, sebab ia kepala rumah tangga yang tanggung jawab dunia akhiratnya lebih besar. Untuk itulah adab menyambut kelahiran anak juga perlu untuk kita ketahui bersama.

Hal ini sesuai dengan hadits yang artinya :"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya". Maka wajar bila seorang ahli hikmah berkata, "Perhatikanlah anakmu, sebab surga atau neraka bagimu, tergantung sikapmu terhadap anak". Sebuah perkataan yang sarat akan makna tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.

Ada beberapa hal yang menjadi tuntunan cara menyambut kelahiran bayi menurut Islam diantaranya yaitu :

1. Melakukan sujud syukur.
Sujud syukur adalah tanda atas kesyukuran kita bahwa proses kelahiran anak berjalan dengan lancar dan sehat bagi ibu dan bayinya.

2. Mengazankan dan mengiqomati bayi baru lahir.
Sang ayah hendaknya segera mengazani di telinga kanan dan mengiqamahkan di telinga kiri pada anaknya yang baru lahir. Pemberian adzan dan iqamah ini agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi adalah kalimat thayyibah dan dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk. Dalam sebuah hadist dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Rafi’, ia berkata: "Aku melihat sendiri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengazankan Al-Hassan bin Ali pada telinganya ketika ia baru dilahirkan oleh Fatimah."(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

3. Mentahnik Bayi.
Tahnik adalah mengunyah kurma hingga lembut dan halus, lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi. Hal ini termasuk dalam sunnah menyambut kelahiran bayi sebagaimana dalil hadist yang berbunyi :"Dari Abu Musa al Asy’ary beliau berkata: Dilahirkan bagiku bayi laki-laki, kemudian aku bawa kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menamakan bayi itu Ibrahim dan mentahniknya dengan korma serta mendoakan keberkatan atasnya, lalu menyerahkan kembali kepadaku. Dan dia (Ibrahim) merupakan anak Abu Musa yang paling besar (sulung).(HR. Bukhari no. 5467, Muslim III/1690, Ahmad IV/339).

Tujuan dari tahnik adalah upaya persiapan agar bayi nantinya mudah untuk merasakan manisnya air susu ibu dan juga agar anggota mulut bayi kuat sehingga mampu menghisap air susu ibunya. Cara mentahnik adalah meletakkan sedikit buah kurma di atas jari telunjuk dan dimasukkan ke mulut bayi serta dengan perlahan-lahan digerakkan ke kanan dan kiri. Ini dilakukan agar kurma tadi bisa menyentuh seluruh mulut bayi hingga terkena rongga tekaknya.

4. Aqiqah.
Menurut bahasa ‘Aqiqah berarti : 'memotong'. Asalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur. Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi′i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Dalil akiqah ini Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad). Untuk jumlah kambing akikah bayi ini berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan. Hal ini berdasarkan hadist dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : "Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing." (HR Ahmad Tirmidzi, Ibnu Majah).

5. Memberikan Nama Yang Baik.
Memberikan nama yang baik kepada bayi adalah salah satu kewajiban orang tua pula. Arti nama dalam Islam adalah bukan hanya sekedar label saja, akan tetapi mengandung makna yang berarti dalam hal doa, citra diri, dan identitas seorang muslim. Nama-nama yang disukai oleh Allah Ta’ala adalah nama-nama yang menunjukkan akan sebuah sikap penghambaan contohnya adalah dengan nama seperti Abdullah, Abdurrahman, Abdul Aziz, yang secara makna adalah sama yaitu hamba Allah. Boleh juga memberi nama dengan nama-nama Nabi.

Demikian tadi beberapa hal yang menjadi tuntunan dalam cara menyambut kelahiran anak sesuai Islam dan juga beberapa sunnah menyambut kelahiran bayi secara Islami.

Rabu, 23 Januari 2013

Keutamaan Syukur

Bersyukur Kepada Allah adalah merupakan kewajiban kita sebagai manusia sekaligus hamba-Nya. Karena dengan syukur yang kita miliki maka secara tidak langsung kita mengakui bahwasannya kita manusia adalah makhluk-Nya yang lemah, yang tak terlepas dari kekurangan, kesalahan sehingga kita berusaha menggunakan nikmat-nikmat yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala berikan untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam rangka menggapai ridho Allah baik dalam hubungan kita sebagai makhluk kepada Khalik (vertikal) maupun kepada hubungan sesama makhluk hidup lainnya di muka bumi ini (horinsontal).

Orang-orang yang beriman kepada Allah Ta'ala akan selalu menyadari akan kelemahan mereka di hadapan Allah sehingga akan selalu memanjatkan syukur dengan rendah diri atas setiap nikmat yang diterima. Bukan hanya kekayaan harta benda, keluarga, jabatan, status sosial yang disyukuri, namun memahami bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Pemilik segala sesuatu, bersyukur atas nikmat sehat, keindahan, ilmu, hikmah, dan banyak lagi nikmat-nikmat lainnya yang dikaruniakan-Nya dan orang beriman mencintai keimanan dan membenci akan kekufuran. Itu juga merupakan bagian dari hikmah syukur yang bisa kita dapatkan.

Keutamaan Bersyukur Kepada Allah

Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur'an yang artinya :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7). Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah. Mensyukuri nikmat adalah juga merupakan menunjukkan tanda kedekatan dan tanda ciri kecintaan seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka semuanya dan juga kepada seluruh alam semesta ini.

Kita perlu belajar kepada orang-orang mukmin sejati yang senantiasa mengerti dan memahami akan keutamaan bersyukur kepada Allah sekalipun berada dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Baik itu dalam menghadapi kesulitan hidup dan sejenisnya. Seseorang yang melihat dari luar mungkin mengira berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, dalam diri orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.

Kita perlu belajar dan memahami akan keutamaan orang yang bersyukur dan keutamaan hikmah sabar. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Tidaklah seorang mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya."( HR. Bukhari Muslim ).

Pernahkah terpikir sekilas saja bagaimana kalau udara oksigen yang kita hirup detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari ini dihargai dengan rupiah oleh Allah...? Sudah berapa milyar bila oksigen dihargai dengan rupiah sampai dengan kehidupan kita sekarang ini. Tetapi Allah tak memberikan harga sesenpun atas oksigen yang dengan bebas kita hirup ini. Hanya bersyukur, beriman dan beribadah, bermuamalah yang baik kepada sesama manusia adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat Allah yang tak akan pernah bisa kita hitung ini.

Hakekat bersyukur sesungguhnya adalah bersyukur atas diri sendiri karena Allah adalah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji. Allah Ta'ala berfirman yang artinya:"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Luqman ; 31 : 12).

Dan perlu kita ketahui pula bahwasannya Allah tidak membutuhkan kita serta syukur kita, tidak pula membutuhkan ketaatan kita atau amalan-amalan kita sedikitpun, akan tetapi Dia memuji siapa yang taat kepada-Nya serta memberinya pahala agar manfaat itu kembali kepada kita sendiri. Kita yang membutuhkan akan rasa bersyukur atas segala limpahan nikmat-Nya.

Marilah sahabat semuanya kita sejenak meluangkan waktu untuk bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini. Marilah kita untuk bisa meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah dalam bentuk apapun yang bisa kita lakukan.

Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika
Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu. aamiin....aamiin

Rabu, 16 Januari 2013

Perayaan Maulid Nabi

Sebagai umat Islam tentunya kita telah dikenalkan akan siapa Tuhan kita, siapa Nabi kita dan apa kitab suci kita semenjak kita kecil dahulu baik dikenalkan oleh orang tua kita atau pun dari hasil belajar mengaji kita. Karena hal tersebut termasuk dalam rukun iman kita sendiri. Rukun Iman terdiri dari Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman kepada para Nabi dan Rasul, Iman kepada hari akhir, Iman kepada takdir yang baik dan buruk.

Mengenai Maulid Nabi maksud dalam hal ini adalah kelahiran Nabi Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam yang mana beliau lahir di tengah-tengah keluarga Bani Hasyim. Kelahiran Rasulullah ini terjadi pada hari Senin pagi 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah. (Sirah Nabawiyah,Shafiyurrahman Mubarakfury).

Hukum maulid nabi, peringatan maulid nabi

Dan yang dimaksud dalam memperingati maulid nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah pada umumnya membacakan kisah kehidupan Rasulullah SAW, memperbanyak pembacaan shalawat, yang kesemuanya itu bertujuan untuk mengenang sejarah kehidupan Rasulullah SAW.

Sejarah Maulid Nabi ini untuk pertama kali khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun 341 Hijriyah. Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah tahun 524 H. Pendapat ini juga dikemukakan oleh Al-Sakhawi (w. 902 H), walau dia tidak mencantumkan dengan jelas tentang siapa yang memprakarsai peringatan Maulid saat itu.

Perayaan Maulid Nabi ini pada dasarnya adalah keinginan untuk mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ingin pula menampakkan kecintaan serta menghidupkan kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk dalam ibadah. Walau dalam hal menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam adalah dengan menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah dalam setiap kegiatan kehidupan kita ini.

Hanya saja ada perbedaan pendapat mengenai diperbolehkan atau dilarang peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ini memang ada. Berbagai dalil dan juga pendapat disertai argumen serta nash-nash digunakan untuk menentukan hukum perayaan maulid Nabi Muhammad shallalalahu a'alaihi wa sallam ini. Ada yang mengatakan bahwa hukum maulid nabi adalah sunnah dan ada juga yang mengatakan bahwasannya peringatan maulid adalah salah satu dari bid'ah.

Mengenai bagaimana hukum perayaan peringatan maulid nabi ini silahkan sahabat mencarinya di google karena memang saya tidak berkompeten dalam hal hukum mengenai hal ini. Lalu bagaimana dengan pendapat sahabat-sahabat semuanya...
Wallahu A'lam

Kamis, 03 Januari 2013

Rumah Yang Islami

Memiliki sebuah rumah adalah impian bagi setiap orang dan tentunya juga bagi tiap pasangan suami istri. Rumah adalah tempat berkumpul seluruh anggota keluarga dan temapt pula berbagi pengalaman, ilmu dan tempat berbagi kasih sayang pula antara keseluruhan anggota keluarga. Ada pula beberapa pengertian rumah itu sendiri.

Rumah adalah sebuah bangunan yang mempunyai fungsi tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah juga merupakan tempat seluruh anggota keluarga berdiam dan melakukan aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hari. Ada juga definisi rumah merupakan jantung kehidupan yang semestinya dapat menjadi sumber kedamaian, sumber inspirasi, dan sumber energi bagi pemiliknya.

Ciri Rumah Islami, Tanda Ciri Rumah Sehat

Rumah menurut ajaran Islam dan rumah menurut Al-Qur'an pula adalah sebagai sumber ketenangan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala yang artinya :"Allah menjadikan untuk kamu rumah-rumah kamu sebagai tempat ketenangan." (QS. An-Nahl: 80).

Rumah dalam Islam adalah rumah yang mempunyai ciri dan tanda seperti :
  1. Luas dan Bersih. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang artinya :"4 hal yang membawa kebahagiaan, yaitu perempuan shalehah, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang enak." (HR. Ibnu Hibban). bersih ini juga tentunya berkaitan dengan kesehatan pula bagi para penghuninya. Rumah dan kesehatan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Untuk itu ketika akan membangun rumah yang sehat maka perlu pula dipikirkan bentuk dan desain rumah yang memenuhi standar kesehatan pula. Hal ini bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit yang menular. Ventilasi yang baik perlu menjadi perhatian pula. Kesehatan bukan lagi masalah tim kesehatan saja, arsitek yang merencanakan rumah sebagai tempat tinggal juga memiliki peran untuk meningkatkan kualitas kesehatan penghuni rumah melalui desain rumah yang dibuatnya. Demikian beberapa ciri rumah sehat.
  2. Menghiasi rumah secara sederhana dan tidak berlebihan. Menghiasi rumah adalah dengan menngunakan harta yang diperoleh secara halal dan barokah. Karena menghiasi rumah adalah juga hal yang wajar dari setiap pemilik rumah. Dan tidak berdosa pula bila seseorang menghiasi rumahnya serta juga dari segi pakaiannya dan juga sandalnya pula. Hal ini tercermin dari hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya :"Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada seberat zarrah daripada kesombongan. Kemudian ada seorang laki-laki yang bertanya: Ya Rasulullah! Seseorang itu biasa senang kalau pakaiannya itu baik dan sandalnya pun baik pula, apakah itu termasuk sombong? Jawab Nabi. Sesungguhnya Allah itu baik, Ia suka kepada yang baik.”"(HR. Muslim). Namun dalam hal ini ada yang harus digarisbawahi yaitu tidak menghiasi rumah secara berlebih-lebihan. Apalagi bila rumahnya diberikan lambang-lambang kemusrikan dan kemewahan yang berlebihan pula.
  3. Tidak memajang patung atau pun tidak memelihara hewan peliharaan anjing. Dalam hal memajang patung hal ini berdasarkan sebiah hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk suatu rumah yang di dalamnya ada patung."(HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hal ini para ulama juga mengatakan berkaitan dengan hadist di atas Malaikat tidak mau masuk rumah yang ada patungnya, karena pemiliknya itu menyerupai orang kafir, dimana mereka biasa meletakkan patung dalam rumah-rumah mereka untuk diagungkan. Untuk itulah Malaikat tidak suka dan mereka tidak mau masuk bahkan menjauh dari rumah tersebut. Dalam hal memelihara anjing yang dilarang Rasulullah SAW adalah memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada suatu keperluan. Hal ini juga berkaitan erat dengan najis dari air liur hewan anjing tersebut yang bisa menempel perabot-perabot rumah kita. Dan itulah beberapa ciri rumah islami.
Semoga dengan kita memperhatikan hal-hal islami tentang rumah dan bagaimana rumah yang sehat akan membuat rumah kita menjadi "Rumahku Surgaku" dan bisa menjadikan rumah-rumah kita sebagai dasar pengenalan kepada anak-anak kita untuk mengenal islam dan juga segala jenis pengetahuan yang bermanfaat selain sebagai tempat kita memberikan pendidikan dan contoh yang baik kepada anak-anak kita. Semoga kita senantiasa mendapatkan kesehatan dan belajar pula dari hikmah di balik sakit.

Dan semoga pada artikel kedepan kita akan belajar mengenai rumah yang sehat dan juga rumah yang memenuhi standar kesehatan yang akan menunjang dalam hal memelihara kesehatan seluruh anggota keluarga kita.

Senin, 24 Desember 2012

Mengatasi Kesusahan Hidup

Kehidupan keseluruhan makhluk hidup di dunia ini tak terkecuali kehidupan kita sebagai manusia berjalan dengan baik dan mulus serta nyaman sesuai dengan keinginan diri kita sendiri. Tentunya kehidupan manusia itu ibarat roda yang berputar terkadang di atas dan terkadang pula di bawah. Sama halnya dengan kebahagiaan karena mendapatkan rejeki dan kesehatan serta hal lainnya. Maka di lain waktu kadangkala kita juga merasakan kebalikan dari itu semua yaitu beragam masalah hidup kehidupan, penyakit dan juga rasa duka.

Islam adalah agama yang selalu dan senantiasa mengajarkan cara terbaik dalam menghadapi segala persoalan hidup, segala kesulitan hidup yang bisa kita alami semuanya. Ada beberapa cara atasi kesulitan hidup yang bisa kita lakukan sesuai dengan tuntunan agama Islam yang kita anut ini. Ada beberapa hal yang perlu pula menjadi perhatian kita ketika kita menghadapi suatu masalah hidup yang membuat kita menjadi gelisah, merasa susah karena terbebani akan aneka macam hal yang membuat diri kita merasakan kesulitan dalam menjalankan kehidupan ini. Jangan sampai kesulitan serta kesusahan hidup yang dialami membuat kita putus asa terhadap rahmat Allah ta'ala bahkan sampai depresi.

Cara Tips Mengatasi Kesulitan Hidup

Tips mengatasi kesulitan hidup menurut Islam diantaranya yaitu :
  1. Mengingat Allah (Dzikrullah). Dengan kita mengingat Allah hati seseorang akan menjadi tenang dan tentram serta damai sehingga akan bisa menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan sebagaimana yang dijanjikan Al-Qur'an. Perintah mengingat Allah tercantum dalam Al-Qur'an yang artinya :"Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu". (QS. Al-Baqarah :153). Kalau kita terlena akan kehidupan dunia dan kenikmatan hidup dunia maka kadang Allah memberikan peringatan kepada kita dengan berbagai macam masalah hidup. Untuk itu kita juga perlu mengoreksi diri saya pribadi pula dan juga diri sahabat-sahabat semuanya kalau kita sedang banyak masalah, maka apakah kita telah 'lupa' akan mengingat dan berdzikir kepada Allah...? Dalam ayat yang lain firman Allah Ta'ala yang artinya :"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram". (QS. Ar Raad : 28). Itu juga salah satu keutamaan mengingat Allah.
  2. Khusyuk Dalam Berdoa. Doa adalah senjata kaum muslim. Selain cara diatas, berdoa khusyuk dan memohon pertolongan Allah atas masalah kesulitan hidup yang kita alami ini. Dalam berdoa, seseorang harus bisa khusyuk dengan adab-adab doa yang ada dalam tuntunan agama kita seperti halnya merendahkan diri agar doanya bisa terkabul, mengamalkan doa-doa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam. Ini juga termasuk dalam hal tips cara menghadapi masalah hidup kita ini.
  3. Bersyukur Atas Nikmat Allah. Ketika kita berfikir bahwa hidup kita penuh masalah, penuh ketidaknyamanan, berbeda dengan kehidupan orang-orang yang Allah anugerahkan nikmat berupa kelebihan serta kelapangan rejeki maka satu hal yang perlu DIINGAT. Pikirkan sejenak atas NIKMAT ALLAH yang selama ini ada dalam diri kita dan kita lupa bersyukur bahkan tidak menyadari akan nikmat itu. Bila kita kehilangan suatu nikmat maka kita baru baru bisa merasakan nikmat tersebut. Yakinlah bahwa rejeki setiap orang tidak akan salah. Rejeki orang tak akan bisa sampai kepada kita bila itu juga bukan rejeki kita. Begitu pula sebaliknya, rejeki kita tidak akan akan salah tangan berpindah ke orang lain. Dengan merenungi atas segala limpahan nikmat Allah atas kita, maka kita bisa kecilkan rasa susah hidup, kesempitan hidup, kesempitan rejeki dan hal semacam itu lainnya.
  4. Bersabar. Islam telah banyak mengajarkan kita akan kesabaran dalam berbagai hal. Termasuk kesabaran dalam menghadapi segala persoalan kehidupan kita ini. Untuk itu bila kita sedang menghadapi suatu masalah kembalikan itu semua kepada tuntunan agama dan setelah masalah kesulitan hidup telah teratasi jangan pula lantas kita lupa akan berzikir kepada Allah, berdoa, bersabar dan bersyukur.
Marilah kita lakukan hal-hal tersebut diatas sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan ketenangan ketentraman hati dalam menjalani hidup dan dijauhkan dari persoalan-persoalan hidup yang mengganggu keimanan dan ketaatan kita semua kepada Allah aamiin..aamiin.

Untuk terakhir kali mari kita ingat salah satu hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : "Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit, dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya". (HR Bukhari).

Bukankah hadits tersebut menegaskan serta mengingatkan pula kepada diri saya pribadi dan kita bahwasannya berbagai macam kesulitan hidup yang menimpa kita justru akan memberikan banyak pahala dan ampunan kepada kita semuanya bila kita bersabar dan berprasangka baik kepada Allah. Lalu mengapa kita bersedih dan putus asa...

Kamis, 06 Desember 2012

Memberi Nama Baik Untuk Anak

Seorang anak berhak untuk memperoleh nama yang baik dari orangtuanya, dan orang tua berkewajiban memberi nama yang baik, pantas dan Islami. Ada juga beberapa tuntunan islam dalam memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya sehingga kita pun perlu menggunakan dan menamakan anak-anak kita dengan nama yang baik dan juga mengandung arti serta makna yang bagus.

Anak adalah merupakan salah satu kekayaan dan kebahagiaan yang tiada bandingnya. Mereka adalah salah satu dari sekian banyak kenikmatan dan karunia dari Allah Ta'ala. Anak-anak sholeh dan sholehah adalah dambaan bagi setiap orang tua. Dan anak yang sholeh juga merupakan suatu aset bagi setiap muslim. Mengenai kebaikan anak sholeh telah ada dalam ayat Al-Qur'an yaitu QS.Surat Al-Kahfi : 46 yang artinya :"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal dan sholeh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."

Memberi nama baik kepada anak adalah juga merupakan salah satu kewajiban ayah dalam kehidupan suatu rumah tangga. Sesungguhnya nama bagi seorang anak merupakan identitas seseorang, bukti atas dirinya, serta merupakan kebutuhan yang sangat urgen dalam memahami dirinya di saat bersamanya, atau saat bersikap kepadanya. Bagi seorang anak, nama merupakan sebuah perhiasan dan syi’ar yang dengannya ia akan diseru di dunia maupun di akhirat.

Memberi Nama Baik Islami Untuk Anak

Untuk itu Islam selalu menginginkan kemudahan, meskipun menyangkut pemberian nama anak, dan Islam tidak menyukai kesulitan dan kekerasan meskipun juga menyangkut pemberian nama. Karena Rasulullah juga memberikan tuntunan Islam dalam memberi nama. Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai nama Harb (perang).

Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Nama yang paling disukai adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)."( HR. Abu Dawud ) Dan tuntunan nama yang paling baik dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan disukai Allah adalah nama Abdullah dan 'Abdur Rahman berdasarkan atas sebuah hadist yang artinya sebagai berikut :""Sesungguhnya nama yang paling disukai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman."( HR. Muslim )

Sebagai umat Islam tentunya kita menginginkan untuk bisa menjalankan sunnah memberi nama baik sesuai yang telah dituntunkan dengan nama-nama baik yang telah disebut dalam hadist tentang pemberian nama bagaimana contoh nama yang baik dan juga contoh nama yang dilarang diberikan kepada anak-anak kita. Adab memberi nama Islami juga perlu kita ketahui. Seperti halnya kapan disunahkan memberi nama, nama-nama apa saja yang dimakruhkan, nama-nama apa saja yang diharamkan, nama-nama yang disunahkan dan dianjurkan dalam Islam perlu diketahui orang tua dan memahaminya dengan benar pula.

Dalam kaidah sunnah pemberian nama baik ini juga berkaitan erat dengan kita orang tua mendidik anak dalam kandungan karena memang sejak dini orang tua perlu memberikan pelajaran sedini mungkin kepada anak-anak walau masih dalam kandungan.

Alhamdulillah istri sekarang sedang mengandung dengan usia kehamilan yang beranjak pada 8 bulan. Bila sahabat mempunyai usulan nama-nama bayi laki-laki islami atau pun nama-nama bayi perempuan Islami bisa berbagi dengan saya di sini dengan memberikan komentar. Karena sebelum kita memberikan nama baik menurut ajaran Islam kita juga perlu mengetahui akan tanda-tanda persalinan yang akan menghampiri istri kita sehingga kita bisa menyiapkan segala sesuatunya pula. Karena proses pemberian nama kepada bayi tentunya setelah proses kelahiran bisa berjalan dengan lancar dan sehat pula.

Memang telah ada nama-nama baik islami yang telah disiapkan oleh saya tetapi saya juga berpikir tidak ada salahnya bila sahabat-sahabat juga mengusulkan nama buat calon buah hati saya. Kewajiban memberikan nama yang baik adalah tanggung jawab seorang ayah dan saya juga sedang berusaha untuk bisa memberikan nama yang baik untuk anak saya yang kedua ini. Insya Allah.

Rabu, 28 November 2012

Menjaga Lidah

Tanda kesempurnaan Islam dan Iman seseorang salah satunya adalah dengan jalan menjaga lidah dari segala sesuatu ucapan yang tidak memberikan manfaat serta faedah. Karenanya barangsiapa yang bisa menjaga lidahnya maka sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa mengingatkan kepada para sahabatnya untuk senantiasa memperhatikan lidahnya, jangan sampai lidah tersebut digunakan untuk sesuatu hal yang akan menimbulkan kejelekan bagi dirinya, tatkala pada hari kiamat dia tidak bisa mempertanggung jawabkan semua ucapan yang keluar dari mulutnya. Maka lidah bisa memasukkan seseorang ke dalam surga akan tetapi dia juga bisa menjerumuskan pemiliknya jauh ke dalam neraka. Naudzubillah..Kita berlindung kepada Allah dari hal sedemikian aamiin.

Tidak bisa disangkal bahwasannya orang-orang yang tidak menjaga lisan nya dengan mengucapkan kata-kata tidak bermanfaat bahkan sampai dengan mencaci maki. menceritakan aib seseorang lainnya, seringkali berbohong dan melakukan berbagai tindakan yang tidak sepatutnya orang mukmin melakukannya akan bisa disukai dan dicintai olah masyarakat ? Tentunya orang tersebut malahan akan dihindari karena tidak bisa menjaga lidah dari hal yang kurang baik.

Keutamaan Manfaat Menjaga Lidah Lisan

Pada masa sekarang ini banyak orang yang pandai mahir berbicara bahkan sampai bersekolah di tingkat jenjang pendidikan yang tinggi akan tetapi kepandaiannya dalam hal berbicara tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan digunakan untuk kemanfaatan umat manusia. Kita mengetahui bahwasannya lisan ini memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semaunya sendiri.

Kita juga perlu mengetahui akan beberapa hal yang berkaitan dengan kewajiban menjaga lidah. Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar dalam menjaga lisan ini adalah “Dan janganlah kamu bersikap pada apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`: 36). Ada juga hadist yang menjadi dasar untuk kita menjaga bicara kita yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR.Bukhari hadits no. 6089 dan Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah).

Kita berkaca akan beberapa keutamaan menjaga lisan yang didapatkan dari perkataan para Ulama mengenai bahaya lidah diantaranya yaitu :
  1. "Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu." ( Abu Ad-Darda’)
  2. "Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan." ( Anas bin Malik ).
  3. "Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya." ( Sufyan Ats-Tsauri )
Menjaga lisan lidah juga memberikan manfaat bagi kita yang yakin akan ajaran Islam dan juga sunnah-sunnah Rasulullah. Ada beberapa manfaat hikmah menjaga lisan diantaranya yaitu :
  1. Akan mendapatkan keutamaan daripada melaksanakan perintah Allah dan juga Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam . Dasar dari hal tersebut adalah sebuah hadist yang berbunyi :"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).
  2. Akan mendapat jaminan surga yang datangnya dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadistnya yaitu yang artinya :"Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga)." (HR. Al-Bukhari no. 6088).
  3. Akan memiliki kedudukan tersendiri dalam agama Islam ini. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah yang terdapat dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab : "(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya." (HR. Al-Bukhari no. 11, Muslim no. 42).
Semoga dengan hal ini bisa mengingatkan kepada diri sendiri khususnya dan semoga pula bisa memberikan manfaat kepada para sahabat-sahabat semuanya aamiin.

Selasa, 27 November 2012

Mendidik Anak Dalam Kandungan

Mendidik Anak Bayi Dalam Kandungan - Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang cerdas serta juga sholeh-sholehah. Tidak ada seorang pun orang tua dalam dunia ini menginginkan anaknya tidak berhasil baik itu dalam kehidupan dunianya terlebih dalam kehidupan akheratnya kelak. Pastilah impian orang tua anak-anaknya berhasil dengan baik serta mencapai kesuksesan dalam kehidupan dunia dan juga kehidupan nan kekal di akhirat. Berbagai macam cara tips mendidik anak telah banyak pula diungkap oleh para ahlinya dengan beragam cara agar anak menjadi cerdas dan pandai serta meraih kesuksesan.

Hanya saja seringkali pendidikan agama sering terlupakan padahal pendidikan agama adalah pondasi paling penting dalam mendidik anak. Selain dari pendidikan agama contoh serta tauladan yang baik dari orang tua serta lingkungan yang baik adalah hal yang tidak boleh dilupakan untuk bisa mendidik dan mengarahkan anak-anak kita mengenal akan Islam dan segala hal yang berkaitan dengan agama Islam yang kita anut.

Tips Cara Mendidik Anak Dalam Kandungan

Lahirnya anak cerdas dan sholeh-sholehah tidak bisa juga ditentukan secara medis maupun kecukupun gizi saja. Keduanya hanyalah faktor pendukung dan yang tak kalah penting adalah dengan disertai pendidikan agama sejak dalam kandungan. Untuk bisa mendapatkan anak yang baik sehat secara fisik dan mental maka dibutuhkan amalan serta metoda pendidikan yang tepat saat dalam kandungan maupun setelah melahirkan. Cara yang ditempuh dalam metoda pendidikan ini diantaranya yaitu dengan melakukan banyak berdoa, memperdengarkan ayat suci Al-Qur'an dengan cara memperbanyak membacanya dan juga mengajak dialog janin dalam kandungan serta menjaga perilaku ibu selama mengandung dan kehamilan.

Tips cara mendidik anak dalam kandungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut adalah metoda pendidikan anak semenjak dalam kandungan dan diantaranya yaitu dengan :
  1. Membacakan Doa. Ada berbagai cara metoda doa serta doa-doa agar mendapatkan anak sholeh yang diajarkan oleh Nabi dan juga orang-orang Sholeh dahulu yang bisa kita pelajari dan dipraktekkan. Ada Doa Nabi Zakariya yaitu yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Ali Imran : 38 yang artinya :"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa..(QS. Ali Imran (3);38 ). Kata anak yang baik mengandung makna jadikanlah anak kami yang shaleh, berakhlaq mulia, dan beradab agar sempurna nikmat dunia dan akheratnya. Ada juga doa Nabi Ibrahim yang tercantum dalam Al-Qur'an surat As Shaafaat :100 dan An Nahl : 78.
  2. Membacakan Al-Qur'an. Metoda mendidik anak semenjak dalam kandungan selanjutnya adalah dengan memperdengarkan tilawati Al-Qur'an. Diharapkan dengan anak bayi yang masih dalam kandungan dibiasakan oleh orang tuanya untuk mendengarkan tilawah Qur'an karena banyak manfaat dari mendenagrkan Al-Qur'an ini. Kita ketahui fungsi pertama yang paling banyak digunakan janin dalam kandungan adalah fungsi pendengarannya maka kita optimalkan fungsi pendengaran janin untuk terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Selain itu dengan kita membiasakan bayi dalam kandungan memperdengarkan Al-Qur'an maka ketika sang anak memasuki masa kanak-kanak ia akan lebih mudah dalam menghafal al-Qur'an.
  3. Mengajak Berbicara. Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Untuk itu mengajak janin berbicara dengan mengelus-elus peut terutama saat organ pendengaran mulai berfungsi baik. Ketika sang ibu mau berwudhu maka ajaklah pula sang janin berbicara dengan cara "Adik, ibu mau berwudhu karena wudhu adalah satu cara sebelum menjalankan sholat dan sholat adalah kewajiban tiap muslim untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta yang menciptakan segala kehidupan dunia ini termasuk ayah ibu dan juga adik" Dan biasanya respon janin dengan tendangan ke arah perut sang ibu.
  4. Menjaga Perilaku. Menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilan. Karena akhlak orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak, terutama ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja, namun juga sampai anak dewasa. Sebab orang tua memegang peranan yang penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anak-anaknya. Jika orang tua berperilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orang tuanya.
Semoga dengan kita mengetahui akan tips cara kiat mendidik anak semenjak dalam kandungan ini kita bisa mendapatkan anak-anak yang sehat, cerdas, berakhlak baik dunia serta akhiratnya aamiin..aamiin.

Jumat, 26 Oktober 2012

Tanda Haji Mabrur

Tentunya bagi setiap kita yang telah melaksanakan ibadah haji, mendapatkan haji yang mabrur adalah keinginan dan niat yang ingin didapatkan. Karena memang besar dan utamanya ibadah haji ini bila kita bisa mendapatkan haji yang mabrur. Lalu bagaimana dengan ciri-ciri kalau beribadah haji itu akan mendapatkan haji yang mabrur.

Banyak amalan yang diutamakan dalam bulan dzulhijjah ini. Keutamaan bulan dzulhijjah salah satunya menjalankan ibadah haji dan juga berqurban di hari raya Idul Adha. Berqurban di hari raya idul adha termasuk dalam beberapa amalan sunnah Bulan Dzulhijjah. Ada beberapa keutamaan hikmah qurban yang bisa kita dapatkan bila melaksanakannya dalam bulan mulia Dzulhijjah ini.

Tanda Ciri Haji Mabrur, pahala haji mabrur

Segala amal ibadah seorang muslim akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala selama dijalani dengan niat yang lurus dan sesuai tuntunan bagi tuntunan yang terdapat dalam Al-Qur'an maupun yang terdapat dalam Hadist. Demikian juga kemabruran haji dapat diupayakan oleh setiap muslim yang berhaji ke tanah suci. Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah lantaran dilaksanakan dengan sempurna yang memenuhi semua syarat dan rukunnya dan demikian adalah pengertian haji mabrur.

Sebenarnya yang mempunyai hak menilai kemabruran haji seseorang hanyalah Allah Ta'ala. Dan sebagai manusia kita hanya bisa menilai mabrur tidaknya haji dari pandangan manusia saja. Ada beberapa tanda menurut para Ulama Islam berdasarkan akan keterangan serta nash Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Berikut beberapa tanda haji mabrur tersebut :
  1. Segala amalan ibadah haji dilakukan dan berdasarkan atas keikhlasan mendapatkan keridhoan Allah Ta'ala dan juga dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam melaksanakan ibadah haji ini kita harus benar-benar meluruskan niatan hati kita ikhlas karena Allah, bukan karena kita naik haji karena gengsi, untuk status sosial atau niat keliru lainnya untuk mendapatkan pandangan masyarakat saja. Inilah salah satu ciri haji yang mabrur.
  2. Harta yang digunakan dalam melaksanakan haji tersebut adalah dari hasil harta yang halal. Karena sesuatu yang baik dalam hal apa pun akan menghasilkan hasil yang baik bila hal tersebut juga berasal dari yang baik. Untuk itu bila kita memang menginginkan pergi haji dan melaksanakan ibadah haji maka kita juga harus bisa memastikan harta yang dipakai kita adalah halal agar bisa bisa nantinya mendapatkan haji yang mabrur.
  3. Melaksanakan serangkaian dan rangkaian ibadah haji yang telah dituntunkan dan ditambah serta dipenuhi dengan amalan-amalan ibadah lainnya yang menyertainya seperti halnya memperbanyak dzikir di Masjidil Haram, memperbanyak sedekah di kala haji dan berkata-kata yang baik. Point pentingnya adalah dengan banyak melakukan kebaikan di dalam melaksanakan haji tersebut. Di antara amalan khusus yang disyariatkan untuk meraih haji mabrur adalah bersedekah dan berkata-kata baik selama haji. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang maksud haji mabrur, maka beliau menjawab :"Memberi makan dan berkata-kata baik." (HR. Al-Baihaqi 2/413 (no. 10693).
  4. Tidak melakukan perbuatan maksiat khususnya dalam melaksanakan ihram. Larangan berbuat maksiat ini memang dalam setiap tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat sedang melaksanakan haji, maka meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat adalah salah satu cara dan tips agar haji kita memperoleh kemabruran. Hal-hal yang termasuk dilarang dalam ihram dan haji adalah rafats, fusuq dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji. Pengertian rafats adalah semua bentuk kekejian dan perkara yang tidak berguna. Termasuk di dalamnya bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Fusuq adalah keluar dari ketaatan kepada Allah, apapun bentuknya. Dalilnya adalah salah satunya hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu :"Barang siapa yang haji dan ia tidak rafats dan tidak fusuq, ia akan kembali pada keadaannya saat dilahirkan ibunya." (HR. Muslim (1350).
  5. Kebaikan dan amal sholehnya meningkat setelah pergi melaksanakan ibadah haji. Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah diberikan taufik untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah tidak menerima amalannya. Sama halnya dengan diterima amalan ibadah puasa ramadhan maka bila sebelas bulan berikutnya amalan ibadah kita meningkat maka itu adalah salah satu tanda ibadah puasa Ramadhan kita diterimaNya. Sehingga tentunya kita lebih memahami bahwasannya setelah melaksanakan ibadah haji maka amalan ibadahnya akan semakin baik, banyak bertaubat setelah haji, berubah menjadi lebih baik baik dalam ibadahnya kepada Allah dan juga hubungannya antara sesama manusia, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal yang lebih mantap dan benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu adalah salah satu tanda haji yang mabrur.
Dan semoga pula kita doakan agar para jamaah haji Indonesia dan juga jamaah seluruh dunia yang melaksanakan haji akan mendapatkan pahala haji mabrur karena pahala balasan haji mabrur adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga." (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Kamis, 11 Oktober 2012

Keutamaan Hikmah Qurban

Keutamaan Hikmah Qurban - Keutamaan Hikmah Ibadah Qurban Bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir dalam tahun Hijriah merupakan salah satu bulan yang mulia dan tentunya sebagai umat muslim kita tentu mengena akan bulan tersebut. Jika menyebut bulan Dzulhijjah, tentunya yang terlintas dalam pikiran kita adalah bulan Haji serta juga hari lebaran kurban. Karena dua hari Raya Islam adalah hari qurban dan juga hari Raya Idul Fitri setelah kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh di Bulan Ramadhan yang telah lalu.

Mengenai manfaat dan hikmah haji sahabat bisa membacanya di hikmah ibadah haji. Bulan haji ini di Indonesia bahkan diidentikkan dengan bulan yang banyak dimanfaatkan untuk acara pernikahan di bulan haji Bulan Dzulhijjah ini dan juga banyak yang menikah juga pas hari raya idul adha setelah sholat hari raya idul adha akan diikuti dengan pembagian daging kurban. Tetapi tentu saja dalam Islam bulan ini memiliki kedudukan yang mulia serta terdapat banyak sekali amalan bulan dzulhijjah yang dapat kita kerjakan dan sayang sekali untuk dilewatkan.

Dalam bulan haji ini juga disyariatkannya untuk menyembelih hewan qurban setelah sholat ied Idul Adha. Adapun dalil yang menunjukkan disyariatkannya menyembelih hewan qurban adalah Al-Qur`an, As-Sunnah, dan kesepakatan para ulama. Adapun dalil dari Al-Qur`an, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban." (QS. Al-Kautsar: 2). Dan adapun dalil menyembelih hewan Qurban dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah : "Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami, dan barangsiapa yang telah menyembelih sebelumnya maka itu hanyalah daging yang dia persembahkan untuk keluarganya, tidak termasuk ibadah nusuk sedikitpun." (HR. Al-Bukhari no. 5545 dan Muslim no. 1961/7)

Keutamaan Hikmah Berqurban

Ada beberapa keutamaan dan hikmah berqurban yang bisa kita petik di balik disyariatkannya berqurban. Dan berikut beberapa keutamaan berqurban dan diantaranya yaitu :
  1. Berqurban dalam agama kita Islam ini adalah juga merupakan syi’ar-syi’ar Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang telah lewat penyebutannya dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Al-Hajj ayat 36 yang artinya adalah : "Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.". Demikianlah dengan berqurban maka kita juga termasuk mengagungkan salah satu dari syiar-syiar Islami.
  2. Keutamaan qurban berikutnya adalah bahwasannya berqurban termasuk dalam hal qurban dalam hari raya Idul Adha ini adalah merupakan bagian dan salah satu dari Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan dan melaksanakannya. Maka setiap muslim yang berqurban di hari Raya Idul Adha ini seyogyanya mencontoh dan meneladani beliau Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam pelaksanaan ibadah qurban yang mulia ini.
  3. Memberikan dan memotong hewan qurban ini termasuk salah satu bentuk ibadah kepada Allah Ta'ala yang paling utama. Dalil berqurban adalah bentuk ibadah yang utama adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang artinya :"Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’." (QS. Al-An’am: 162-163). Dan juga firman Nya yang lainnya yang artinya :"Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban." (QS. Al-Kautsar: 2)
Setelah kita mengetahui akan beberapa keutamaan berqurban maka ada juga beberapa hikmah berqurban. Beberapa hikmah di balik menyembelih hewan qurban diantaranya yaitu :
  1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan. Karena begitu banyak limpahan nikmat yang telah Allah Ta'ala karuniakan kepada kita semuanya dan termasuk juga nikmat sehat yang ada pada diri kita semuanya adalah merupakan salah satu bentuk kecil nikmat Allah atas kita dari berbagai nikmat Allah yang tak akan mungkin kita bisa menghitungnya.
  2. Hikmah qurban berikutnya adalah menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dan juga menjalankan sunnah Nabi Ibrahim tersebut. Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha). Begitu banyak pula hikmah keutamaan ajaran Nabi Ibrahim ini dalam hal berqurban.
  3. Hikmah berqurban ini juga agar kita sebagai seorang mukmin untuk bisa mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.
  4. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, "Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah."( Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379 )
Demikian sahabat-sahabat semuanya sedikit mengenai keutamaan hikmah qurban di Hari raya Idul Adha yang sebentar lagi datang menghampiri kita. Bila kita diberikan kelapangan harta maka disunnahkan kepada kita semua untuk bisa berqurban.

Rabu, 10 Oktober 2012

Mengapa Muslimah Berjilbab

Rasulullah shallallahu 'alaiahi wa sallam menyebut beberapa orang wanita sebagai orang yang berpakaian tetapi telanjang. Maksudnya adalah secara lahiriah wanita tersebut mengenakan pakaian, tetapi pada hakekatnya mereka adalah bertelanjang. Sebab, kendatipun mereka berpakaian, tetapi masih memperlihatkan lekuk tubuh dan juga mereka berpakaian yang terlalu tipis atau pun tembus pandang.

Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Tetapi kata ini lebih sering mengarah pada kata "jilbab". Tetapi dalam ilmu islam hijab tidak terbatas pada jilbab saja, juga pada penampilan dan perilaku manusia setiap harinya. Pengertian hijab (jilbab) menurut bahasa berarti penutup antara dua sisi, baik itu berupa tembok atau tikar. Demikian adalah pengertian dari hijab menurut tata bahasa. Di Indonesia Jilbab ini seringkali disamakan atau pun diidentikkan dengan hijab. Atau bahkan seringkali pula hijab ini berarti sama dengan jilbab. Arti mudahnya jilbab adalah menutupi aurat para wanita dan itu memang telah dituntunkan Al-Qur'an agar para wanita menggunakan Jilbab / Hijab.

Mengapa Muslimah Berjilbab

Mengapa muslimah harus mengenakan jilbab, mengapa tidak pakai jilbab saja seperti kebanyakan wanita pada umumnya saja. Apalagi kan pakai jilbab jadi ribet ? itu sebagian kecil dari alasan tidak memakai jilbab dan alasan-alasan lainnya. Wanita adalah kaum yang memiliki tingkat perasaan yang lebih peka daripada kaum laki-laki. Dan juga rasa malu wanita lebih tinggi dari kaum laki-laki. Dan sudah semestinya wanita yang muslimah yang memiliki rasa malu akan menutupi tubuhnya dengan jilbab dan mengikuti Ummahatul Mukminin.

Berjilbab adalah juga salah satu cara menjalankan syariat Allah dan juga Islam. Serta juga cara mengagungkan syiar agama Allah di muka bumi ini. Orang akan berpikir berulang kali pula untuk berbuat jahat kepada wanita berjilbab, karena pintu kejahatan terhadapnya juga tertutup rapat. Para lelaki juga akan segan untuk menyakiti, mengganggu, atau berbuat jahat terhadap kaum muslimah.

Ada beberapa alasan mengapa wanita muslim mengenakan jilbab. Berikut beberapa alasan mengapa muslimah berjilbab :
  1. Alasan pertama adalah karena anda (kaum perempuan) adalah seorang muslimah. Sebagai seorang muslimah maka wajib menaati perintah Allah. Berikut adalah beberapa dalil Qur'an untuk menggunakan jilbab dan hukum wajib memakai jilbab diantaranya yaitu : Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 33 : 59 ) dan dalil perintah berjilbab “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS. Al A’raaf: 26)
  2. Karena perempuan Muslimah tentunya mengharap Rahmat Allah Ta'ala, sedangkan Allah Yang Maha Kuasa hanya melimpahkan RahmatNya kepada orang yang bertakwa dan beriman kepada ayat-ayatnya. Allah Ta'ala berfirman :"Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami" (QS. Al-Ar'af : 156 ).
  3. Karena tidak mengenakan jilbab berarti bermaksiat kepada Allah yakni membuka aurat. Dengan para wanita membuka aurat, berarti wanita tersebut telah menaati setan yang selalu membisikkan untuk membuka aurat dan berbuat jahat. "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya" (QS. Al-A'raf : 20 ).
  4. Alasan keempat wanita memakai jilbab adalah karena wanita perempuan muslimah takut terhadap akhir dari perjalanan orang-orang yang berbuat maksiat. Sebagaimana kita mengetahui akan murka Allah di dunia azabNya di akherat kelak. Kita bisa membayangkannya demikian, bayangkan diri kita di saat hari pemaparan dalam keadaan telanjang, penuh rasa takut, gundah dan bingung. Sementara api neraka berkobar-kobar karena marah dan panas. Membakar para pelaku maksiat, sedang Rabb Pemilik Arsy marah. Sedang orang-orang mukmin menghuni surga abadi selamanya.
Demikian beberapa alasan kenapa para wanita dan perempuan mengenakan jilbab. Karena memang pengetahuan agama dalam hal ini kurang dan masih perlu belajar banyak lagi maka diatas adalah beberapa alasan mengapa seorang muslimah mengenakan jilbab daripada kacamata seorang perawat. Karena tentunya alasan dan sebab mengapa wanita harus mengenakan jilbab banyak juga diulas oleh para ustadz-ustadz dan juga banyak website Islami yang memberikan ulasan lebih gamblang dengan dalil-dalil yang shahih dan kuat baik dari Al-Qur'an atau pun Hadits tentang jilbab, manfaat keutamaan memakai jilbab dan sejenisnya. Dan semoga pula bisa bermanfaat serta dapat memberikan manfaat.

Selasa, 25 September 2012

Hikmah Keutamaan Haji

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah. Dan dalam ibadah haji ada banyak keutamaan hikmah haji itu sendiri bagi para muslimin yang menjalaninya.

Pengertian haji secara estimologi (bahasa) berarti kunjungan, ziarah dan juga perjalanan (Al Qasdu), sedangkan Haji menurut syara’ berarti Perjalanan menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus, tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh) yang merupakan tempat-tempat penting dalam Ibadah Haji.

Sudah kita ketahui bersama bahwa haji adalah ibadah yang amat mulia. Ibadah haji pula ada syarat rukun haji yang harus dipenuhi pula untuk bisa melaksanakan ibadah haji sesuai dengan Al-Qur'an Dan As-Sunnah yang telah dicontohkan beserta juga dalil-dalil Qur'an dan Hadist mengenai ibadah haji.

Hikmah Keutamaan Haji

Menjalankan ibadah haji tersebut adalah bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya. Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Perintah rukun Islam yang kelima itu wajib bagi yang mampu menjalankannya. Dan sekarang ini seluruh Umat Islam di dunia sedang mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci

Beberapa hikmah haji diantaranya yaitu :
  1. Membersihkan dosa. Kita sebagai umat manusia tentunya idak akan terlepas dari dosa, lupa dan khilaf. Dan ibadah haji ini salah satu hikmah menunaikan haji adalah salah satu syariat agama dalam rangka membersihkan dosa, walaupun banyak juga cara untuk membersihkan dosa selain dengan haji ini. Mengerjakan ibadah haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji itu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa dan bertaubat.
  2. Meningkatkan Keimanan dan Meneguhkan Keimanan. Pada pelaksanaan ibadah haji ini tentunya seluruh umat Islam di dunia berkumpul. Dari berbagai macam ras, suku, negara dan sebagainya dan semuanya berkumpul untuk satu tujuan yaitu menjalankan salah satu rukun Islam dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Dengan berbagai macam warga negara dan berbagai bentuk dan macam manusia dengan satu tujuan maka hal tersebut akan meningkatkan keimanan kita.
  3. Belajar akan Sejarah dan Meneladaninya. Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah dalam agama Islam. Di antaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah, para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus saleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil iktibar atau pengajaran untuk membangun jiwa seseorang. Contoh peristiwa sejarah ibadah haji dan asal muasal ibadah haji, pelajaran dari ibadah haji diantarnya yaitu : Pertemuan di antara Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa di Padang Arafah. Siti Hajar dan Nabi Ismail a.s. ditinggalkan di tengah padang pasir yang kering kerontang di antara Bukit Safa dan Marwah. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail a.s. sebagi menurut perintah Allah. Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. mendirikan Kakbah. Lahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis, tetapi mempunyai akhlak yang terpuji hingga mendapat gelaran Al-Amin. Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingati seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat menegakkan agama Allah.
Demikian tadi beberapa hikmah ibadah haji yang telah manjadi salah satu rukun Islam. Selain dari hikmah sejarah Ibadah haji ada juga keutamaan ibadah haji bagi yang akan, telah menjalankan haji.

Berikut beberapa keutamaan ibadah haji diantaranya yaitu :
  1. Haji merupakan amalan ibadah yang paling afdhol. Amalan ibadah Haji adalah salah satu ibadah dalam Islam dan juga amalan ibadah yang banyak memberi manfaat. Dalil hadist nabi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyatakan keutamaan ibadah haji salah satunya yaitu : Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)
  2. Balasan haji Mabrur adalah Surga. Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119). Dan semoga semua jamaah haji baik dari Indonesia maupun negara lainnya yang tengah menjalankan ibadah haji ini mendapatkan pahala haji mabrur. Dan mengenai haji mabrur ini pula ada beberapa tanda haji mabrur yang harus dipenuhi untuk bisa menyandang predikat haji yang mabrur.
  3. Orang yang menjadi Berhaji adalah tamu Allah. Siapa saja yang menunaikan ibadah haji ini merupak tamu-tamu Allah. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda," Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893)
Begitu besar dan begitu mulia ibadah haji ini tentunya bagi yang mampu dan semoga pula para jamaah haji mendapatkan pahala dan ganjaran haji yang mabrur dan semoga pula kita suatu saat nanti akan menyusul menjadi "Tamu Allah", dimudahkan oleh Allah untuk bisa pula menunaikan ibadah haji, dengan mendapatkan rejeki yang halal dan berkah untuk bisa berhaji di Tanah Suci aamiin..aamiin.

Dan selain dari keutamaan haji tadi di atas, dalam bulan Dzulhijjah ini ada juga bentuk ibadah yang disyariatkan dan diambil kisahnya dari pengorbanan Nabi Ismail oleh sang Ayah yaitu Nabi Ibrahim yaitu Ibadah Qurban. Bagitu banyak pula manfaat dan hikmah berqurban ini dan sahabat bisa membacanya lebih lanjut dalam Hikmah Keutamaan Qurban dan selamat membaca dan semoga juga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat aamiin..aamiin.

Sabtu, 15 September 2012

Mensyukuri Nikmat Sehat

Nikmat sehat adalah merupakan bagian dari banyaknya limpahan nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita semua. Sebagai umat islam tentunya kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang telah disyariatkan dan diatur baik itu dalam Al-Qur'an atau pun dalam hadist-hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Termasuk dalam hal kewajiban mensyukuri nikmat sehat yang kita terima dan peroleh dari Allah Ta'ala semenjak kita masih dalam kandungan ibu kita sampai kita dewasa seperti sekarang ini.

Sehat dan pengertian sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.( Menurut UU N0. 23/1992 tentang kesehatan). Dengan tubuh yang sehat pula maka kita sebagai makhluk yang mempunyai kewajiban mengerjakan ibadah akan bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan juga memperoleh kebaikan pula dari ibadah yang kita laksanakan.

Lalu bagaimana hubungan antara sehat kesehatan ini dengan Islam ? Islam memandang, bahwa kesehatan merupakan nikmat dan karunia Allah Ta'ala yang wajib disyukuri. Disamping itu sehat juga adalah keinginan setiap manusia berakal, hal ini dikarenakan tidak seorang manusia pun yang tidak ingin sakit, agar tugas dan kewajiban hidup dapat dilaksanakannya dengan baik.

Cara Mensyukuri Nikmat Allah Dan Nikmat Sehat

Meskipun nikmat sehat merupakan kebutuhan fitrah manusia dan bagian dari berbagai macam jenis nikmat-nikmat Allah, tetapi banyak manusia yang mengabaikan dan melupakan nikmat sehat ini, sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw :" Ada dua nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat sehat dan peluang kesempatan" (HR Imam Bukhari). Ini adalah merupakan 2 nikmat Allah yang sering dilupakan manusia.

Karenanya kesehatan merupakan salah satu perkara yang diminta pertanggungjawabannya di hadapan pengadilan Allah Ta'ala kelak di Hari Kiamat, seperti dalam hadits Rasulullah yang berbunyi : "Nikmat yang pertama ditanyakan kepada setiap hamba pada hari Kiamat dengan pertanyaan "Tidakkah telah Kami sehatkan badanmu dan telah Kami segarkan (kenyangkan) kamu dengan air yang sejuk" (HR Imam Tirmizi). Itulah beberapa hadist Nabi Rasulullah yang berkaitan dengan kesehatan.

Untuk itulah salah satu jalan dan usaha kita dalam hal cara mensyukuri nikmat Allah ini adalah dengan senantiasa bersyukur pada Allah tatkala diberi kesehatan. Senantiasa bersyukur dengan melakukan ketaatan dan ibadah yang wajib maupun yang sunnah, maka niscaya Allah Ta'ala akan memberi kenikmatan yang lainnya dan lebih banyak lagi kenikmatan.

Bersyukurlah atas nikmat sehat sebelum sakit. Dan bila kita diuji dengan sakit maka bersabar dan berprasangka baik kepada Allah adalah perkara wajib bagi setiap mukmin. Karena banyak hikmah di balik sakit bagi orang mukmin itu sendiri bila kita bersabar dan bertawakkal kepada Allah.

Rasulullah shallallahu a'alaihi wa salam bersabda :"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu" (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok, 4/341, dari Ibnu ‘Abbas.)

Tips lainnya dalam cara mensyukuri nikmat Allah yang berupa kesehatan ini adalah dengan menjaga kebersihan. Islam juga memberikan perhatian dalam rangka menjaga kesehatan dengan adanya anjuran dan perintah menjaga kebersihan. “Annadha fatu minal iiman” kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya untuk mencapai kesehatan. Dengan fisik yang sehat kita akan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih fokus dalam bekerja dan belajar, lebih siap mengemban amanah, lebih totalitas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Demikian tadi yang sedikit mengenai akan berbagai nikmat sehat yang Allah karuniakan kepada kita semua dan semua makhluk Allah di alam semesta ini. Dan sikap muslim dalam persepsi sehat dan bersyukur atas nikmat sehat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Jumat, 14 September 2012

Film Kontroversial Innocence of Muslims

Film Kontroversial Innocence of Muslims - Blokir Film Kontroversial Innocence of Muslims Belum lama ini di YouTube telah memblokir film pendek 'Innocence of Muslims' yang merendahkan agama Islam ini dan juga merendahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan, Indonesia sudah berhasil meminta Youtube untuk memblokir film 'Innocence of Muslims' itu. "Sudah berhasil diblokir sore ini, Indonesia sudah bekerja sama dengan Youtube dan sudah dilaporkan bahwa Innocence of Muslims diblokir untuk Indonesia," ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Kamis, 13 September 2012 malam.

Postingan ini adalah salah satu ajakan dari sahabat Denai Hati dalam salah satu entri nya yang bertajuk Innocence of Muslims apa tindakan anda ? yang mengajak kita semua para blogger muslim yang peduli akan Islam ini untuk terus mengkampanyekan antipati dan stop film 'Innocence of Muslims' beredar di masyarakat dan menghimbau untuk tidak menonton film penghinaan dan pelecehana terhadap Islam Agama Allah ini dan Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam. Semoga pula sahabat-sahabat blogger lainnya peduli akan hal ini dan memberikan kontribusinya terhadap Agama Allah ini melalui postingan bertemakan ajakan blokir stop film 'Innocence of Muslims'.

Tolak Stop Film 'Innocence of Muslims'

Film Innocence of Muslim ini yang jelas-jelas menghina dan merendahkan agama Islam ini. Produksi film yang disutradarai oleh warga Israel keturunan AS, Sam Bacile ini, didanai 100 orang Yahudi. Film itu sendiri berisikan adegan-adegan pria yang memerankan tokoh Nabi Muhammad. Melalui video besutannya sutradara dan produser berusia 52 tahun itu juga menyebut bahwa Islam merupakan agama yang penuh dengan kebencian. Film itu menghina Nabi Muhammad, dengan menggambarkannya sebagai seorang homoseksual, pelaku pelecehan anak-anak, penyuka banyak perempuan, dan haus darah. Meski jelas-jelas menayangkan penghinaan pada ajaran agama tertentu, Bacilie justru berdalih bahwa video besutannya untuk kepentingan politik dan sama sekali tidak mengandung penghinaan terhadap agama.

Itulah salah satu dari sekian banyak makar-makar yang dilakukan oleh "musuh-musuh Allah" dan yang membenci akan Islam yang mulia ini. Akankah kita yang 'mengaku Muslim rela agama kita dilecehkan, dihina...?' Apakah keimanan kita begitu rendah sehingga kita tak berusaha membela Agama Allah ini dengan apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan dan apa yang bisa kita miliki. Untuk itulah saya juga mengajak sahabat-sahabat blogger untuk ikut serta membela agama Islam ini dengan turut membuat postingan tentang blokir film 'Innocence of Muslims' dan STOP penayangannya di youtube.

Agama kita mengajarkan akan toleransi terhadap agama lainnya. Islam membolehkan, bahkan menganjurkan kepada pemeluknya untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang kafir, seperti membantu urusan mereka, menyambung tali silaturahim, saling membagi makanan, dan lainnya. Tapi dengan syarat, selama mereka tidak memerangi agama Allah dan tidak mengusir umat Islam dari negeri mereka.

Namun apabila orang kafir sudah berani menghina Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam, memerangi kaum muslimin karena agama mereka, dan mengusirnya dari negeri mereka, maka umat Islam tidak boleh berbaik-baik dan bermuka manis kepada mereka, sebaliknya harus mengumandangkan permusuhan terhadap mereka.

Hal tersebut telah Allah firmankan dalam salah satu ayatNya yaitu : "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (QS. Al Mumtahanah: 8-9).

Semoga kita terketuk hatinya untuk turut mengkampanyekan blokir stop film 'Innocence of Muslims' dan juga membela agama Allah ini. Benar sekali kalimat sahabat Denai Hati kalau bukan kita umat Islam yang membela dan mempertahankan Islam..lalu siapa lagi ?

Kamis, 06 September 2012

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat - Mendidik Mengajarkan Anak Shalat Sejak Dini Sebagai orang tua tentunya kita semuanya menginginkan agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh serta juga sholehah. Tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan anak-anaknya terjerumus dan terperosok di jalan-jalan yang tidak benar yang senantiasa disebarkan oleh setan musuh kita semua sebagai umat Islam. Dan salah satu cara membentengi diri terhadap setan adalah dengan menjalankan dan mendirikan sholat.

Sebenarnya mengajarkan anak shalat serta akan pentingnya shalat memang seharusnya sudah dimulai sejak dari janin. Seorang Ibu yang senantiasa menjaga wudhu serta shalatnya pada saat hamil berarti telah mengenalkan shalat kepada janin yang dikandungnya. Makna bacaan shalat akan terekam dan akan memberikan pengaruh positif bagi sang janin. Mau jadi seperti apa anak kita, maka penanaman hal-hal yang kita inginkan tersebut sudah dimulai dari dalam kandungan. Dan mengajarkan anak shalat adalah sangat penting dimulai sejak sedini mungkin.

Kalau membicarakan mengenai perintah shalat maka hal tersebut adalah salah satu hal yang terpenting dalam aspek spiritual dalam kehidupan anak. Karena membiasakan serta juga mendidik mengajarkan anak shalat dalam masa kecil dan anak-anak akan banyak memberikan manfaat untuk kehidupan remaja serta dewasanya kelak.

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat Sedini Mungkin,BLog Keperawatan

Mendidik melatih anak shalat sejak dini adalah satu hal yang tidak boleh dikesampingkan oleh para orang tua. Karena hal tersebut adalah salah satu kewajiban kita sebagai orang tua. Semuanya tersebut bermula dari keteladanan orang tua. Menyaksikan melihat kedua orang tuanya melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak terpicu dan terbiasa juga untuk meniru. Ketika anak memasuki usia sekolah, yaitu sekitar usia 7 tahun, maka mulailah anak untuk siap mamasuki masa untuk mempelajari tata shalat yang benar. Dan tentunya juga mengenai cara berwudhu yang benar pula.

Beberapa cara yang dapat dilakukan pada fase ini, yaitu mengajarkan rukun-rukun shalat melaui pendekatan praktek langsung. Sebagai contoh pada waktu-waktu shalat orangtua mengajak anak untuk langsung melakukan shalat dengan bimbingan. Mulai dari tatacara thaharah serta berwudhu pada anak, bagaimana membentuk barisan, shaf-shaf pada shalat diikuti dengan praktek shalat yang benar serta menghapalkan doa-doa secara bertahap.

Ketika anak berusia sepuluh tahuan anak belum juga mau mengikuti perintah shalat. Maka kita diingatkan dengan sebuah hadist yang diriwayatkan Al-Imam Abu Dawud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur tujuh tahun dan jika telah berumur sepuluh tahun, namun tidak mau mengerjakan shalat maka pukullah.”

Ungkapan mengenai hal tersebut di atas ini perlu pula dimaknai dengan hati-hati dan juga secara arif. Karena makna “pukullah” di sini tentu bukan melakukan hukuman dengan kekerasan secara fisik yang menyakitkan dan melukai anak, akan tetapi bahwa orang tua harus menunjukkan ketidaksenangan dan konsekuensi yang sangat tegas saat anak menolak shalat.

Selain hal tersebut hal lainnya bisa juga dalam mendidik anak untuk belajar disiplin dalam memelihara waktu dan menjaga berbagai aturan yang terkait dengan waktu, dengan cara-cara yang tidak mungkin baginya untuk melakukan kesalahan atau kekeliruan. Maksud dari semua itu adalah agar anak dapat mengetahui bahwa waktu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim yang berjalan seiring dengan pergantian malam dan siang, dan bahwa dia merupakan bagian dari waktu yang ada.Tentunya mendidik dengan cara yang bisa diterima anak-anak seusianya, dan pula jangan terlalu untuk dipaksakan. Karena memang berbeda mengajarkan dan mendidik anak dengan berbagai dan tahap usia sendiri.

Setiap pencapaian anak dalam belajar shalat merupakan sebuah prestasi baginya.Sudah selayaknyalah kita sebagai orang tuanya memberikan penghargaan. Penghargaan tidak hanya diberikan atas prestasi akademik formal, tetapi hendaknya penghargaan diberikan ketika anak mengerjakan shalat lima waktu atau mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Penghargaan sebagai bentuk ekspresi agar anak mengetahui bahwa hal tersebut memang benar-benar sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus membahagiakan orangtuanya. Dengan adanya penghargaan inipun, akan menumbuhkan sikap menghargai. Jika orang tua mampu menghargai prestasi anak dalam hal ibadah, maka sang anak pun akan menghargai ibadah itu.

Penghargaan ini pun tidak selalu diberikan atau pun diekspresikan dalam bentuk barang, apalagi barang-barang yang mewah dan berlebihan. Tetapi bisa disampaikan dengan ucapan terima kasih, pelukan dan ciuman penuh kasih sayang serta belaian yang diberikan sesudah anak mengerjakan shalat juga merupakan penghargaan yang tidak dapat diukur dengan materi.

Semoga nantinya dengan mendidik mengajarkan anak shalat sejak dini maka kita sudah menjalankan salah satu kewajiban kita sebagai orang tua karena sebagai orang tua kita juga akan dimintai pertanggungjawaban dalam berbagi hal termasuk juga dalam hal yang satu ini.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri - Hari Raya Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri disyariatkan pertama kali pada tahun awal Hijriyah. Hukum shalat 'idul fithri adalah sunnah muakadah, yaitu sunnah yang sangat dipelihara dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Seperti ungkapkan oleh Anas r.a: Adalah mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari raya, hari dimana mereka bermain dan bergembira, sampai Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW bertanya: Apakah tujuan dan arti dua hari ini ? Mereka menjawab; pada zaman jahiliyah dulu kami bermain pada dua hari raya ini. Rasulullah SAW berkata :
Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan hari Raya yang lebih baik, yakni hari raya "'Idul Fithri" dan hari raya "'Idul Adhha" (HR. Nasa'i - Ibnu Hibban).

Waktu shalat 'Idul Fitri
Para ulama sependapat bahwa waktu shalat 'idul fithri dimulai sejak terbit matahari 1 Syawwal hingga sebelum zawal (dzuhur), seperti waktu shalat dhuha. (HR.Ahmad). Di- sunnahkan agar menyegerakan shalat 'Idul Adhha dan mengakhirkan sedikit shalat 'Idul Fithri. (HR. Syafi'i). Hikmahnya untuk shalat 'idul adhha agar waktu menyembelih hewan qurban lebih panjang. Sedang untuk 'idul fithri agar waktu menyalurkan zakat lebih luas.

Hari Raya Idul Fitri, Blog Keperawatan

Tempat Shalat 'Idul Fithri
Para ulama sepakat bahwa tempat shalat 'idul fithri untuk Makkah, yang afdlol dilaksana- kan di masjid Al Haram. Dan untuk luar Makkah, ada dua pendapat:

Jumhur ulama' (kebanyakan ulama') melihat bahwa yang afdlol dilaksanakan ditanah lapang (bukan masjid), kecuali dalam keadaan dorurot atau ada udzur syar'i seperti hujan, maka dilaksanakan di masjid, seperti yang dilaporkan Abu Hurairah (HR. Abu Daud dan Al Hakim).
Asy-Syafi'iyah, melihat bahwa pelaksanaan shalat 'Idul Fithri lebih afdlol di masjid, sebab masjid adalah tempat yang paling mulia. Kecuali apabila masjidnya sempit, maka yang afdlol di tanah lapang kalau ada, sebagaimana dicontohkan oleh Rasu- lullah SAW. (HR. Bukhori - Muslim).
Konklusinya, tanah lapang (kalau ada), masjid bahkan musholla (kalau tidak ada tanah la- pang atau tidak ada masjid, atau ada tetapi menyulitkan), dapat ditempati untuk shalat 'idul fithri.

Dengan tetap menjaga prinsip ukhuwwah, dan menyadari bahwa kita berada dalam sua- sana hari raya 'idul fithri, masalah ini tidak perlu dibesarkan, yang menjadi masalah adalah kalau tidak shalat 'idul fithri.

Tata Cara Shalat Idul Fitri
Shalat 'Idul Fithri terdiri dari dua rakaat. Syarat dan rukun shalat 'id mengikuti syarat dan rukun shalat wajib. Setelah takbiratul ikhram dan sebelum membaca al Fatihah pada ra- kaat pertama, disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali takbir. Dan pada rekaat ke-dua lima kali takbir, tidak termasuk takbir ketika bangkit dari sujud (rakaat pertama) ke rakaat ke-dua (takbirotul qiyam), dengan mengangkat ke-dua tangan setiap takbir, sebagaimana dilaporkan Amar bin Syuaib (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud dan Daru- quthni). Dan diantara takbir membaca :

Shalat 'Idul Fithri dilakukan sebelum khutbah 'Idul Fithri, sebagaimana dilaporkan oleh Ibnu Umar " Adalah Rasulullah SAW , Abu Bakar, Umar, Utsman melaksanakan shalat Idul Fithri sebelum khutbah 'Idul Fithri " (HR. Bukhori-Muslim). Riwayat yang sama juga dilaporkan oleh Abu Said.

Khutbah 'Idul Fitri
Pelaksanaan khutbah 'Idul Fithri yaitu setelah shalat 'Id seperti dilaporkan oleh Ibnu Umar dan Abu Said (HR. Bukhori-Muslim). Hukum khutbah 'Idul Fithri dan mendengarkannya adalah sunnat, seperti yang dilaporkan oleh Abdullah bin As Said (HR. An Nasa'i, Abu Daud dan Ibnu Majah). Dan yang paling afdlol mengikuti seluruh rangkaian shalat/khutbah 'Idul Fithri dari awal sampai akhir. Dan seperti pada shalat jum'at, khutbah 'Idul Fithri terdiri dari dua khutbah.

Hal-hal yang disunnahkan pada Waktu Hari Raya
Mengisi malam 'Idul Fithri dengan ibadah dan taqorrub kepada Allah, seperti dzkir, shalat, qiroatul Qur'an, tasbih, istighfar dan sebagainya. Dan yang lebih afdlol, menghidupkan malam 'Id semalam suntuk, seperti dilaporkan ubadah bin Shamit (HR. Ath Thobari dan Daru Quthni), tentunya kalau kuat,tanpa mengorbankan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat isya' dan shalat subuh, tepat pada waktunya dengan berjama'ah. Menghindari mengisi malam-malam 'Idul Fithri dengan acara hura-hura, takbiran sambil menabuh beduk yang justru mengganggu (tidak khusyuk), memutar kaset takbiran sementara orangnya tidur dan lain-lain, yang bertentangan dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW .

Menghidupkan sunnah takbiran semenjak terbenam matahari akhir Ramadhan hingga berangkat ke tempat shalat 'id sampai kemudian shalat 'id dilaksanakan dengan lafal, al:
"Allaahu Akbar (3x), La Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar Walillahil Hamdu".
Mandi (HR. Ibnu Majah), memakai wangi-wangian (parfum) (HR. Baihaqi), bersiwak (menggosok gigi),memakai sebaik-baik pakaian.
Bersegera (berpagi-pagi) menuju tempat shalat 'Idul fithri, dengan tenang, dan pe- nuh ketulusan. Dan lebih afdlol kalau berjalan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, seperti dilaporkan oleh Ali bin Abi Tholib (HR. Tirmidzi).
Makan (sarapan) sebelum berangkat shalat 'Idul Fithri, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. (HR. Bukhori)
Membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat 'Idul Fithri (batas akhir pembaya- ran zakat fitrah). Sekalipun zakat fitrah boleh saja dibayar beberapa hari sebelum 'Idul Fithri. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Daraquthni, al Hakim)
Bergembira dan menggembirakan sesama muslim dan lebih mempererat tali ukhuwah diantara kaum muslimin .
Disunnahkan juga agar jalan ketika pergi dan jalan ketika pulang tidak sama. Se- perti yang dipraktekkan Rasulullah SAW. Sebagaimana yang dilaporkan Jabir (HR. Bukhori).
Idul Fithri bagi kaum wanita dan anak-anak
Sebagaimana halnya kamu pria, kaum wanita dan anak-anak pun disunnatkan menghadiri shalat 'Idul Fithri. Begitu pula halnya orang-orang tua, gadis-gadis perawan, wanita-wa- nita haidh dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR. Bukhori - Muslim).

Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri-istri dan putri-putrinya untuk melaksanakan shalat 'Idul Fithri dan mendengarkan khuthbah (HR. Ibnu Majah & Baihaqi dan Ibnu Ab- bas). Adapun untuk wanita haidh dan nifas, cukup mendengarkan khuthbah, tidak ikut shalat.

Bergembira pada Hari Raya 'Idul Fithri
Umat Islam disunnatkan agar bergembira dan menggembirakan orang lain pada hari raya 'Idul Fithri. Dengan memakai pakaian yang terbaik, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmatNya, makan minum yang halal dan tidak isrof (berlebihan), saling ber- jabat tangan (kecuali antara pria dan wanita yang bukan muhrim), saling menziarohi, sa- ling memberi (mengirim) ucapan selamat (berma'af ma'afan), dan saling bertukar hadiah dalam batas-batas yang wajar. Hal ini menunjukkan hikmah ajaran Islam yang selalu menjaga keseimbangan (tawazun).

Namun demikian sifat berlebih-lebihan dalam berbagai hal tetap tidak dibenarkan oleh Islam, sekalipun pada hari raya 'Idul Fithri. Hadits riwayat An Nasa'i di muka menunjukkan adanya alternatif yang diberikan Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Allah telah menggan- tikan dua hari raya jahiliyah. Hal ini mengisyaratkan bahwa 'Idul Fithri harus jauh dari nilai-nilai jahiliyah dan harus berfungsi sebagai rasa syukur kepada Allah, dan penegasan kembalinya kita kepada fithrah.

Pasca Ramadhan
Umat Islam hendaknya berupaya melestarikan nilai-nilai dan amaliyah-amaliyah Rama- dhan yang telah dibina selama sebulan penuh, diantaranya dengan melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan Syawwal.

Demikian panduan praktis Idul Fitri ini, semoga hikmah dan tujuan 'Idul Fithri sebagai hari kembali- nya hamba-hamba Allah kepada fitrahnya, dapat kita raih. Amin.

Sumber : Munir Ardi Blog

Minggu, 12 Agustus 2012

Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah

Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah - Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah Ramadhan hampir saja berakhir dan kita masih dalam sepertiga akhir Ramadhan ini dan semoga pula kita bisa memanfaatkan sepertiga akhir ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan amalan-amalan ibadah baik itu wajib maupun yang sunnah. Dan akhir ramadhan ini kita umat Islam juga mempunyai kewajiban membayar zakat fitrah pada akhir Ramadhan dan sebelum menunaikan shalat Ied.

Kewajiban membayar zakat fitrah telah diungkapkan kewajibannya menurut hadist dari Ibnu Umar radliyallah 'anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, besar maupun kecil dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan sebelum orang-orang keluar menunaikan shalat ('Iedul Fitri)." (HR. Bukhari dan Muslim). Tadi adalah hadist kewajiban membayar zakat fitrah bagi kita umat Islam.

Hikmah Keutamaan Zakat Fitrah ,Blog Keperawatan

Tentunya bila Allah Ta'ala memberikan syariat ada hikmah serta keutamaan dari syariat tersebut. Termasuk juga dalam hal zakat ini. Ada beberapa hikmah keutamaan zakat fitrah bagi kita yang menjalankannya. Salah satu hikmah zakat fitrah adalah bahwasannya zakat fitrah adalah untuk mensucikan diri. Allah Ta'ala berfirman :"“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri." (QS. Al-A’la : 14) dan semoga dengan zakat fitrah yang kita tunanikan nanti dan sekarang akan benar-benar mensucikan kita aamiin.

Ada beberapa hal yang berkenaan dengan waktu membayar zakat fitrah. Waktu utama dalam melaksanakan serta membayar zakat fitrah ini yaitu pada saat mulai terbenamnya matahari pada saat malam Iedul Fitri sampai dengan sebelum ditunaikannya shalat Ied. Utamanya juga pada waktu antara shalat fajar pada hari Ied sampai sebelum shalat Ied. Dan bila kita akan membayar sebelum itu pun dalam artian beberapa hari sebelum hari raya juga diperbolehkan serta tidak dilarang.

Ada juga beberapa keutamaan zakat fitrah ini. Berikut ini adalah beberapa keutamaan Zakat fitrah yaitu diantaranya yaitu :
  1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan atau hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.
  2. Menunjukkan benarnya iman seseorang. Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shidiq yang berarti benar atau jujur) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.
  3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Wahai saudaraku, sebagaimana engkau mencintai jika ada saudaramu meringankan kesusahanmu, begitu juga seharusnya engkau suka untuk meringankan kesusahan saudaramu. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman Anda.
  4. Sebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.
  5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan). Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala berfirman, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al Qoshosh: 77).
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai hikmah zakat fitrah dan keutamaannya. Semoga bisa berguna serta juga dapat memberikan manfaat bagi kita semua aamiin