Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Tanda Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis adalah merupakan jenis penyakit yang yang berhubungan dengan keadaan tulang pada diri seseorang. Yang dimaksud dengan pengertian osteoporosis ini adalah merupakan keadaan berkurangnya suatu kepadatan tulang yang berjalan secara progresif, sehingga tulang akan menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Untuk itulah pentingnya kita mengenal akan tanda gejala osteoporosis ini secara lebih jauh agar kita bisa mencegah serta memberikan pengobatan osteoporosis ini dengan lebih baik lagi.

Secara awam kita lebih mengenal dan mengetahui jenis penyakit ini dengan istilah mudahnya adalah tulang yang keropos. Kita tahu bahwa tulang itu sendiri terdiri dari jenis mineral seperti halnya kalsium dan fosfat, sehingga tulang akan menjadi keras dan padat.

Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh tentunya membutuhkan akan banyak persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai. Dan juga vitamin D yang dalam hal ini mempunyai peranan serta fungsi yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.

Osteoporosis akan berpengaruh terhadap kedudukan serta fungsi semua tulang yang ada di dalam tubuh. Kejadian proses pengeroposan tulang itu sendiri paling sering terjadi pada tulang pinggul, pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang atau vertebrae. Hal ini lah yang perlu untuk kita waspadai bersama. Karena memang perjalanan keroposnya tulang ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit tulang semacam ini.


Penyebab osteoporosis dapat terjadi karena hal dan faktor sebagai berikut :

1. Kekurangan Zat Kalsium.
Manfaat kalsium untuk tulang adalah berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi pada anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh, dan mempunyai fungsi penting dalam mempertahankan struktur normal sel. Bila pembentukan tulang bagus ketika masa remaja, maka resiko untuk terkena tulang keropos di kala usia senja akan bisa diminimalisasi. Bila tubuh kekurangan kalsium ini maka pada waktunya nanti akan bisa menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit osteoporosis.

2. Adanya Perubahan Hormonal.
Hal ini lebih banyak menimpa pada kaum wanita. Perubahan hormonal pada wanita contohnya ketika telah memasuki masa menopause maka karena terjadi penurunan hormon terutama hormon estrogen, akan bisa untuk menurunkan kemampuan tubuh untuk membentuk tulang sehingga kekeroposan tulang akan menjadi mudah terjadi.

Hormon estrogen ini juga bermanfaat untuk membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. tetapi tidak semua wanita menopause juga menderita penyakit ini

3. Kurangnya Aktifitas Badan.
Bila seseorang dalam kesehariannya banyak mengalami masa tidak bergerak atau kurang gerak dan aktifitas maka hal ini akan bisa menyebabkan terjadinya osteoporosis ini. Kita tahu sesungguhnya dalam pergerakan dan aktifitas keseharian kita secara tidak langsung akan melatih tulang dan menghindarkan terjadinya keropos tulang itu sendiri. Dengan banyak aktifitas dan latihan akan memperkuat otot serta tulang dan tentunya ini akan membawa banyak manfaat untuk kesehatan badan kita.

Ada beberapa tindakan pencegahan penyakit osteoporosis ini. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan cara untuk mencegah timbulnya penyakit keropos tulang ini yaitu :
  1. Mengatur diet yang baik dan sehat untuk mencegah osteoporosis. Yaitu dengan menjalankan pola makan yang sehat dan banyak untuk mengkonsumsi sayuran, susu tinggi kalsium dan lain sebagainya. Ini adalah bagian dari meningkatkan serta mempertahankan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup bagi tubuh kita.
  2. Melakukan aktifitas olahraga secara teratur. Berolahraga dengan baik, benar,dan teratur dapat meningkatkan kepadatan tulang, serta memperlancar aliran darah keseluruh tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat dan melenturkan otot dan sendi. Karena banyak manfaat olahraga yang bisa kita peroleh bagi kesehatan diri kita.
  3. Mencegah dan menghentikan kebiasaan yang bururk terhadap kesehatan seperti merokok dan minum alkohol. Merokok dan minum-minuman keras beralkohol selain merusak kesehatan, ternyata juga berpengaruh terhadap kepadatan dan kekuatan serta kesehatan tulang-tulang kita. Karena memang perawatan osteoporosis banyak yang dilakukan di rumah sakit.
Tanda penyakit osteoporosis atau pun lebih khususnya adalah tanda kekurangan kalsium dapat kita kenali dari gejala dan tanda berikut ini :
  • Pada Masa Pertumbuhan dan Perkembangan : pertumbuhan terhambat, tinggi badan tidak optimal, imunitas tubuh menurun, gigi berlobang serta mata minus.
  • Pada Orang Dewasa : Kram otot, tegang, sulit tidur, jantung berdebar tidak normal, badan sering pegal.
  • Pada Usia Lanjut : Insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, badan bungkuk, tulang ngilu dan mudah kram.
  • Pada Masa Kehamilan : Gigi linu, sakit punggung, pinggang ngilu, tegang, lemah, mual di pagi hari, insomnia dan kram.
  • Pada Masa Menyusui : Gigi sakit dan linu, sakit pinggang, kram, osteoporosis dan tulang mudah patah.
Setelah kita mengetahui sedikit banyak mengenai penyakit osteoporosis, maka pada lain kesempatan kita akan coba sajikan mengenai askep osteoporosis ini dilihat dari sudut keperawatannya. Karena memang bidang kesehatan serta juga asuhan keperawatan osteoporosis dua hal yang saling berkaitan.

Senin, 22 April 2013

Penyakit Hemoroid Ambeien

Hemoroid adalah merupakan suatu jenis penyakit yang banyak juga menimpa orang-orang. Sebenarnya yang dimaksud dengan ambeien atau wasir adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus akan mengalami bengkak yang kadang juga disertai dengan pendarahan pada stadium tertentu. Ini lah yang di sebut dengan pengertian hemoroid wasir ini. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan rasa sakit kepada pada penderitanya, tetapi juga memberikan rasa minder dan malu karena mengidap penyakit wasir ini.

Patofisiologi hemoroid ini adalah merupakan gangguan yang terjadi karena adanya pembuluh-pembuluh darah di daerah anus melebar akibat aliran darah ke jantung terhambat. Pembuluh darah yang melebar ini akan ditutupi selaput lendir, kulit, jaringan ikat atau otot-otot polos yang lama kelamaan membengkas sehingga membentuk tonjolan.

Secara anatomi sebenarnya ambeien bukanlah suatu penyakit melainkan perubahan pada bantalan pembuluh darah di daerah dubur. Di mana pada bagian dubur terdapa tiga pembuluh darah atau arteri. Jika salah satunya terganggu atau adanya bendungan aliran darah maka pembuluh tersebut akan melebar atau membengkak. Hal ini yang disebut ambeien. Pada bagian keperawatan juga ada bagian yang membahas mengenai asuhan keperawatan hemoroid bila dilakukan perawatan di Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.

Penyebab Tanda Gejala Ambien Hemoroid

Ada beberapa hal yang menyebabkan wasir hemoroid ini. Berikut adalah penyebab ambeien dan faktor yang memicu terjadinya hemoroid diantaranya yaitu :
  1. Berada dalam posisi duduk yang terlalu lama.
  2. Sering mengangkat beban yang berat.
  3. Faktor usia umur seseorang.
  4. Kehamilan.
  5. Sembelit / konstipasi / obstipasi yang menahun.
  6. Sering mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak cabe dan dan jenis rempah-rempah yang memicu melebarnya pembuluh darah.
  7. Usus besar yang tidak berfungsi dengan baik karena pemberian obat terutama dalam hal ini penggunaan pencahar secara berlebihan.
  8. Hubungan seks yang tidak lazim dan dilarang oleh agama.
  9. Penyakit yang membuat mengejan penderita.
Ada dua jenis macam penyakit wasir yang kita kenal, yaitu wasir luar dan wasir dalam. Pada wasir dalam, pembuluh darah ditutupi oleh selaput lendir yang basah di dalam anus. Pada taraf awal memang wasir tidak terlihat dari luar, namun jika sudah membesar akan menonjol keluar. Gejala tanda awal wasir dalam adalah keluarnya darah saat buang air besar.

Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya hemoroid ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal. Gejala tanda umum wasir luar adalah rasa sakit atau nyeri dikarenakan pembuluh darah yang pecah. Darah yang pecah tidak keluar namun berkumpul menjadi trombus (darah beku).

Ada beberapa stadium dan tingkatan penyakit hemoroid ini. Pembagian stadium hemoroid adalah sebagai berikut :
  • Stadium 1 : tanda wasir ini adalah berupa tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejalanya darah menetes setiap selesai buang air besar.
  • Stadium 2 : gejala ambien stadium ini tonjolan sudah keluar dengan ukuran sedang. Dengan gejala jika selesai buang air besar, tonjolan keluar namun akan masuk kembali saat penderita berdiri.
  • Stadium 3 : tanda hemoroid stadium 3 ini ukuran tonjolan sudah lebih besar. Gejalanya selesai buang air besar tonjolan keluar dan tidak akan masuk lagi kecuali didorong dengan tangan.
  • Stadium 4 : tanda gejala hemoroid pada tingkatan ini maka tonjolan sudah sebesar bola tenis. Tonjolan ini tidak dapat masuk kembali meski sudah didorong dan harus dioperasi. Pada wasir luar, kulit sudah menutupi pembuluh darah dan berada di luar anus hingga gampang terlihat.
Ada beberapa pencegahan hemoroid ini dan juga beberapa pengobatan ambeien yang bisa kita lakukan diantaranya yaitu :
  1. Banyak mengkonsumsi makanan berserat (pola makan sehat).
  2. Melakukan aktifitas olahraga secara teratur.
  3. Minum air yang cukup dan banyak.
  4. Jangan membiasakan diri menahan buang air besar (BAB) dan juga buang air kecil (BAK).
  5. Menghindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di wc / toilet.
  6. Duduk berendam pada air yang hangat akan mengurangi sakit dan gejala wasir.
  7. Menjalankan pola hidup sehat.
Pengobatan penyakit wasir ini bisa dilakukan dengan secara tradisional obat-obatan herbal atau pun juga bila pada tahap akhir jalan yang harus ditempuh adalah melalui tindakan pembedahan operasi hemoroid yang dilakukan oleh tim medis dokter. UKhusus dalam keperawatan nantinya akan dibahas tersendiri untuk askep hemoroid itu sendiri. Karena memang ada beberapa diagnosa keperawatan pada pasien klien dengan hemoroid yang membutuhkan intervensi khusus juga.

Rabu, 27 Maret 2013

Faktor Penyebab Penyakit Kanker

Penyakit kanker memang bermacam-macam. Diantaranya berbagai jenis macam kanker adalah kanker kanker payudara, kanker serviks. Kedua jenis kanker tersebut banyak menyerang kaum wanita. Macam dan jenis-jenis penyakit kanker lainnya adalah kanker hati, kanker prostat, kanker kulit, kanker paru-paru dan sebagainya. Untuk itulah kita bersama perlu mengetahui akan penyebab kanker itu sendiri.

Ada perbedaan antara tumor dan kanker. Perbedaan tumor dan kanker adalah bila tumor itu adalah merupakan jaringan abnormal yang biasanya muncul berupa benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh dan tidak begitu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tumor terbentuk dari daging yang berisi cairan dan lemak. Bisa tumbuh di beberapa bagian tubuh manusia, misalnya ketiak, payudara, otak, leher, dan sebagainya.

Sedangkan kanker adalah merupakan jenis tumor yang ganas. Hal ini terjadi karena adanya sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjdi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ tubuh.

Penyebab Kanker

Maka kita kenal dengan macam penyakit kanker yang telah disebut di atas. Berjalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya tersebut, maka sel-sel kanker akan membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis / metastase) ke seluruh tubuh dan bisa mengenai organ yang sehat pada mulanya.

Penyebab kanker yang sesungguhnya sebenarnya tidak diketahui penyebab pastinya. Karena antara satu dan lain halnya faktor penyebab kanker ini saling berkaitan. Namun dari hasil beberapa analisa penyebab penyakit kanker ini adalah maerupakan kumpulan dari berbagai faktor misalnya adalah faktor genetik (keturunan), faktor lingkungan, serta faktor pola makan.

Beberapa faktor resiko kanker dan juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker bisa berupa :
  1. Faktor Genetik (faktor Keturunan). Bila dalam sebuah lingkup keluarga mempunyai riwayat menderita kanker, maka anggota keluarga lainnya akan mempunyai faktor resiko penyakit kanker akan mudah terjadi dibandingkan dengan keluarga yang tanpa riwayat tumor ganas ini. Misalnya wanita atau saudara perempuan akan mempunyai resiko terkena kanker payudara meningkat 1,5-3 kali bila ada anggota keluarga atau pun saudaranya mengidap penyakit kanker payudara juga dibandingkan dengan yang tidak mempunyai riwayat keluarga.
  2. Faktor Lingkungan. Dalam berbagai kasus penyakit, faktor lingkungan ini berperan serta banyak dalam timbulnya suatu penyakit. Sama halnya dengan hal yang bisa menyebabkan penyakit kanker ini. Lingkungan dan kebiasaan buruk bagi kesehatan contohnya adalah merokok akan bisa meningkatkan resiko terkena penyakit kanker yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Seperti halnya kanker paru-paru, kanker mulut. Itu semua karena bahan racun yang terkandung dalam sebuah rokok amat buruk untuk kesehatan seseorang. Faktor lingkungan yang bisa meningkatkan faktor resiko kanker lainnya adalah sinar ultraviolet matahari serta radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom hingga menjangkau jarak sangat jauh. (http://www.dharmais.co.id)
  3. Pola Makan Yang Tidak Sehat. Makanan bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Khususnya adalah makanan yang menggunakan berbabagi macam bahan-bahan kimia yang seharusnya bukan untuk bahan makanan. Hal ini seperi kita banyak saksikan bahwa tidak sedikit produk makanan juga yang dicampur dengan bahan kimia industri rumah tangga atau lainnya dengan tujuan tertentu. Kebanyakan akan bisa menimbulkan kanker yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Untuk itulah kita sebagai orang tua perlu untuk memilih jajanan sehat bagi anak-anak kita juga.
  4. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat. Ini sama dengan adanya perilaku hidup yang tidak sehat seperti halnya merokok, mengkonsumsi minum-minuman keras (beralkohol). Perilaku seks bebas juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker serviks
  5. Faktor Mental Seseorang. Bahasa mudahnya adalah faktor kejiwaan seseorang. Stressor dalam hal ini terutama stress yang berat akan bisa menyebabkan adanya ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel akan menjadi lebih hiperaktif dan pada akhirnya akan bisa berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker. Untuk itulah kita juga perlu mengetahui akan tips menghilangkan stress.
  6. Gangguan Keseimbangan Hormon Tubuh. Hormon tubuh di sini adalah lebih banyak pada hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron akan bisa menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim (pada kaum wanita) dan ini juga meri[akan jenis kanker yang banyak menyerang wanita perempuan dan kanker prostat dan buah zakar pada kaum pria.
Semoga dengan kita mengenali akan berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker ini kita jadi lebih waspada dalam menjaga kesehatan kita dan tentunya kita harus bisa menerapkan akan pola hidup sehat dan juga pola makan yang sehat dalam menjalani kehidupan keseharian kita.

Selasa, 05 Februari 2013

Penyakit HIV AIDS

Ketika pertama kali mendengar istilah HIV AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan akan penyakit ini. Penyakit HIV adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penyakit HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus. Segala penyakit yang disebabkan virus ataupun infeksi seringkali berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Pada jenis penyakit virus biasa, dengan daya tahan yang lemah virus akan lebih mudah menyerang. Tetapi bila daya tahan tubuh kita bagus, maka akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan terhadap tubuh.

Penyakit HIV AIDS, Tanda gejala HIV,Pengobatan HIV AIDS

Tidak demikian dengan HIV AIDS ini. Justru HIV ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga bila telah berjangkit pada seseorang maka daya tahan tubuh seseorang dari hari ke hari akan semakin menurun. Sehingga efek dari virus penyebab HIV ini seseorang akan mudah terkena infeksi. Bila tidak terdeteksi dari awal, justru penyakit HIV ini akan dikenali dan bisa dideteksi bila seseorang mudah terkena infeksi tambahan.

Jika HIV ini tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan HIV yang tepat dalam kurun waktu kurang lebih selama 5-10 tahun akan bisa berkembang menjadi penyakit AIDS. AIDS ini adalah kependekan kata dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pengobatan AIDS yang digunakan selama ini adalah menggunakan obat-obatan antiretroviral. Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Berikut beberapa tanda gejala HIV AIDS yang perlu kita waspadai :
  1. Penurunan Berat Badan Dengan Cepat. Penurunan berat badan ini biasanya tanpa ada sebab yang jelas. Hal ini karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangan selera makannya. Walaupun makan dengan banyak kalori, karbohidrat, bergizi tetapi berat badan akan tetap menurun.
  2. Diare Yang Tak Kunjung Sembuh. Bila kita menjumpai seseorang yang mengalami diare berkepanjangan dan telah mendapatkan berbagai macam pemberian obat atau pun antibiotik belum juga sembuh, maka hal ini patut kita curigai dan waspadai bahwasannya seseorang tersebut tengah menderita salah satu gejala HIV. Apalagi bila faktor resiko banyak terdapat pada seseorang tersebut.
  3. Demam dan flu yang tidak kunjung sembuh. Seseorang tersebut akan mengalami demam yang berkelanjutan dan hilang timbul dan biasanya demam mencapai lebih dari 39 derajat celcius dan tak sembuh setelah kita berikan beberapa jenis obat antipiretika (penurun panas).
  4. Cepat Merasa Lelah. Karena jenis virus menyerang sistem kekebalan tubuh maka penderita HIV AIDS ini akan cepat merasakan lelah walaupun dalam aktifitas yang tak terlalu banyak.
Hanya saja tanda ciri di atas bila terdapat pada diri seseorang kita juga tak boleh langsung memvonis bahwa seseorang tersebut mengidap penyakit AIDS, harus ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa membuktikan kebenaran akan diagnosa penyakit yang satu ini.

Ada beberapa cara penularan penyakit ini. Cara penularan AIDS HIV bisa melalui perantara sebagai berikut :
  1. Seks bebas dengan penderita yang positif mengidap HIV. Maka bagi para pelaku seks bebas biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi yaitu kondom. Maka ketika menteri kesehatan baru Indonesia yang dilantik menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih pada tanggal 14 Juni 2012 lalu ketika mengkampanyekan pemakaian kondom ini menuai kontroversial. Karena banyak juga masyarakat yang menilai bahwa kampanye pemakai kondom kontroversial tersebut akan bisa membuat persepsi bahwa hal tersebut menghalalkan akan adanya seks bebas pula.
  2. Mendapatkan transfusi darah yang tercemar akan virus HIV.
  3. Penggunaan jarum suntik yang bergantian, penggunaan jarum tindik atau pun pembuatan tatto yang telah tercemar virus HIV. Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini.
  4. Penularan dari ibu hamil yang positif HIV AIDS kepada janin yang dikandungnya. Sehingga bila bayi tersebut lahir maka sang bayi akan bisa mengidap pula penyakit yang serupa.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mencegah penyakit HIV AIDS ini. Langkah-langkah pencegahan HIV AIDS yang bisa dilakukan adalah dengan cara :
  • Setia terhadap pasangan kita (pasangan suami istri). Jangan sampai kita melakukan seks bebas. Karena selain hal tersebut dilarang agama dan termasuk perbuatan dosa besar, dampak negatif dari seks bebas salah satunya adalah penyebaran penyakit ini yang dari tahun ke tahun jumlah penderitanya semakin meningkat. Fenomena gunung es juga menggambarkan bahwa banyak penderita AIDS yang tidak terdeteksi.
  • Bagi para tenaga kesehatan yang berhubungan erat dengan pasien, maka kewaspadaan ekstra harus tetap dilakukan. Karena penularan penyakit HIV AIDS adalah melalui perantara produk darah dan cairan tubuh, maka harus dilakukan dengan cara Kewaspadaan Universal (Universal Precaution). Kewaspadaan Universal adalah panduan mengenai pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Bisa dilakukan dengan cara hand hygiene, melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi, cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam dengan benar.
Pengobatan serta perawatan penyakit ini dilakukan dengan berbagai tahapan dan juga sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat antiretroviral.

Jumat, 25 Januari 2013

Penyakit Thalasemia

Thalasemia adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang darah yang berupa kelainan khususnya sel darah merah. Penyakit Thalasemia adalah juga merupakan salah satu penyakit yang bisa diturunkan oleh orang tua kepada anaknya.

Pengertian thalasemia secara medis adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (normalnya 120 hari). Hal ini diakibatkan karena ketidakseimbangan pembuatan dan produksi salah satu dari ke 4 rantai asam amino yang berfungsi membentuk hemoglobin (HB). Demikian sedikit definisi dari penyakit ini.

Tanda ciri thalasemia, penyebab pengobatan thalasemia,penyakit thalasemia

Penyebab thalasemia seperti yang dikutip dari medicastore.com adalah adanya ketidakseimbangan dalam rantai protein globin alfa dan beta, yang diperlukan dalam pembentukan HB, karena sebuah gen cacat yang diturunkan. Untuk menderita penyakit ini, seseorang harus memiliki 2 gen dari kedua orang tuanya. Jika hanya 1 gen yang diturunkan, maka orang tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala thalasemia ini.

Jenis thalasemia ini terbagi menjadi 2 yaitu Thalasemia Mayor dan Thalasemia Minor. Yang dimaksud dengan thalasemia mayor adalah penyakit dengan tanda gejala terlihat jelasnya adalah penurunan akan kadar HB dalam darah sehingga menyebabkan penderitanya mengalami anemia. Dampaknya dalam darah ini maka sel darah merah (eritrosit) cepat rusak dan umur eritrosit lebih pendek.

Jenis ini akan terlihat normal ketika lahir. Tetapi setelah berumur - 3 sampai dengan 18 bulan akan mulai terlihat tanda gejala anemia. Akan muncul pula ciri khas thalasemia ini yaitu facies cooley (batang hidung masuk ke dalam dan tulang pipi menonjol akibat sumsum tulang yang bekerja terlalu keras untuk mengatasi kekurangan hemoglobin).

Thalasemia Minor maksudnya adalah bahwa seseorang tersebut membawa gen penyakit ini, dan seseorang tersebut bisa hidup normal. Akan menjadi masalah bila orang dengan thalasemia minor ini menikah dengan orang yang mempunyai penyakit sama. Karena dari pernikahan tersebut akan lahir seorang anak dengan thalasemia mayor sebesar 25%. Untuk itulah pentingnya juga kita melakukan screening pra nikah, nasehat perkawinan dalam bidang kesehatan untuk mencegah penyakit-penyakit yang diturunkan orang tua kepada anak-anaknya kelak. Ini juga termasuk cara pencegahan thalasemia pula.

Tanda gejala thalasemia dapat pula kita kenali. Karena erat hubungannya dengan penurunan produksi HB maka gejalanya akan terlihat seperti halnya : anemia (kurang darah), pembesaran limpa, pertumbuhan anak thalasemia akan lambat dan juga masa pubertas juga akan berjalan lebih lambat.

Pengobatan Thalasemia menurut Dr.dr. Moedrik Tamam, SpA(K) sampai saat ini masih belum ditemukan metoda yang permanen dalam hal pengobatan serta penanganan penyakit ini. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan transfusi darah.

Perhatian pemerintah terhadap penanganan thalasemia ini diwujudkan dengan SK Menkes 2011 yang menggratiskan biaya pemeriksaan kadar feretin penderita penyakit thalasemia anak ini akan sangat membantu pasien-pasien. Karena bahaya paling besar dari penyakit ini adalah penumpukan zat besi dalam darah yang bila ini kadarnya tinggi dan meningkat maka akan menyebabkan komplikasi thalasemia yang bisa berujung pada kematian pasien.

Selain pengobatan dan pencegahan penyakit thalasemia ini dalam langkah-langkah medis, adalah pemberian semangat dan motivasi. Misalnya dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu penyakit apapun yang tidak ada obatnya. Hal ini akan bisa membantu para penderita penyakit ini untuk tidak berpikiran bahwa dia tidak memiliki hak hidup seperti orang lain setelah mendapatkan dirinya divonis menderita penyakit ini. Juga dengan perkembangan teknologi kedokteran dewasa ini serta pemberian obat-obatan akan bisa mengurangi terjadinya infeksi, sehingga penderita thalasemia bisa mencapai kehidupan yang lebih panjang.

Selasa, 01 Januari 2013

Tanda Gejala Penyakit Asma

Penyakit asma ini dikenal dalam masyarakat awam dengan istilah bengek. Bengek ini adalah suara khas penderita asma ketika sedang kambuh atau disebut pula dengan mengi. Kita harus berhati-hati dan waspada bila ada anggota keluarga kita yang menderita penyakit asma ini karena datangnya juga tiba-tiba bila sedang kambuh dan serangan asma ini bisa berulang terjadi.

Pada dasarnya asma ini adalah peradangan kronik saluran nafas, sehingga bukan hanya penyempitan saluran nafasnya saja. Demikian yang diutarakan oleh Dr.Priyadi Wijayarko Sp.P staf dokter mitra spesialis Paru RS Telogorejo Semarang. Peradangan kronik ini akan menyebabkan saluran nafas menjadi hipersensitif. Saluran nafas akan mudah mengkerut jika terkena rangsangan baik itu rangsangan berupa cuaca atau sesuatu yang sensitif.

gejala penyebab penyakit asma

Biasanya peradangan ini menyebabkan dinding saluran nafas menjadi tebal. Dinding yang tebal ini menjadikan diameter saluran nafas mengecil. Selain itu juga akan juga menyebabkan produksi dahak atau lendir bertambah banyak sehingga akan menjadikan saluran nafas kian mengecil.

Gejala Asma bisa kita kenali dengan tanda awalnya adanya keluhan batuk, rasa berat dirasakan di dada, rasa seperti tertekan dan kemudian hal ini akan berlanjut yang menyebabkan seseorang itu akan menjadi sesak nafas. Tanda gejala penyakit asma yang paling ringan adalah batuk dan seringkali terjadi ada waktu malam hari sampai dengan menjelang pagi. Pencetus batuk pada asma oleh karena zat-zat tertentu apakah lewat makanan atau kontak makanan atau pun kontak hidup.

Penyebab penyakit asma bisa dikarenakan faktor keluarga (keturunan). Hal ini bisa kita ketahui tatkala kita anamnese pasien asma kita tanyakan apakah ada adik atau kakak, orangtua, atau kakek neneknya yang punya penyakit yang sama. Namun bisa juga bagi anak yang lahir dengan berat badan rendah, bayi sering batuk pilek menjadi salah satu gejala tanda asma. Bisa juga karena tidak kuat dengan polusi seperti halnya bila sang ayah merokok di rumah. Jadi asma adalah multi faktor, tidak selalu keturunan, tetapi ada hal-hal yang memudahkan terjadinya asma ini. Asma pada anak juga banyak terjadi pula di sekeliling kita.

Pengobatan asma yang dianjurkan adalah dengan tehnik cara pemberian obat secara inhalasi. Hal ini karena dengan pengobatan dengan obat inhalasi ini bekerja langsung di target organ yang sakit tersebut. Pilihan obat inhalasi untuk penderita asma ini jika digunakan dalam jangka waktu lama relatif aman. Karena dosis yang diberikannya pula sangat rendah. Tentunya hal ini pula harus atas anjuran dokter dan tim medis pula.

Pada penyakit apapun jika kita lebih dini mengetahuinya tanda serta gejalanya maka pengobatan akan menjadi lebih mudah. Jika pengobatan tidak kuat maka kambuhnya penyakit asma akan sering terjadi. Sehingga mengenali asma perlu pula kita ketahui bersama.

Senin, 26 November 2012

Penyakit TBC (Tuberkulosis)

Penyakit TBC (Tuberkulosis) Salah satu dari berbagai macam jenis penyakit yang adalah penyakit TBC ini. Dan termasuk dalam penyakit yang menyerang organ pernafasan. Pada beberapa jenis penyakit paru yang pernah diposting di sini diantaranya yaitu penyakit asma bronkial dan juga penyakit bronkopnemonia.

Penyakit Tuberculosis seringkali disebut pula dengan flek paru-paru. Dan ada juga TBC anak atau flek paru anak. Pengertian penyakit TBC ini adalah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium Tuberkulosa, bakteri ini menyerang siapa saja baik itu pria / laki-laki maupun wanita tanpa memandang usia. Dan seringkali pula penyakit TBC sering menyerang pada usia yang masih produktif rata-rata berkisar umur 15-35 tahun. Dan untuk itulah mengetahui bagaimana pengobatan TBC yang benar juga.

Flek pada paru-paru yang tidak segera ditangani dan juga segera diobati akan bisa membuat rusaknya organ pernafasan penderitanya. Pemeriksaan yang wajib dilakukan salah satunya untuk mendeteksi flek paru-paru adalah dengan melakukan foto rontgen (X-Ray dada). Dari hasil pemeriksaan foto rontgen ini akan bisa memperlihatkam bagian paru-paru mana yang sehat dan juga bagian mana paru-paru yang tidak sehat dan terkena TBC. Untuk itulah dibutuhkan pengobatan penyakit TBC yang benar dan juga tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Ciri khas penyakit TBC dalam gambaran X-Ray / rontgen akan terlihat flek berwarna putih melingkar seperti bercak-bercak. Sama seperti noda yang membekas pada pakaian. Jika paru-parunya bersih, maka orang tersebut memiliki paru-paru yang sehat. Pemeriksaan lainya yang mendukung penegakan diagnosa tuberculosis adalah dengan pemeriksaan sputum BTA. Uji laboratorium dengan pemeriksaan dahak batuk penderita.

Penyakit TBC dan tanda gejala TBC

Dari hasil pemeriksaan dahak tersebut akan diuji di laboratorium apakah dahak dari batuk penderita apakah ada kuman TBC nya atau tidak. Maka jika dalam pemeriksaan sputum BTA nya ditemukan adanya kuman TBC maka gambaran X-Ray rontgen paru-paru akan ada bercak nodanya yang bisa terlihat.

Tanda gejala TBC bisa kita kenali dari para penderita flek paru-paru ini. Hal yang mudah kita kenali adalah adanya perubahan dalam pernafasan atau pun nyeri dada. Gejala TBC diantaranya yaitu : dyspnea (sesak nafas), takipnoe (nafas cepat), hypopnea (pernafasan dangkal), hyperpnoe (pernafasan dalam), dan bahkan apnea (tidak ada pernafasan). Demikian tanda ciri TBC secara khusus.

Ada juga beberapa gejala umum TBC yang dapat pula kita kenali. Ciri tanda gejala umum tuberkulosis diantaranya yaitu :
  1. Turunnya berat badan dan kurang nafsu makan. Nafsu makan seorang penderita akan mulai menurun dan mengakibatkan berat badannya menurun. Di leher bagian samping muncul kelenjar getah bening.
  2. Batuk-batuk lebih dari 3 minggu dan kadang-kadang juga disertai dengan batuk darah.
  3. Sering mengalami demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama.
  4. Keringat pada malam hari.
Tanda bersin-bersin terus seperti halnya pilek, batuk yang berkepanjangan disertai dahak bila tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat penyakit ini akan mengakibatkan paru-parunya rusak. Lebih parahnya lagi hal ini bisa juga sampai menyerang selaput otak penderita. Pengobatan TBC yang harus dijalani penderita harus secara rutin agar bisa sembuh secara total. Namun bercak atau bekas flek di paru-paru tak bisa dihilangkan. Perawatan penyakit TBC juga perlu dilakukan dengan benar dan mendapat pengawasan dari keluarga ketika meminum obat TBC agar tidak lupa dalam mengkonsumsi obat TBC nya.

Bercak bekas flek paru-paru / penyakit TB tidak hilang karena yang mati adalah kuman dari TBC itu sendiri. Gejala TBC dan TBC anak juga akan bisa menjadi serius atau bisa mengancam jiwa. Jika ada diantara sahabat merasakan tanda-tanda seperti halnya mudah berkeringat, sulit bernafas, dada terasa sangat nyeri, denyut jantung keras, demam yang tinggi, sering pingsan, maka segeralah mengecek diri dan melakukan check up sebelum semuanya bisa menjadi terlambat.

Pencegahan TBC Paru dapat juga kita lakukan. beberapa langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa kita lakukan diantaranya yaitu :
  1. Tidak meludah disembarang tempat, usahakan meludah ditempat yang terkena sinar matahari atau ditempat sampah.
  2. Ketika ada seseorang ingin batuk atau bersin sebaiknya anda menutup mulut untuk menjaga terjadinya penularan penyakit.
  3. Sering-seringlah berolahraga supaya tubuh kita selalu sehat. Dengan berolahraga dan menjaga kesehatan maka sistem imun senantiasa terjaga dan kuat
  4. Lakukan imunisasi terhadap bayi untuk mencegah penyakit TBC. Karena flek anak-anak angka kejadiannya pun cukup tinggi.

Senin, 29 Oktober 2012

Penyakit Stroke

Penyakit Stroke - Salah satu lagi jenis penyakit selain penyakit jantung dan juga pembuluh darah yang erat hubungannya dengan darah salah satunya adalah Penyakit Stroke ini. Pada kesempatan kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share mengenai penyakit stroke serta juga tanda gejala stroke yang bisa kita kenali sejak dini. Karena bila penyakit stroke ini bisa dikenali sejak dini maka pengobatan serta perawatan dari stroke ini yang cepat pula akan bisa membantu mempercepat pemulihan berbagai akibat yang tidak diinginkan dari stroke ini. Karena erat kaitannya dengan persyarafan yang terkena dampak pada tiap bagian tubuh dan organ yang terkena ini.

Stroke adalah penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan neurologis. Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah. Itu adalah pengertian definisi penyakit stroke yang bisa diambil kesimpulan dari hal di atas.

Penyakit Stroke

Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis).

Ada beberapa jenis macam stroke yang bisa kita klasifikasikan yaitu stroke iskemik dan juga stroke hemoragik. Bagaimana kita membedakan akan jenis-jenis stroke ini. Pembagian jenis stroke ini adalah :
  • Stroke Iskemik (stroke non hemoragik) ini adalah akibat dari tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke yang terjadi adalah stroke iskemik. Stroke iskemik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : Stroke Trombotik yaitu proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan. Stroke Embolik yaitu tertutupnya pembuluh darah arteri oleh bekuan darah. Hipoperfusion Sistemik yaitu berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
  • Stroke Hemoragik. Yang dimaksud dengan stroke hemoragik ini adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemoragik ada 2 jenis yaitu Hemoragik Intraserebral dan ini adalah pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. Dan satunya lagi adalah Hemoragik Subaraknoid dan ini adalah pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak)
Lalu apa yang menjadi faktor resiko stroke ini dan bisa menimpa siapa saja stroke ini. Ada beberapa faktor resiko terjadinya penyakit stroke ini dan diantaranya yaitu :
  1. Faktor Usia. Angka kejadian stroke ini meningkat pada orang yang berumur di atas 55 tahun. Walaupun kejadian stroke bisa menimpa pada umur di bawah 45 tahun.
  2. Penyakit Hipertensi. Hubungan antara hipertensi dan stroke erat karena tingginya tekanan darah pada seseorang bisa meningkatkan resiko dengan terjadinya stroke.
  3. Jenis kelamin. Angka kejadian stroke ini pada jenis kelamin pria 19 % lebih tinggi daripada jenis kelamin wanita.
  4. TIA (Transient Ischemic Attack). Pada 60 % kasus stroke dengan iskemik didahului dengan TIA. Seiring dengan makin seringnya terjadi TIA ini, makin besar resiko terjadinya stroke.
  5. Penyakit kardiovaskular ( penyakit arteri koronaria, gagal jantung kongestif, hipertrofi ventrikel kiri, fibrilasi atrium)
  6. Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi dalam darahnya adalah salah satu juga resiko meningkatnya kejadian stroke ini.
  7. Obesitas (kegemukan). Hal ini juga berhubungan dengan adanya dan tingginya kolesterol jahat pada seseorang.
  8. Kadar hematokrit darah yang tinggi. Hal ini karena darah akan cepat mengental sehingga aliran darah menjadi lambat sehingga menimbulkan endapan dan endapan ini yang akan menjadi resiko terjadinya stroke bila terjadi pada pembuluh darah otak.
  9. Penyakit Diabetes Mellitus. Pada penderita dengan diabetes melitus ini akan bisa terjadi Hiperglikemia dan dengan terjadinya hiperglikemia ini maka darahnya akan kental dan akan menjadi endapan pada pembuluh darah (thrombus) dan dengan ini bisa menimbulkan stroke.
  10. Merokok. Kebiasaan buruk merokok ini sama dengan patofisiologi stroke karena adanya pengendapan darah (arteriosklerosis) yang bisa menyebabkan stroke.
Tanda-tanda stroke bisa juga kita kenali seperti yang diungkapkan dia atas. Tanda ciri penyekait stroke sangat berhubungan dengan fungsi persyarafan yang ada dalam tubuh kita. Paling sering adalah kelemahan dan juga kelumpuhan organ tubuh kita. Tanda gejala stroke adalah diantaranya sebagai berikut :
  1. Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiparese atau hemiplegia)
  2. Lumpuh pada salah satu sisi wajah atau disebut dengan istilah "Bell’s Palsy"
  3. Tonus otot lemah atau kaku
  4. Menurun atau hilangnya rasa
  5. Gangguan lapang pandang “ Homonimus Hemianopsia”
  6. Gangguan bahasa (disatria : kesulitan dalam membentuk kata ; afhasia atau disfasia : bicara defeksif / kehilangan bicara )
  7. Gangguan persepsi
  8. Gangguan status mental
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan oleh Yayasan Stroke Indonesia, masalah stroke semakin penting dan mendesak karena kini jumlah penderita stroke di Indonesia terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia. Jumlah yang disebabkan oleh stroke menduduki urutan kedua pada usia diatas 60 tahun dan urutan kelima pada usia 15-59 tahun. Stroke merupakan penyebab kecacatan serius menetap no 1 di seluruh dunia.

Pada tanggal 29 Oktober diperingati sebagai hari stroke dunia, saat ini diingatkan bahwa 1 dari 6 orang menderita stroke dan hampir setiap 6 detik seseorang meninggal karena stroke. Organisasi Stroke Dunia mencatat hampir 85% orang yang mempunyai faktor resiko dapat terhindar dari stroke bila menyadari dan mengatasi faktor resiko tersebut sejak dini. Bila sahabat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pencegahan penyakit stroke sahabat bisa membacanya dalam artikel saya mengenai pencegahan stroke

Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai penyakit stroke dan juga penyebab stroke serta gejala tanda stroke yang bisa kita kenali dan pada postingan selanjutnya akan dibahas mengenai askep stroke karena memang blog keperawatan ini salah satu ciri khasnya adalah membahas mengenai asuhan keperawatan. Dan semoga apa yang barusan disajikan bisa memberikan manfaat dan berguna bagi kita semua.

Selasa, 07 Agustus 2012

Penyakit Osteoartritis

Penyakit Osteoartritis - Penyakit radang sendi ini memang seringkali menghinggapi diri kita terutama pada umur 55 tahun ke atas. Gejala yang seringkali dirasakan para pasien yang menderita penyakit osteoartritis ini adalah nyeri pada sendi terutama bila beraktifitas dan dirasakan berkurang bila istirahat. Namun pada kasus yang berat, nyeri dapat dirasakan walaupun saat beristirahat. Terdapat kekakuan pada sendi terutama pada saat tidak beraktifitas dan menghilang setengah jam setelah beraktifitas. Biasanya juga disertai bengkak pada sendi (effusion) dan crepitus atau bunyi pada persendian.

Osteoarthritis adalah tipe dari arthritis yang disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan akhirnya kehilangan tulang muda (cartilage) dari satu atau lebih sendi-sendi. Cartilage adalah senyawa protein yang melayani sebagai -bantal- antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Osteoarthritis juga dikenal sebagai degenerative arthritis. Diantara lebih dari 100 tipe-tipe yang berbeda dari kondisi-kondisi arthritis, osteoarthritis adalah yang paling umum, mempengaruhi lebih dari 20 juta orang-orang di Amerika.

penyakit osteoartritis, Blog Keperawatan

Penyakit osteoarthritis terjadi lebih sering ketika usia bertambah. Sebelum umur 45 tahun, osteoarthritis terjadi lebih sering pada pria-pria. Setelah umur 55 tahun, ia terjadi lebih sering pada wanita-wanita. Di Amerika, semua ras nampaknya sama dipengaruhi. Kejadian yang lebih tinggi dari osteoarthritis ada pada populasi Jepang, sementara orang-orang hitam Afrika Selatan, East Indians, dan China Selatan mempunyai angka-angka yang lebih rendah.

Penyakit osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang bersifat kronis dan progresif ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi (cartilage) dan pertumbuhan tulang baru (osteofit). Ada dua jenis osteoarthritis, yang pertama adalah idiopathic osteoarthritis, osteoarthritis di mana pada type ini penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan yang kedua adalah secondary osteoarthritis, osteoarthritis type ini penyebabnya diketahui dan dapat disebabkan oleh trauma, penyakit metabolic, infeksi dan peradangan. Dalam Hal ini seseorang yang seringkali mengeluh sendi lutut terasa nyeri, kaku dan bengkak sehingga seringkali menyebabkan gerak sendi terbatas.

Faktor Resiko Osteoartritis diantaranya yaitu :
  1. Umur. Usia lanjut merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya osteoarthritis. Penyakit ini jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun, tetapi 80% mengenai penderita dengan umur di atas 55 tahun.
  2. Jenis Kelamin. Pada jenis kelamin wanita ini mempunyai resiko dua kali dibanding pria untuk menderita osteoarthritis.
  3. Obesitas. Seseorang dengan obesitas berisiko tinggi untuk menderita osteoarthritis. Dengan mengurangi berat badan maka akan mengurangi resiko terjadinya osteoarthritis.
  4. Patah tulang. Patah tulang yang mengenai permukaan sendi sehingga dapat mengakibatkan terjadinya permukaan sendi yang tidak rata sehingga memicu terjadinya osteoarthritis di kemudian hari.
Gambaran mengenai oateoartritis ini bisa dilihat dari rontgen. Dari hasil pemeriksaan radiologi osteoartritis ini dilihat adalah adanya penyempitan celah sendi, sclerosis subchondral, pembentukan kista pada tulang yang terkena dan pembentukan ostefit. Dengan menggunakan arthroscopy, yaitu suatu teropong kecil yang demasukkan ke dalam sendi untuk melihat keadaan dalam sendi tersebut, dapat dilihat keadaan cartilago sendi jauh sebelum kerusakannya dapat terlihat pada film Rontgen.

Pada penderita penyakit osteoartritis pada yang mengalami obesitas penangannya juga dengan cara harus dapat menurunkan berat badannya. Obesitas akan menyebabkan beban yang berlebihan pada sendi terutama sendi panggul dan lutut. Penanganan lain ialah dengan fisioterapi osteoartritis dimana akan dilatih untuk menguatkan otot di sekitar sendi sehingga tekanan yang diterima sendi tersebut juga akan berkurang.

Demikian yang sedikit mengenai penyakit osteoartritis dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat

Sabtu, 14 Juli 2012

Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal adalah salah satu penyakit ginjal yang belakangan ini traffiknya angka kejadiannya semakin meningkat. Hal ini bisa terlihat dalam bertambahnya jumlah pasien penyakit gagal ginjal kronis di ruang perawatan di berbagai rumah sakit. Dan juga kita bisa melihat pada tempat pelayanan cuci darah (hemodialisa) yang banyak juga.

Gagal ginjal adalah merupakan penyakit yang menyerang organ penting dalam tubuh kita yaitu ginjal. Padahal fungsi ginjal ini untuk tubuh adalah banyak. Bila fungi ginjal ini menurun karena adanya gagal ginjal kronik maka tentunya fungsi tubuh juga menurun. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan sharing sedikit mengenai penyakit gagal ginjal terutama adalah gagal ginjal kronis.

Berikut beberapa pengertian gagal ginjal kronis menurut beberapa literatur dan diantaranya yaitu :
  1. Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. (Smeltzer & Bare, 2001)
  2. Gagal ginjal kronik adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut, hal ini terjadi bila laju filtrasi glomerular kurang dari 50 mL/min. (Suyono, et al, 2001)

gagal ginjal kronik, penyakit gagal ginjal

Demikian tadi adalah beberapa pengertian serta definisi penyakit gagal ginjal kronis. Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan gagal ginjal maka berikutnya adalah mengenai patofisiologi gagal ginjal dan terutama patofisiologi gagal ginjal kronik.

Gagal ginjal kronis selalu berkaitan dengan penurunan progresif GFR. Stadium gagal ginjal kronis didasarkan pada tingkat GFR ( Glomerularus Filtration Rate ) yang tersisa dan mencakup dari :
  1. Penurunan cadangan ginjal. Yang terjadi bila GFR turun 50% dari normal (penurunan fungsi ginjal), tetapi tidak ada akumulasi sisa metabolik. Nefron yang sehat mengkompensasi nefron yang sudah rusak, dan penurunan kemampuan mengkonsentrasi urin, menyebabkan nocturia dan poliuri. Pemeriksaan CCT 24 jam diperlukan untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal.
  2. Insufisiensi ginjal. Terjadi apabila GFR turun menjadi 20 – 35% dari normal. Nefron-nefron yang tersisa sangat rentan mengalami kerusakan sendiri karena beratnya beban yang diterima. Mulai terjadi akumulai sisa metabolik dalam darah karena nefron yang sehat tidak mampu lagi mengkompensasi. Penurunan respon terhadap diuretic, menyebabkan oliguri, edema. Derajat insufisiensi dibagi menjadi ringan, sedang dan berat, tergantung dari GFR, sehingga perlu pengobatan medis
  3. Gagal ginjal yang terjadi apabila GFR kurang dari 20% normal.
  4. Penyakit gagal ginjal stadium akhir. Terjadi bila GFR menjadi kurang dari 5% dari normal. Hanya sedikit nefron fungsional yang tersisa. Di seluruh ginjal ditemukan jaringan parut dan atrofi tubuluS. Akumulasi sisa metabolik dalam jumlah banyak seperti ureum dan kreatinin dalam darah. Ginjal sudah tidak mampu mempertahankan homeostatis dan pengobatannya dengan dialisa atau penggantian ginjal.(Corwin, 1994)
Beberapa hal dapat menimbulkan penyakit gagal ginjal kronik ini. Penyebab gagal ginjal juga bermacam-macam. Berikut penyebab gagal ginjal kronik yaitu :
  1. Infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis)
  2. Penyakit peradangan (glomerulonefritis)
  3. Penyakit vaskuler hipertensif (nefrosklerosis, stenosis arteri renalis)
  4. Gangguan jaringan penyambung (SLE, poliarteritis nodusa, sklerosis sitemik)
  5. Penyakit kongenital dan herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal)
  6. Penyakit metabolik (DM, gout, hiperparatiroidisme)
  7. Nefropati toksik
  8. Nefropati obstruktif (batu saluran kemih). (Price & Wilson, 1994)
Dalam menegakkan diagnosa gagal ginjal kronis ini kita juga memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang. Berikut beberapa pemeriksaan penunjang dalam rangka menegakkan diagnosa penyakit gagal ginjal kronik yaitu :
  1. Pemeriksaan Laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini meliputi pemeriksaan laboratorium darah dan juga laboratorium urine. Pada pemeriksaan laboratorium darah yang kita perksa antara lain : BUN, Kreatinin, elektrolit (Na, K, Ca, Phospat), Hematologi (Hb, trombosit, Ht, Leukosit), protein, antibody (kehilangan protein dan immunoglobulin). Sedangkan pada pemeriksaan urine yang kita periksa antara lain yaitu : Warna, PH, BJ, kekeruhan, volume, glukosa, protein, sedimen, SDM, keton, SDP, TKK/CCT
  2. Pemeriksaan EKG. Pemeriksaan EKG ini digunakan dalam rangka melihat gambaran mengenai hipertropi ventrikel kiri, tanda perikarditis, aritmia, dan gangguan elektrolit (hiperkalemi, hipokalsemia)
  3. Pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG ini dilakukan untuk dapat menilai besar dan bentuk ginjal, tebal korteks ginjal, kepadatan parenkim ginjal, anatomi system pelviokalises, ureter proksimal, kandung kemih serta prostate.
  4. Pemeriksaan Radiologi. Pemeriksaan radiologi yang digunakan untuk menegakkan diagnosa gagal ginjal kronik ada beberapa macam. Macam pemeriksaannya yaitu : Renogram, Intravenous Pyelography, Retrograde Pyelography, Renal Aretriografi dan Venografi, CT Scan, MRI, Renal Biopsi, pemeriksaan rontgen dada, pemeriksaan rontgen tulang, foto polos abdomen.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai pengenalan akan penyakit gagal ginjal kronik dan semoga bisa berguna serta dapat bermanfaat.

Jumat, 06 Juli 2012

Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis. Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang menyerang salah satu organ penting dalam tubuh kita yaitu organ hati. Penyakit Hepatitis atau penyakit kuning adalah segala hal bentuk peradangan yang menyerang organ tubuh yang disebut dengan hati ataupun liver. Demikian kurang lebih dari pengertian penyakit hepatitis. Nah kali ini Blog Keperawatan akan sedikit berbagi mengenai penyakit hepatitis dan semoga bisa berguna serta dapat bermanfaat.

Penyakit Hepatitis yang seringkali kita kenal sendiri terbagi dan dikategorikan dengan Hepatitis A,B, dan C. Beberapa penyebab hepatitis dan serta pemicu timbulnya penyakit hepatitis adalah sebagai berikut :
  1. Virus ( Virus ini dikenal dengan virus hepatitis A,Virus Hepatitis B,virus Hepatitis C).
  2. Efek samping konsumsi obat-obatan.
  3. Gangguan metabolisme.
  4. Penyakit autoimun.
  5. Konsumsi alkohol secara berlebihan.
  6. Hingga faktor lemak yang berlebihan (obesitas)
Penyakit

Seperti yang telah di singgung di atas mengenai pembagian penyakit hepatitis atau di masyarakat umum lebig dikenal dengan penyakit kuning, maka berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis penyakit hepatitis tersebut :
  1. Hepatitis A. Di Indonesia negara tercinta kita ini, penyakit hepatitis A merupakan hepatitis yang masih sering mewabah dan umumnya terjadi di daerah yang kurang terjaga higienitas dan juga sanitasinya. Hepatitis A ini menular melalui makanan dan minuman yang tercemar kotoran penderita Hepatitis A. Selain itu, seseorang juga beresiko terkena penyakit hepatitis A jika ia memiliki kebiasaan jajan makanan dan minuman di sembarang tempat. Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran /tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.
  2. Hepatitis B. Hepatitis B ini merupakan masalah yang paling serius dapat ditimbulkan oleh virus hepatitis. Seseorang yang terpapar ( virus hepatitis B = VHB ) beresiko untuk mengalami serosis (pengerutan hati) dan kanker hati. Virus ini menular melalui kontak seksual, terkena cairan tubuh yang terinfeksi, serta dari ibu kepada janinnya. Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.
  3. Hepatitis C. Hepatiti C ini sama seperti hepatitis B, virus hepatitis C (VHC) merupakan penyebab utama hepatitis akut dan penyakit hati kronis. Cara penularannya adalah melalui media darah, misal transfusi dan berbagi jarum suntik yang sama dengan pengidap hepatitis C. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan / kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker hati. Sejumlah 85% dari kasus penyakit hepatitis C ini, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati selama periode bertahun-tahun.
Demikian sahabat yang sedikit mengenai mengenal penyakit hepatitis. Dengan kita mengenal akan penyebab hepatitis serta gejala tanda penyakit hepatitis ini kita akan semakin berhati-hati dalam mencegah penularannya dan senantiasa menjaga kesehatan kita semuanya.

Senin, 25 Juni 2012

Fase Tingkatan Demam Berdarah

Fase Demam Berdarah. Penyakit demam berdarah ini adalah jenis penyakit yang seringkali mewabah pada daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini tercatat dalam sejarah untuk pertama kali menjadi endemi pada tahun 1779 - 1780 di Asia, Afrika dan juga di Amerika Utara dan terjadi secara hampir bersamaan dengan tingkat morbiditas dan juga mortalitas yang tinggi. Bila dilihat dari tahun kejadiannya berarti bahwa penyakit demam berdarah dengue DBD ini telah terjadi penyebarannya sejak lebih dari 200 tahun yang lalu.

Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai fase dan tingkatan demam berdarah dan semoga nantinya dengan kita mengenal akan fase demam berdarah dan juga tingkatan demam berdarah akan menambah wawasan kesehatan kita dan kita akan lebih waspada kepada demam berdarah dengue DBD ini kemudian hari dan tentunya kita bisa melakukan pencegahan dan pengobatan DHF dengan baik.

fase demam berdarah, derajat tingkatan demam berdarah, Blog Keperawatan

Untuk yang pertama kita menginjak kepada fase demam berdarah ini. Badan Kesehatan Dunia WHO dalam hal ini membagi fase demam berdarah dalam 3 fase yaitu fase demam tinggi (febris), fase kritis, dan fase penyembuhan (pemulihan). Berikut penjelasannya mengenai ketiga fase demam berdarah DBD tersebut :
  1. Fase Demam Tinggi (Febris). Pada fase demam berdarah yang pertama ini terjadi pada hari ke 1 - 3 dan ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan, infeksi pada farings (tenggorokan) dan juga pada konjungtiva (selaput yang melindungi kornea mata), anoreksia, mual dan muntah.
  2. Fase Kritis. Pada fase kedua demam berdarah ini terjadi pada hari ke 4 - 5. Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh. Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan terjadinya Dengue Shock Sindrome DSS. Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.
  3. Fase Penyembuhan (Pemulihan). Pada fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan ini keadaan umum dari penderita mulai membaik. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik (peredaran darah) stabil dan diuresis (frekuensi kencing) membaik dan akan kembali normal. Dan pada saat ini akan jauh lebih baik bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya.
Dalam dunia media kita juga mengenal akan tingkatan derajat demam berdarah. Berikut adalah tingkatan demam berdarah menurut WHO :
  1. DHF derajat I. Pada derajat pertama ini tanda yang kita temukan adalah diantaranya adanya tanda infeksi virus, dengan manifestasinya yang berupa perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DHF derajat II. Pada derajat kedua ini makan tanda infeksi virus didapatkan dengan manifestasinya yang berupa adanya perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DHF derajat III. Pada derajat kedua ini seringkali disebut dengan fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok ditandai dengan : kesadaran yang mulai menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur walaupun kecil.
  4. DHF derajat IV. Pada fase keempat dari demam berdarah dengue ini seringkali kita menyebutnya dengan fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai fase dan tingkatan demam berdarah. Point pentingnya adalah bahwasannya kita harus waspada kepada penyakit demam berdarah ini dan bila ditemukan tanda serta gejala yang telah disebutkan di atas maka cepatlah datang ke tempat pelayanan kesehatan yang tersedia untuk mendapatkan perawatan dan juga pengobatan yang tepat. Karena dengan pengobatan dan perawatan yang cepat serta akurat akan menurunkan resiko kematian dan tentunya dengan tidak melupakan pencegahan demam berdarahnya. Dan akhir kata semoga berguna serta dapat bermanfaat sahabat semuanya.

Jumat, 22 Juni 2012

Penyakit Bronkopneumonia

Penyakit Bronkopneumonia. Penyakit Bronkopneumonia adalah merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya yang tinggi, dan tidak terjadi hanya di negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga di negara maju seperti di Amerika Serikat misalnya terdapat 2-2 juta kasus pertahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang. Nah kali ini Blog Keperawatan akan sharing mengenai penyakit bronkopneumonia ini dan semoga bisa memberikan manfaat.

Bronkopneumonia merupakan pneumonia yang terdapat di daerah bronkus kanan maupun kiri atau pada keduanya. Bronkopneumonia (pneumonia lobularis) adalah peradangan pada parenkim paru yang awalnya terjadi di bronkioli terminalis dan juga dapat mengenai alveolus sekitarnya. Bronkiolus terminalis menjadi tersumbat dengan eksudat mukopurulen membentuk bercak-bercak konsolidasi di lobulus yang bersebelahan.

Penyakit bronkopneumonia ini seringkali bersifat sekunder, mengikuti infeksi dari saluran nafas atas, demam pada infeksi spesifik dan penyakit yang melemahkan sistem pertahanan tubuh. Pada bayi dan orang-orang yang lemah, pneumonia dapat muncul sebagai infeksi primer. Bronkopneumonia sering disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing.

penyakit bronkopneumonia,Bronkopneumonia anak, Blog Keperawatan

Berikut beberapa pengertian bronkopneumonia :
Bronkpneumonia adalah frekuensi komplikasi pulmonari, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G Bare, 1993).
Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrate. (Whalley and Wong, 1996)
Bronkopneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing. (Ngastiah, 2003)

Etiologi Penyebab Bronkopneumonia :
  1. Bakteri. Bakteri pada bronkopneumonia biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti halnya : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Sedangkan bakteri gram negatif seperti halnya Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa.
  2. Virus. Dalam hal ini disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus.
  3. Jamur. Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.
  4. Protozoa. Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001)
Patofiologi Bronkopneumonia adalah sebagai berikut :
Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronkopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan bronkus dan alveolus. Inflamasi bronkus ini ditandai dengan adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis.

Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema ( tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru ) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mengakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas.

Gejala tanda bronkopneumonia :
  • Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan. Bisa berupa nyeri pleuritik, nafas dangkal dan mendengkur, takipnea.
  • Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi. Mengecil, kemudian menjadi hilang, Krekels, bunyi ronki, egofoni.
  • Menggigil dan demam 38°C sampai 41°C, Bila berlanjut bisa terjadi delirium.
  • Diafoesis.
  • Gerakan dada tidak simetris.
  • Malaise.
  • Baruk produktif, kental.
  • Sianosis.
  • Gelisah.
Pemeriksaan Penunjang yang dilakukan pada bronkopneumonia untuk menegakkan diagnosis diantaranya yaitu :
  1. Rontgen Dada : Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infiltrat, empiema(stapilococcus); infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran /perluasan infiltrat nodul (virus). Pneumonia mikoplasma sinar x dada mungkin bersih. Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.
  2. Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar.
  3. Pemeriksaan fungsi paru. Pada pemeriksaan ini akan didapatkan volume paru mungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar); tekanan jalan nafas mungkin meningkat dan komplain paru menurun, terjadi hipoksemia.
  4. Analisa Gas Darah. Pada pemeriksaan darah ini biasanya akan didapatkan hasil yang tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.
Penatalaksanaan :
  1. Kemoterapi. Pemberian kemoterapi harus berdasarkan pentunjuk penemuan kuman penyebab infeksi (hasil kultur spatum dan tes sensitivitas kuman terhadap antibodi). Bila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral, sedangkan bila berat diberikan secara parenteral. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan, maka harus diingat kemungkinan penggunaan antibiotik tertentu perlu penyesuaian dosis (Harasawa, 1989).
  2. Pengobatan dan Perawatan Umum.
Pengobatan bronkopneumonia dan perawatan bronkopneumonia umum yang dilaksanakan adalah diantaranya :
  • Terapi Oksigen. Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus yang berat.
  • Hidrasi Cairan. Bila ringan hidrasi oral, tetapi jika berat dehidrasi dilakukan secara parenteral. (menggunakan infus)
  • Simptomatik terhadap batuk.
  • Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan bronkodilator
Komplikasi Bronkopneumonia.
Penyakit bronkopneumonia ini selain terjadi pada dewasa, seringkali juga terjadi bronkopneumonia pada anak. Berikut beberapa komplikasi dari penyakit bronkopneumonia yaitu :
  1. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
  2. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
  3. Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
  4. Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.
  5. Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.
  6. Infeksi sitemik .
Demikian sahabat sedikit mengenai penyakit bronkopneumonia dan selanjutnya nanti akan di posting kelanjutannya tetapi dilihat dari sudut keperawatannya yaitu tentang askep bronkopneumonia dan semoga bermanfaat sahabat semuanya.

Selasa, 05 Juni 2012

Penyakit Asma Bronkial

Penyakit Asma Bronkial. Penyakit asma bronkial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Itu adalah pengertian penyakit asma bronkial menurut (Smeltzer, 2002 : 611) ada juga yang mengartikan sebagai : penyakit jalan nafas yang tidak dapat pulih yang terjadi karena spasme bronkus disebabkan oleh berbagai penyebab misalnya alergen, infeksi, latihan. Spasme bronkus meliputi konstriksi otot polos, edema mukosa dan mukus berlebihan dengan perlengketan di jalan nafas pada tahap lanjut. (Hudak, 1997 : 565)

Penyakit asma bronkial adalah salah satu penyakit paru yang berkaitan erat dengan saluran nafas serta pernafasan. Oleh sebab itu bila penyakit paru asma ini kambuh akan menimbulkan gejala yang khas sekali yaitu bunyi nafas mengi, bengek, batuk dan juga sesak nafas. Bunyi mengi pada asma terdengar ketika seorang penderita menghembuskan nafasnya. Serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap juga akan semakin memburuk jika tidak segera dilakukan tindakan pengobatan dan juga perawatan.

Penyakit Asma, penyebab asma, tanda gejala asma

Selanjutnya menginjak kepada penyebab asma bronkial ini. Penyebab dari asma bronchiale ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor intrinsik dan juga faktor ekstrinsik.
Dua hal tersebut yang bisa menyebabkan penyakit asma bronkial yaitu :
1. Faktor Intrinsik ( asma non imunologi / asma non alergi ) :
  1. Infeksi : Parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal.
  2. Fisik : Cuaca yang dingin, perubahan temperatur secara dratis.
  3. Iritan : Kimia.
  4. Polusi udara : Karbondioksida, asap rokok, parfum.
  5. Emosional : rasa takut, cemas dan tegang.
  6. Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus. (Suriadi, 2001 : 7)
2. Faktor Ekstrinsik ( asma imunologik / asma alergi) :
  1. Inhalasi (menghirup )alergen ( seperti halnya debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang ).
  2. Reaksi antigen-antibodi.
Penyakit asma bronkial ini merupakan salah satu penyakit kronik (menahun) serta juga penyakit paru dan juga dengan pasien terbanyak di dunia. Diperkirakan berkisar 300 juta orang di dunia menderita penyakit asma jenis ini. Angka ini akan jauh lebih besar jika kriteria diagnosanya diperlonggar atau ditambahi. Di Indonesia negara kita tercinta ini, diperkirakan sampai 10 persen penduduk ( kurang lebih sekitar 12 juta orang ) mengidap dalam berbagai jenis penyakit asma.

Selanjutnya kita melangkah ke tanda gejala penyakit asma bronkiale ini. Tanda serta gejalanya terbagi dalam dua kategori yaitu kategori stadium dini dan stadium kronik (lanjut).
1. Stadium Dini.
Bila pada stadium dini ini faktor hipersekresi yang lebih menonjol maka tanda dan gejala yang didapatkan adalah :
  • Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek.
  • Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul.
  • Suara wheezing belum ada.
  • Belum ada kelainan bentuk thorak pada rontgen thorak pasien.
  • Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E.
  • Hasil BGA belum patologis.
Sedangkan bila pada stadium dini ini faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan maka tanda serta gejala yang didapatkan adalah :
  • Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum.
  • Wheezing.
  • Ronchi basah bila terdapat hipersekresi.
  • Penurunan tekanan parsial O2.
2. Stadium Kronik ( Lanjut )
Tanda dan gejala penyakit asma bronkial pada stadium tingkat lanjut ini adalah :
  1. Batuk, ronchi
  2. Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan.
  3. Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan.
  4. Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest).
  5. Thorak seperti barel chest.
  6. Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus.
  7. Sianosis.
  8. Hasil BGA Pa O2 kurang dari 80%.
  9. Rontgen paru terdapat adanya peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri.
  10. Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik.
Dan ada juga beberapa hal yang berkenaan dengan gejala tanda asma lainnya. Sahabat bisa membacanya di tanda dan gejala penyakit asma dan juga konsep baru mengenai asma ini.

Beberapa pemeriksaan penunjang diperlukan dalam membantu menegakkan diagnosa penyakit asma ini yaitu diantaranya :
  • Spirometri (Tidal volume, kapasitas vital)
  • Pemeriksaan sputum dan pemeriksaan eosinofil total (biasanya meningkat dalam darah dan sputum).
  • Pemeriksaan alergi (Radioallergosorbent Test : RAST) : uji kulit, kadar Ig E total dan Ig E specifik dalam sputum
  • Rontgen thorak.
  • Analisa Gas Darah.
Demikian tadi sahabat sedikit tentang penyakit asma bronkial dan semoga bisa berguna serta dapat bermanfaat. Dan semoga yang sedikit ini tentang penyakit asma dapat bermanfaat sahabat.

Sabtu, 02 Juni 2012

Anemia Kurang Darah

Penyakit Anemia. Seringkali kita mendengar akan istilah anemia ini atau masyarakat umum lebih familiar dengan istilah kurang darah. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share pengetahauan kesehatan mengenai penyakit anemia ini dan semoga bisa memberikan manfaat.

Anemia adalah suatu keadaan dimana saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (HB)(protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Itu adalah pengertian anemia ditinjau dari sisi medisnya.

Hemoglobin yang tadi disebutkan diatas merupakan pigmen yang membuat sel darah itu berwarna merah yang pada akhirnya hal tersebut akan membuat darah manusia berwarna merah. Fungsi hemoglobin (HB) ini merupakan sebuah media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen merupakan bagian terpenting dari proses metabolisme tubuh untuk dapat menghasilkan energi yang nantinya kita gunakan dalam beraktifitas sehari-hari. Hemoglobin ini juga dapat berfungsi membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan tubuh ke paru paru untuk selanjutnya dikeluarkan saat bernafas.

anemia, pengertian anemia, Blog Keperawatan

Anemia ini akan menyebabkan berkurangnya sejumlah hemoglobin atau sel darah merah tersebut. Karena kekurangan hemoglobin tersebut maka darah tidak maksimal dalam menjalankan salah satu fungsinya yaitu untuk mengangkut oksigen dalam jumlah yang diperlukan oleh tubuh kita. Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sebagai bahan bakunya diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2,B12) dan juga mineral. Maka tubuh kita akan bereaksi bila kita menderita anemia / kurang darah ini. Respon tubuh itulah yang kita kenal dengan tanda serta gejala.

Tanda dan gejala bila tubuh kita kekurangan pasokan oksigen yang disebabkan anemia ini bermacam-macam dan juga bervariasi.
Beberapa tanda gejala anemia bila menimpa kita adalah :
  1. Mudah letih / lelah bila kita melakukan aktivitas fisik atau mental.
  2. Sakit kepala / pusing.
  3. Tidak nafsu makan.
  4. Wajah yang terlihat pucat.
  5. Nafas terasa pendek.
  6. Bila keadaan serta kondisi penyakit anemia ini bertambah berat bisa menyebabkan penyakit jantung (serangan jantung / infark miokard akut).
Bagi yang awam dalam masalah kesehatan dengan kita merasakan hal tersebut di atas seyogyanya kita harus lebih berhati-hati serta waspada. Dan tentunya kita juga harus mengetahui apa yang menjadi penyebab anemia ini.
Ada beberapa penyebab anemia ini ini dan diantaranya yaitu :
  1. Perdarahan (Dikarenakan luka atau hal lainnya). Perdarahan yang banyak saat trauma baik itu yang terjadi di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag yang kronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Atau juga bisa karena pemberian obat jantung (pengencer darah) dan orang tersebut tidak tahan akan obat tersebut.
  2. Sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi,vit B2, B12).
  3. Penyakit gagal ginjal.
  4. Kanker.
  5. Kelainan Genetik. Penyakit karena kelainan genetik yang berkaitan dengan penyakit anemia ini contohnya adalah Thalasemia. Thalasemia adalah gangguan genetik yang dimamana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah.
Demikian tadi sahabat mengenai anemia ini dan semoga bisa berguna serta memberikan manfaat bagi kita semua.

Jumat, 25 Mei 2012

Penyakit Demam Berdarah DHF

Penyakit Demam Berdarah DHF. Demam Berdarah adalah penyakit disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit demam berdarah DHF ini yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Ini terlihat pada banyak penderita demam berdarah yang kulitnya timbul bercak-bercak merah sebagai ciri khas penyakit demam berdarah ini.

Untuk saat ini pengobatan yang dilakukan untuk masalah virus pun belum diketahui secara pasti. Hanya memberikan pengobatan sesuai dengan gejala yang ditimbulkan. Misalnya demam diberikan antipiretik (penurun panas). Tetapi yang kita ketahui bahwa daya tahan tubuh yang kuat menjadi benteng terhadap segala serangan jenis virus. Dengan adanya daya tahan tubuh yang kuat bisa menjadi benteng pertama terhadap serangan virus.

penyakit demam berdarah, Blog Keperawatan

Gejala penyakit demam berdarah yang tampak akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi ( masa dimana virus berkembang hingga menimbulkan gejala ) dan terjadi dalam kurun waktu 3 - 8 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Penyakit demam berdarah ini atau yang disebut dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau disebut juga dengan penyakit demam berdarah dengue DBD ini.

Jika sistem pertahanan tubuh dapat mengatasi virus, maka gejala yang tampak bisa ringan dan juga bisa menyebabkan beberapa gejala. Dan diantara beberapa tanda dan gejala penyakit demam berdarah sebagai berikut :
  1. Demam tinggi yang timbul mendadak dengan suhu diatas 38 derajat C, selama 2 sampai dengan 7 hari.
  2. Demam tidak dapat teratasi meskipun telah mendapatkan pemberian obat penurun panas.
  3. Mual, muntah, sehingga menyebabkan nafsu makan minum berkurang.
  4. Pada pemeriksaan dengan melakukan uji test torniquet, akan terlihat adanya jentik (puspura) perdarahan.
  5. Pada tingkat lanjut ditemukan adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), timbulnya mimisan (epitaksis), Buang air besar kotoran (faeces) berupa lendir bercampur darah (melena), dan lain-lainnya.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) pada hari ke 3 - 7 akan didapatkan terjadinya penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (hemokonsentrasi).
  7. Nyeri sendi, sendi otot ( pegal-pegal ).
  8. Terjadi pembesaran hati (hepatomegali)
  9. Nyeri kepala, pusing.
  10. Rasa panas di belakang bola mata.
  11. Wajah kemerahan.
  12. Nyeri perut.
Demikian sahabat yang sedikit mengenai penyakit demam berdarah dan nantinya pada postingan berikutnya kita akan mencoba share mengenai bagaimana pencegahan dan pengobatan demam berdarah ini. Semoga bermanfaat sahabat semuanya.

Rabu, 23 Mei 2012

Penyakit Malaria

Penyakit Malaria. Malaria adalah salah satu dari jenis penyakit menular dan disebabkan oleh parasit ( plasmodium ) yang ditularkan oleh nyamuk malaria ( Anopheles ) dan menginfeksi sel-sel darah merah. Demikian yang dimaksud dengan pengertian penyakit malaria tersebut.

Secara epidemiologi penyakit malaria dapat menyerang semua orang baik itu laki-laki maupun perempuan, dan juga pada semua golongan umur, dari bayi sampai orang dewasa. Penyakit malaria ini seringkali ditandai dengan siklus menggigil, demam, sakit, dan juga berkeringat. Catatan sejarah menunjukkan manusia yang terjangkit malaria sejak awal umat manusia. Kata Malaria disebut berasal dari bahasa italia yang berarti "udara buruk" pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1740 oleh H. Walpole saat menjelaskan penyakit malaria ini.

Malaria adalah suatu infeksi pada bagian dari sel darah yaitu infeksi pada sel darah merah. Penyakit malaria ini ditularkan oleh nyamuk yang membawa parasit yang menyebabkan malaria. Apabila nyamuk pembawa parasit ini menggigit anda, parasit dapat masuk ke dalam darah anda. Parasit tersebut bertelur, yang kemudian akan berkembang, melakukan replikasi sehingga menjadi banyak, dan parasit tersebut hidup dari sel darah anda sampai anda menjadi sakit. Jika tidak dilakukan pengobatan, malaria dapat sangat fatal sehingga berakibat pada kematian seseorang.

penyakit malaria, Blog Keperawatan

Plasmodium malaria terdiri dari beberapa macam dan macam dari plasmodium malaria ini adalah :
  1. Plasmodium Vivax
  2. Plasmodium Falsifarum
  3. Plasmodium Ovale
  4. Plasmodium Malariae
dari keempat jenis malaria tersebut yang paling banyak dan seringkali menimbulkan kematian adalah jenis plasmodium falsifarum.

Penyakit malaria seperti yang telah diterangkan di atas bahwa merupakan salah satu jenis penyakit menular. Cara penularan penyakit malaria ini adalah ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria ( anopheles ). Bila nyamuk anopheles ini mengigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita. Dalam tubuh nyamuk, parasit tersebut berkembang biak. Sesudah 7-14 hari apabila nyamuk tersebut mengigit orang sehat, maka parasit tersebut akan di tularkan ke orang tersebut. Di dalam tubuh manusia parasit akan berkembang biak, menyerang sel-sel darah merah. Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan terserang penyakit malaria.

Kita dapat mengenali akan penyakit malaria ini dari gejala-gejala yang nampak dan dirasakan oleh penderitanya. Dari gejala yang ringan sampai dengan gejala yang berat.
Gejala ringan penyakit malaria ini ditandai dengan :
  1. Demam menggigil secara berkala dan biasanya disertai sakit kepala.
  2. Terkadang di mulai dengan badan terasa lemah, mual / muntah tidak nafsu makan.
  3. Pucat. Hal ini disebabkan karena kurang darah.
  4. Pada anak, gejala spesifik daerah biasanya ditandai dengan diare.
Gejala berat penyakit malaria ini ditandai dengan :
  1. Kehilangan kesadaran.
  2. Demam tinggi.
  3. Kejang-kejang.
  4. Nafas cepat.
  5. Muntah terus.
  6. Kuning pada mata.
  7. Kencing berwarna teh tua.
  8. Pingsan sampai koma.
Ada beberapa cara dalam mencegah penyakit malaria ini. Berikut beberapa cara pencegahan penyakit malaria :
  • Menghindari gigitan nyamuk, tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk, memakai obat oles anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah, mengurangi berada di luar rumah pada malam hari.
  • Pengobatan pencegahan, 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria,dengan pemberian obat yaitu minum obat doksisilin 1 x 1 kapsul / hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria.
  • Membersihkan lingkungan, menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, mencegahnya dengan kentongan.
  • Menebarkan pemakan jentik, menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik. Seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair.
Demikian sahabat sedikit mengenai penyakit malaria ini dan semoga dengan mengenal penyakit malaria ini kita akan semakin waspada terhadap penyakit ini dan meningkatkan kesehatan dan juga menerapkan pola hidup sehat.