Tampilkan postingan dengan label ICD 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ICD 10. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

Workshop Klasifikasi dan Tindakan Menggunakan ICD-10 dan ICD-9, serta Klasifikasi Penyebab Kematian dalam Meningkatkan Mutu Manajemen Informasi Kesehatan

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya. Tujuan tersebut harus dilakukan secara terarah dan tepat melalui pelayanan manajemen informasi kesehatan yang berbasis pada data dan informasi kesehatan yang berkualitas, terintegrasi dan benar yang bersumber dari rekam medis.

Seorang Administrator informasi kesehatan ( Perekam Medis ) dituntut untuk mampu mengelola sistem rekam medis dan informasi kesehatan yang berkualitas agar pelayanan rekam medis menjadi cepat, tepat dan akurat.
Pelaksanaan pengkodean ( coding ) morbiditas dan mortalitas merupakan satu diantara tugas pokok pengumpul data statistik rumah sakit. Data morbiditas dan mortalitas yang telah dikoding dapat digunakan oleh rumah sakit, dinas kesehatan kabupaten / kota / propinsi dan secara nasional unuk melihat gambaran tingkat kesehatan masyarakat. Data ini merupakan dasar informasi pengambil keputusan yang dapat dianalisis guna perencanaan asuhan kesehatan, penilaian kebutuhan, alokasi sumber daya dan pengelolaan kesehatan.

Tujuan
a. Mengelola sistem rekam medis dan informasi kesehatan secara profesional.
b. Mendukung Akreditasi rumah sakit.
c. Mengklasifikasikan penyakit, tindakan dan penyebab kematian sesuai dengan standar yang telah ditetapkan secara cepat, tepat dan akurat.
d. Menggunakan ICD-10 Edisi 2 sesuai dengan standar dan ketentuan yang benar.
e. Menggunakan ICD-9 CM sesuai dengan standar dan ketentuan yang benar.

Workshop Klasifikasi dan Tindakan Menggunakan ICD-10 dan ICD-9, serta Klasifikasi Penyebab Kematian dalam Meningkatkan Mutu Manajemen Informasi Kesehatan di adakan di Semarang tanggal 27 - 29 Oktober 2011

Info lengkap Lihat brosur


Sabtu, 16 Juli 2011

Fungsi dan Kegunaan lCD

Fungsi lCD sebagai sistem klasifikasi penyakit dan masalah terkait kesehatan digunakan untuk kepentingan informasi statistik morbiditas dan mortalitas.

Penerapan Pengodean sistem lCD Digunakan untuk
  • Mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan di sarana pelayanan kesehatan
  • Masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis
  • Memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan data terkait diagnosis karakteristik pasien dan penyedia layanan
  • Bahan dasar dalam pengelompokan DRGs (diagnosis-related groups) untuk sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan
  • Pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas
  • Tabulasi data pelayanan kesehatan bagi proses evaluasi perencanaan pelayanan medis
  • Menentukan bentuk pelayanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman
  • Analisis pembiayaan pelayanan kesehatan
  • Untuk penelitian epidemiobogi dan klinis

Rabu, 09 Maret 2011

Pelatihan "Pengklasifikasian & Pengkodean Penyakit berdasarkan ICD 10"

DPD PORMIKI Jawa Timur bekerjasama dengan RS Muhammadiyah Lamongan mengadakan pelatihan "Pengklasifikasian & Pengkodean Penyakit berdasarkan ICD 10" pada tgl 16 - 18 April 2011
Pemateri :
1. dr. Mayang Anggraini Naga (Dosen / ahli klasifikasi penyakit Kampus Emas Esa Indonusa Esa Unggul Jakarta)
2. dr. Rano I Sudra, MKes ...(Health Information Management Consultant – Pembina DPD Jawa Tengah – Direktur Apikes Karanganyar – Pemilik dan Pengelola Ranocenter.net)
3. Ana Rossarini, Amd.PK (praktisi rekam medis dan pengurus DPD PORMIKI Jawa Timur)
4. Staf medis RS Muhammadiyah Lamongan

Bagi yang berminat silakan hubungi panitia
Contack Person / Konfirmasi Pendaftaran :
Ririn Puji Astuti, S.Psi (08883039797)
Shalachudin Cahya Kusuma, AmdPK (085733551998 / 081357916911)

Kamis, 17 Juni 2010

Statistik Rumah Sakit untuk Pengambilan Keputusan


Buku ini menguraikan tentang bagaimana proses pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data dengan statistik yang semuanya berasal dari dokumen rekam medis yang ada di rumah sakit, yang diolah dengan teknologi informasi menjadi suatu laporan rumah sakit yang mana laporan rumah sakit tadi menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh pimpinan atau manajer rumah sakit untuk pengambilan keputusan secara cepat, tepat dan akurat.

Di dalam buku ini juga dilengkapi contoh-contoh soal, seperti penghitungan BOR, LOS, TOI, BTO, penyajian dengan grafik, serta pembuatan Grafik Barber Johnson, pembuatan laporan intern rumah sakit dan beberapa lampiran formulir laporan ekstern (RL1-RL6). Buku ini ditujukan kepada para manajer rumah sakit praktisi kesehatan, serta peserta didik (seperti S1 Manajemen Rumah Sakit, S1 Sistem Informasi Kesehatan, D3 Administrasi Rumah Sakit, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, dll) dan mereka yang ingin mengetahui aplikasi statistik di Rumah Sakit untuk pengambilan keputusan.(untuk reserve email at om_ery@yahoo.co.id atau http://www.eryrusty.blogspot.com http://www.grahailmu.co.id)

Sabtu, 15 Mei 2010

Klasifikasi diagnosa penyakit berdasarkan ICD 10


untuk Diagnosa Obstetri & Ginekologi
G1PoAoHo 6-7 minggu gravid 1, partus 0, abortus 0, hidup 0, hamil6-7 minggu,
abortus insipien cek bab XV kode ICD O03.9
CPD (cephalop-pelvic disproportions Kode O33.9
GR serotinus Kode O48
G1PoHoAo gravid 36-37 minggu + KPD (ketuban pecah dini) Kode O42.9
G1PoAoHo partusient [belum melahirkan, belum pulang kan, parturient = sedang dalam partus, diagnosa masuk, bukan asetelah keluar; nanti mungkin menjadi O81.x, O82.x, O83.x atau O84.x
CKR cedera kepala ringan (GCS Glasgow Coma Scale =15) Kode S09.9
#(fraktur) mandibula Kode S02.6, digiti IV & V Kode S62.6
tumor phalanx manus dextra Kode D48.0
soft tissue tumor poplitea Kode D48.1

External Code
tentamina suicide (percobaan bunuh diri) dengan super pell (cairan pembersih)Kode X66